ART THERAPY IDEAS | DOODLE JOURNAL

by - September 15, 2018



Doodle Journal
Doodle Journal 


Jika saya mereview kembali apa yang pernah saya lakukan dan membuat saya menjadi  seperti sekarang,  semua itu adalah karena saya pernah mengenal Doodle Journal. Saya pribadi tidak tahu siapa yang menciptakan istilah ini, karena istilah ini muncul dikepala saya begitu saja. Sama halnya dengan Ideas Journal yang pernah saya posting beberapa bulan lalu. 




MENCIPTAKAN KARAKTER (CHARACTER DESIGN)


Saya mengenal journaling dengan gambar sebagai illustrasi pertama kali, dari account di Instagram namanya amidwinternd , saya tertarik tentang bagaimana dia menggambarkan kehidupan sehari-harinya diatas buku dengan karakter yang sederhana tapi tampak lucu. Berbekal kenekatan, akhirnya saya mencoba membuat doodle journal versi saya sendiri. Hihi.. 


BELAJAR DARI ORANG LAIN


Membuat karakter yang akan kita jadikan tokoh utama dalam doodle journal adalah hal yang paling sulit buat saya, terlebih saat itu saya memang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni sama sekali. Walhasil, saya mencoba meniru gambar amidwinternd dengan memodifikasi karakternya menjadi ciri khas diri sendiri.


Ewafebri art doodle journal
Doodle Journal 


Pada saat saya membuat doodle journal pertama kali, ciri-ciri saya adalah berambut pendek (dan kriwel), hobbinya pake kaos oblong dan celana pendek, dan tentu saja pake sandal jepit.

Bagi yang tidak biasa membuat gambar dalam bentuk macam-macam ekspresi dan aktivitas, doodle journal tampak lebih sulit dibandingkan apa yang saya bayangkan. Untuk pertama kalinya, saya buat karakter saya sesederhana mungkin, yang penting saya bisa melatih kemampuan saya untuk menggambarkan aktivitas melalui ekspresi dan gerakan.

Buku yang saya gunakan dalam membuat Doodle Journal adalah Moleskine Classic Plain. Pilihan saya plain atau polos, karena buat saya lebih mudah dalam membuat illustrasi. Tak ada batasan garis pada saat menggambar sketsanya.

EKSPERIMEN CHARACTER


Ewafebri art doodle journal
Doodle Journal 


Setelah saya mencoba menggambar beberapa kali tentang ekspresi dan gerakan, selanjutnya saya belajar memberikan lebih banyak detail pada gambar. Dengan memberikan warna rambut dan melatih membuat karakter lain selain si bowgel.

Membuat doodle journal juga melatih kemampuan kita untuk berkreasi. Meskipun pada saat itu saya belum mahir betul membuat karakter dan illustrasi lainnya, saya memanfaatkan gambar dari flyer untuk saya jadikan sticker.


Doodle Journal 


MEMBUAT DOODLE VOCABULARIES



Salah satu cara lain untuk bisa mengasah kemampuan membuat illustrasi adalah dengan cara membuat doodle vocabularies. Selain membuat tangan lebih lincah bergerak, juga bisa kita gunakan untuk inspirasi dikemudian hari.


Ewafebri art doodle journal
Doodle Journal

Doodle page atau doodle vocabularies membantu saya untuk berimajinasi dalam membangun karakter bowgel. Prompt Ideas juga menjadi salah satu alat yang paling membantu untuk menciptakan karakter dan aktivitas baru.


Ewafebri art doodle journal
Doodle Journal


Sebelum saya menciptakan ewasticker dengan menggunakan kertas transparant sticker, terlebih dahulu saya membuat " sticker wanna be " menggunakan tracing paper, atau kertas kalkir. Alasannya saat itu saya gak tahu gimana caranya saya bisa beli kertas transparan sticker. Hihi.

Keuntungan menggunakan kertas transparant sticker, hasil gambarnya seolah digambar langsung diatas kertas, meskipun saat memotongnya tak terlalu rapi. Ini karena backgroundnya tembus pandang atau transparant. Jadi yang terlihat seolah permukaan kertasnya itu sendiri.

DIY STICKERS


Setelah mencoba menggunakan kertas tracing paper atau kalkir, akhirnya saya mendapatkan ide untuk membuat sticker sendiri. Hanya bermodalkan laptop dan printer, saya mencoba menciptakan beberapa macam jenis sticker. Dari Quote, Sampul Buku, ataupun pattern gambar untuk pemanis.


Macam-macam sticker buatan

Hihi.. Rame ya.. ? Tapi saya bahagia. Setelah 2 tahun intens menggunakan Doodle Journal, akhirnya saya beralih menggunakan Bullet Journal. Sebenarnya sempet saya menggunakan 2 jenis journal ini secara bersamaan, tapi akhirnya saya menyerah karena keteteran. Hahhaha..

Akhirnya, Saya memilih fokus membuat beberapa lukisan dengan lebih banyak detail dan eksperimen melalui weekly Illustration Challenge yang saya adain buat diri sendiri. Hihi.. Jika kalian ingin melihat Weekly Illustration Challenge saya seperti apa, kalian bisa membaca artikel yang ini :



Seru juga ya perjalanan mencari jati diri The Bowgel and Family. Hihi.. Setiap hal baik yang kita kerjakan tak pernah sia-sia. Akan ada masa dimana kita akhirnya bisa bersyukur karena melakukannya. Begitupun tentang hal buruk, akan ada masa dimana kita merasa malu saat mengingatnya dan menyesalinya. Hihi..

Jadi kalian mau pilih yang mana Gaes.. ? Mau yang akhir bahagia apa menderita ( lhaaa.. ??) Hahhaa..

©ewafebri

HAPPY PAINTING !










You May Also Like

5 comments

  1. Hai kak! Aku juga lagi mulai suka journaling nih. Senengnya berasa ketemu temen lama pas tau ada blog kaka ini, krna biasanya aku baca2 blog ttg journaling itu di blog luar negri. Salam kenal ya kak, dari elfahaha.com ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Helloo.. wah sehobbi kita.. asyik.. hihi.. salam kenal juga Elfa.. Di Label Inspiring people ada banyak orang-orang inspiratif yang berkecimpung di dunia journaling juga loh.. silahkan..

      Delete
  2. Wah journalnya keren, menginspirasi saya mau bikin doodle journal juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan dicoba mbak.. biar makin hebring kita.. ❤️❤️❤️

      Delete

Hi Gaes.. Jika kalian tak menemukan kolom komentar, mohon untuk mencari artikel yang ingin dikomentari melalui Home , atau pilih label, kemudian klik " Link Komentar " , yang berwarna salmon (peach pastel). Akan muncul kolom komentar baru. Mohon maaf ketidaknyamanannya.. 🙏