ARTZINE VOLUME 2 | FLOWERS

by - March 08, 2018

art zine indonesia volume 2 flowers


Jika sebelumnya saya sudah membahas tentang cara membuat Zine dan juga contoh Artzine tentang Bowgels, Kali ini saya membuat Artzine Volume 2 | Flowers di mana hampir semua isi Zine kali ini adalah bentuk bunga. Yang membedakan Volume 2 dan Volume 1 adalah eksperimen medianya. Jika Pada Volume 1 saya lebih fokus pada teknik dan mixed media, kali ini saya ingin fokus pada eksperimen bentuk kuas pada lukisan bunga. Seperti apa contohnya ? Baca sampai habis ya ?

ARTZINE  VOLUME 2 | FLOWERS


Berawal dari keinginan belajar membuat macam-macam bentuk bunga dengan warna dak tekinik yang berbeda, akhirnya saya memutuskan untuk membuat Artzine Volume 2 yang saya beri judul Flowers. Jika sebelumnya saya lebih sering bereksperimen tentang teknik cat airnta, kali ini saya ingin bereksperiman dengan macam-macam bentuk kuas. Tujuannya supaya saya tahu bagaimana efek yang diberikan oleh setiap bentuk kuas yang ada. Ada pun jenis kuas yang saya coba adalah berikut ini : 

JENIS-JENIS KUAS 


Seringkali saya bertanya-tanya, " perasaan jaman sekarang kuas banyak macam dan bentuknya, emang fungsinya buat apa ? ". Pertanyaan ini membuat saya makin penasaran, apalagi saya memiliki beberapa macam bentuk kuas. Ada yang berbentuk lancip, kotak, lengkung/filbert, miring/chisel bahkan seperti kipas. Daripada saya penasaran dan gak dapet jawabannya kalo cuma bengong, mendingan menchallenge diri sendiri untuk nyoba. Iya kan.. ?


jenis jenis kuas dan bentuknya


1. ROUND ( POINTY BRUSH )

Kuas Lancip adalah jenis kuas yang paling umum kita gunakan untuk hampir segala bentuk dan teknik. Bisa untuk membuat garis, lengkungan, ataupun mengisi warna. Kuas ini juga paling sering digunakan pada media watercolor karena ujungnya yang fleksibel saat digunakan. Kuas jenis ini biasa digunakan untuk membuat daun, batang bahkan kelopak bunga. Tipe ini paling cocok digunakan untuk teknik Loose seperti contoh di bawah ini : 


contoh artzine bunga menggunakan cat air
WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Natural hair (bulu binatang seperti Squirell atau sable) mudah digunakan untuk membentuk goresan lancip seperti membuat batang atau ujung daun. Sayangnya dibandingkan kuas lain, jenis natural hair cenderung mahal harganya. Tapi ini sesuai dengan kelebihannya juga. Selain mudah dan fleksibel saat membuat foresan, kuas dengan natural heir juga menyimpan air lebih lama. Ini sangat membantu sekali jika kita menggunakan media cat air. 


hasil gambar menggunakan kuas lancip
WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

2. FILBERT


Filbert adalah jenis kuas dengan ujung lengkung atau tumpul. Kuas jenis ini sangat cocok untuk membuat kelopak yang cenderung berbentuk oval seperti contoh gambar di bawah ini. Kuas Filbert tak hanya cocok untuk membuat kelopak bunga, tapi juga cocok untuk membuat awan ataupun detail bunga pada pohon.


hasil kuas filbert pada cat air
WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Gak cuma membuat bunga, tapi filbert juga bisa digunakan untuk membuat daun yang berbentuk oval seperti gambar di bawah ini. Salah satu hal yang membuat saya senang saat bereksperimen membuat  Zine adalah mendapati hasil yang spontan, Seperti hasil layer yang terjadi pada gambar berikut ini :


WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

3. TRIANGLE BRUSH ( ANGULAR BRUSH)


Triangle Brush atau Angular Brush adalah jenis kuas yang berbentuk miring pada bagian satu sisinya. Nama lain dari kuas ini adalah Chissel atau Kuas Miring.  Kuas jenis ini cocok untuk membuat bunga dengan kelopak yang menumpuk seperti Chrysant. Karena saya nggak punya kuas kecil yang miring, akhirnya saja potong kuas flat saya dengan posisi menyerong atau miring. Hihi.



WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Selain Bunga tumpuk seperti di atas, bisa juga membentuk gambar bunga seperti berikut ini. Teknik watercolor berikut ini memang sedikit tricky. Untuk mendapatkan kesan transparan pada bagian tengahnya, saya harus menambahkan air dan sedikit mengangkat warna yang sebelumnya sudah tergores. Dengan begitu bisa mengurangi ke-solid-an warna yang ada.


zine indonesia watercolor flower
WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018


4. FLAT BRUSH


Flat Brush atau kuas kotak. Sama halnya dengan kuas lancip, kias jenis ini juga paling sering kita jumpai. Bentuk Flat Brush yang besar disebut juga dengan Spalter. Kuas ini sering digunakan untuk membasahi kertas pada watercolor paper, atau bisa juga digunakan untuk menaruh varnish di atas lukisan. Saya sendiri menggunakan tipe kuas ini untuk membuat kelopak bunga, daun dan juga batangnya. 


flower in watercolor artzine indonesia


Meski hampir mirip, tapi efek bunga yang dihasilkan berbeda dengan jenis yang chissel atau miring. Mungkin karena bentuknya yang lebih kaku dibandingan yang model angular/miring. Tumpukan kelopak yang dihasilkanpun tak terlihat tajam. Kuas ini juga bisa kalian manfaatkan untuk teknik watercolor loose seperti gambar rose berikut ini.


WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Jika diatas tadi saya membuat bunga Chrysant dengan kuas miring, kali ini saya membuatnya dengan menggunakan kuas flat atau kotak. Jika kita perhatikan, corak kelopaknya berbeda dengan yang sebelumnya, karena teknik menggunakannya pun berbeda.


ONE STROKE ACRYLIC PAINTING © Ewafebri 2018

Kuas Jenis flat ini juga bisa kita gunakan untuk melukis bunga dengan teknik one stroke. Teknik ini biasanya menggunakan 2 warna dalam satu kuas dan satu sapuan (kuasan). Hanya dengan satu kuasan kita bisa langsung menciptakan 2 warna sekaligus. Dalam hal ini saya menggunakan warna merah dan putih.

5. FAN BRUSH 



PENGGUNAAN FAN BRUSH © Ewafebri 2018

Fan Brush atau lazim dikenal dengan kuas kipas. Kuas jenis ini banyak manfaatnya. Selain untuk mencampur warna atau mengaplikasikan decoupage, kuas ini juga bisa digunakan untuk membuat daun. Rumput pada gambar di bawah ini, saya membuatnya dengan menggunakan kuas kipas. Dengan menggunakan kuas kipas akan lebih mudah dan cepat pengerjaannya. 

MIXED MEDIA DENGAN TINTA CHINA



WATERCOLOR PAINTING AND CHINESE INK
© Ewafebri 2018

Selain menggunakan berbagai bentuk kuas , pada volume 2 ini, saya juga mencoba mencampur penggunaan cat air dan tinta cina sebagai garis luarnya seperti gambar di bawah ini. Dengan bantuan dip pen dan tinta saya membuat detail untuk daunnya. Bagi yang tidak biasa menggunakan dip pen, teknik ini agak sulit saya lakukan. Hasilnya terlihat lebih kaku dan kurang natural. Hahahaha..

EKSPERIMEN WARNA CAMPURAN 


Kalo diperhatikan dengan seksama gambar dibawah ini warnanya tidak secerah warna-warna sebelumnya. Dalam hal ini saya sengaja "lari" dari warna favorite saya. Saya mencoba menggunakan warna baru dengan cara mencampur beberapa warna sekaligus.


WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Ada juga percobaan membuat layer pada daun berikut ini. Jika gambar diatas Warna saya campur sekaligus, pada gambar dibawah ini saya membuat layer warna dengan warna yang kontras. Untuk menghasilkan lukisan seperti ini, kita harus bersabar pada saat menambahkan warna baru. Tambahkan warna jika warna dibawahnya benar-benar kering. Dengan begitu hasil warnanya tidak akan bercampur dengan warna sebelumnya. Hasilnya bisa bertumpuk seperti contoh dibawah ini : 


zine indonesia flowers
WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Nah untuk gambar dibawah ini. Bisa dikatakan bahwa Beda teknik, beda hasil. Jika gambar teknik layer diatas, hasil warna bertumpuk, maka untuk daun dibawah ini saya sengaja mencampur 2 warna sekaligus. Dan efeknyapun berbeda. Warna yang dihasilkan lebih spontan dan bergradasi serta tak beraturan.


WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Selain dedaunanan di atas, tak ketinggalan saya juga membuat bunga Hydrangea yang ini. Sejujurnya ini adalah gambar Hydrangea yang pertama kali saya lukis dengan teknik loose.  Tak terlalu sulit, tapi yang pasti harus bersabar. Hahaha.. Terutama saat ingin menambahkan detail kelopaknya.


HYDRANGEA © Ewafebri 2018


Proses pembuatan hydrangea tergolong sangat mudah, jika dibandingan dengan bunga yang lainnya. Hanya dengan cara mencocol kuas lancip yang sudah ada warnanya. Dan tentu saja memerankan fungsi air untuk menciptakan gradasi warna dari gelap ke terang. Yang berikut ini adalah bunga mawar dengan 2 tone warna yang berbeda. Kuning dan merah. Untuk lukisan ini saya hanya menggunakan kuas lancip saja.


ndonesia zine melukis bunga
ROSE 2 TONES © Ewafebri 2018

Dalam setiap lukisan yang saya buat, saya mencoba untuk mengeksplorasi banyak hal, dari media, peralatannya, gayanya, tekniknya, bahkan pencampuran warnanya. Dengan begini saya jadi belajar banyak hal dan mengetahui banyak hal.



zine indonesia watercolor painting
WATERCOLOR PAINTING © Ewafebri 2018

Itulah beberapa eksperimen yang sudah saya coba dengan memanfaatkan berbagai macam bentuk kuas dan teknik serta mencoba warna-warna yang sebelumnya tidak pernah saya gunakan. Video di bawah ini adalah salah satu proses saat saya melukis bunga pada Artzine volume 2.






Semoga bahasan tentang Artzine Volume 2 Flowers kali ini bisa membantu teman-teman yang penasaran bagaimana efek setiap kuas pada lukisan bunga. Buat teman-teman yang ingin mencoba membuat bunga menggunakan cat air, semoga video di atas juga bisa menjadi tutorial yang mudah diikuti. Sampai jumpa di postingan selanjutnya !

Credit : semua foto yang digunakan adalah koleksi pribadi 

You May Also Like

0 comments

ANNOUNCEMENT



Untuk menyambut Ultah Blog Ewafebri yang ke 2 tanggal 16 Agustus 2019, ikuti kesempatan memenangkan giveaway yuk. Ada Tottebag Mingce, Watercolor Pad Ring 300 gsm, dan juga macem - macem sticker.

Caranya gampang banget kok, kalian cukup subscribe Blog ini aja.

Selain kesempatan menang Giveaway, nantinya setiap Minggu inbox kamu dapet update dari ewafebri.com

Periode subscribe per tanggal 1 Agustus - 31 Agustus 2019 ya ! Pemenang akan diinformasikan melalui email secara langsung.

Giveaway hanya berlaku untuk wilayah Indonesia saja. Hihi..