6 PANDUAN DASAR MEMBUAT BULLET JOURNAL BAGI PEMULA

by - August 18, 2017


6 cara mudah membuat bujo bagi pemula



Bullet Journalist Indonesia adalah Blog yang mengupas tentang produktifitas , pengembangan diri ( self development, dan terapi menggunakan bullet journal dan seni (art). Jika kalian ingin belajar tentang Bullet Journal, kalian datang ke Blog yang tepat. hehehe.. Berikut ini ada 6 Panduan Dasar Memulai Bullet Journal Bagi Pemula. 

Table of content : 









Postingan saya kali ini akan membahas 6 cara mudah belajar Bullet Journal bagi pemula. Bagi yang baru mengenal Bullet Journal, sistem ini rasanya sangat sulit dipahami. Padahal sebenarnya sistem ini sangat mudah. Hal pertama yang harus kita mengerti tentang Bullet Journal bahwa Bujo ini terdiri dari komponen terpisah yang saling berhubungan satu sama lainnya. Jadi tidak berdiri sendiri. Ibaratnya Bujo adalah rumah dimana komponen-komponennya adalah sebagai perabotnya.

Setiap perabot atau komponen yang dimiliki oleh Bullet Journalist (sebutan bagi orang yang menggunakan Bullet Journal) tidak harus selalu sama. Namun, ada komponen wajib yang harus dimiliki supaya Bullet Journal bisa berjalan dengan baik. Supaya Bullet Journal bisa menjadi alat produktivitas yang pas, yuk kita simak 6 panduan dasar berikut ini.




6 Panduan Dasar Membuat Bullet Journal Indonesia Bagi Pemula





Ada 6 tahapan yang saya buat untuk memahami dan belajar sistem Bullet Journal. Dari mulai motivasi kita hingga proses menjadikan Bullet Journal sebagai rutinitas dalam kehidupan kita. Apa saja 6 tahapan tersebut ?

1. Mengenal Bullet Journal.


Langkah pertama sebelum terjun menjadi Bullet Journalist, tentu mengenal apa itu Bullet Journal terlebih dahulu. Biar kita tidak terjebak pada istilah "tak kenal maka tak sayang", hihi.

Bullet Journal adalah sistem journaling yang terencana dan yang terorganisir. Terencana karena dalam Bullet Journal mengajarkan kita untuk konsisten dan segala sesuatu direncanakan terlebih dahulu.

Terorganisir karena dalam Bullet Journal terdapat beberapa komponen yang terbuat secara terpisah tetapi tetap dalam naungan satu sistem yang terpadu. Bullet journal pertama kali dibuat oleh Ryder Carol, seorang desainer produk yang tinggal di Brooklyn, NY.

2. Memahami Bullet Journal.


Sebelum kita sibuk memutuskan membeli produk buku yang cenderung mahal dan fancy, atau bingung memulai dengan layout dan komponen yang mana, mendingan kita memahami dulu tentang Bullet Journal. Yang perlu dilakukan adalah belajar langsung dari sumbernya. Supaya kita tidak merasa lelah di awal dalam perjalanan ini. Hihi..

Pada dasarnya Bullet Journal adalah sistem analog sebagai perekam jejak masa lalu (memory keeper) , alat pembantu untuk fokus di masa sekarang , dan alat perencana di masa mendatang. Itulah alasannya ada penggunaan nama Journal dibelakangnya karena juga berfungsi sebagai memory keeper. Dan... Jika di bagian pertama saya menyebutkan tentang belajar konsisten, dibagian inilah kita akan bahas kenapa bullet journal membuat kita jadi konsisten.

Rapid logging adalah istilah atau bahasa yang digunakan dalam bullet journal.

Kedengerannya susah ya..? Tapi sebenarnya prinsip kerjanya gak susah.
Dan kenapa disebut Rapid Logging (Rapid : berulang atau terus menerus , Logging : input data) karena nantinya kita harus rutin mencatat, menulis atau menginput 4 unsur berikut ini dalam bullet journal kita. Dan inilah yang membuat kita belajar menjadi konsisten, karena rutinitas menginput data ke bullet journal.

Dalam Rapid Logging ada 4 unsur utama yang harus diperhatikan:


  1. Topik
  2. Halaman
  3. Short sentence (kalimat pendek/keterangan, Bahasa mudahnya begitu kayaknya hihi..)
  4. Bullet atau simbol-simbolnya.

4 unsur dalam rapid loging inilah yang membuat bullet journal berbeda dengan sistem perencanaan pada umumnya.

Topik dan Halaman adalah unsur yang nantinya akan kita pergunakan pada modul index (pembahasan berikutnya)

Bullet atau bahasa mudahnya adalah simbol yang akan kita pergunakan dalam rapid logging. Ada 3 simbol dasar yang digunakan dalam bullet journal (simbol ini bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri).


key bullet journal indonesia


  1. Simbol . (Dot/titik) yang berfungsi sebagai penanda task/tugas.
  2. Simbol O (lingkaran) yang berfungsi sebagai penanda event (kegiatan), appoinment, atau ulang tahun.
  3. Simbol - (dash) yang berfunsi sebagai penanda notes atau catatan. Ini sangat berfungsi jika temen2 sedang dalam3 meeting, ataupun kuliah. Dash (-) bisa digunakan untuk mencatat ide, informasi, journal (memories) dll.


Short sentence atau kalimat (perintah/informasi) pendek. Jika journaling tradisional memerlukan rangkaian kata dan peristiwa yang panjang, maka dalam bullet journal tidak diperlukan. Cukup dengan kalimat pendek. Misalnya :

  • · telpon PLN
  • O ultah si A , 7 pm @resto.B
  • - adik alergi telur.

3. Mensetup Komponen Bullet Journal.


Sifat Bullet Journal yang terencana dan terorganisir tentu tak lepas dari komponen-komponen di dalamnya, iyakan..?. Jika kita sudah tahu tentang Rapid Log, Mari kita selami komponennya.

Komponen ini adalah komponen utama setiap kali kita mensetup bullet journal. Entah diawal (Buku Baru) ataupun Bulan Baru.

A. The Index.


contoh index pada bullet journal


Jika kalian pertama kali mencoba bullet journal. Pastikan untuk menyiapkan 2 lembar atau lebih halaman kosong di bagian awal buku. Gunanya nanti sebagai halaman Index kita.

Pada Tahap 2 tadi saya sudah membahas tentang pentingnya Topic Dan Halaman kan. Nah usahakan setiap rapid logging itu nantinya diberi nomor halaman dan judul, supaya kita bisa menginputnya di komponen index misalnya Halaman 15 (lembar ke 15) adalah rapid logging dari tanggal 15 Agustus 2017 - 20 Agustus 2017 , nah kita bisa memberinya Judul Week 35 pada The index.

Jadi pada saat kita membuka index bullet journal kita akan tahu bahwa halaman 15 isinya tentang Rapid Logging minggu ke 35.

B. The Future Log.


Setelah mensetup The Index , selanjutnya adalah Future Log. Future log ini isinya adalah kumpulan Monthly log dan kegiatan yang bisa kita lakukan di masa mendatang.Misal kita ingin memulainya di Bulan September, artinya kita bisa mensetupnya dari bulan September sampai Desember saja.

Contoh Future log, bisa seperti berikut ini.


contoh future log bujo
FUTURE LOG

Apa saja yang kita isi dalamnya.. ? Bisa tentang ulang tahun, event yang akan datang, deadline kegiatan mendatang, appointment, dan informasinya lainnya yang memudahkan kita untuk memprediksi atau mengatur rencana dibulan berikutnya.

C. Monthly log.


Hampir sama seperti future log, jika monthly log adalah komponen wajib yang kita setup diawal bulan. Jika future log isinya tentang garis besar peristiwa dibulan mendatang, maka monthly log isinya lebih detail. Bisa berisi tentang ultah, event, appoinment yang sebelumnya sudah diinput difuture log, juga ada tambahan lainnya. Misal awal bulan kita harus memulai project baru. Kita bisa mengisinya pada monthly log ini.


contoh monthly log pada bujo
MONTHLY LOG


Pada line atau tanggal 3 kita bisa isi " start new project" atau bisa juga kita isi tentang jatuh tempo pembayaran. Tanggal 5 "bayar Kartu Kredit" dsb.
Contoh monthly log saya di bulan Agustus.


D. Daily log.


Nah komponen inilah dimana Rapid Logging ini berada. Setiap harinya kita menginput data pada komponen ini. Dari tasks, event, appointment, ataupun informasi yang kita dapat dihari itu.
Dalam komponen ini juga, para bullet journalist sering bereksperimen tentang layout dan keunikannya. Jika ingin mengetahui tentang beberapa layout sebagai inspirasi, bisa baca postingan ini.



4. Mempelajari tentang Migrasi (migration)



Selain unsur - unsur dan keempat komponen yang kita bahas tadi, dalam Bullet Journal ada istilah Migration atau Migrasi.

Apa itu migrasi dan bagaimana caranya. ?


Migration atau migrasi adalah istilah yang digunakan oleh para bullet journalist untuk memindahkan tasks, event, ataupun oppointment yang tidak atau belum terlaksana di hari, bulan atau tahun lalu, tapi masih akan dilanjutkan di waktu mendatang.

Bagaimana kita tahu bahwa tasks, event, atau appointment itu akan kita migrasi atau tidak ? 

Kita kembali pada proses rapid logging pada daily log.

Pada saat rapid logging, jika kita sudah melaksanakan atau menjalankan tasks, appoinment atau event yang kita rencanakan, kita bisa menandainya dengan tanda silang atau coret. Jika belum biarkan saja, dari sinilah nantinya akan menjadi indikator bahwa task, event atau appointment tersebut belum dijalankan dan perlu dimigrasi atau tidak di hari, bulan, atau tahun berikutnya. Migrasi ini bisa bersifat daily (harian) , monthly (bulanan), atau yearly (tahunan).

Caranya.



  • Dihari berikutnya (misal selasa), sebelum mengisi rapid logging dihari selasa, terlebih dahulu kita cek rapid logging dihari senin. Apa ada task, appointment, atau event yang tertunda atau belum dijalankan, jika belum, apakah task, event, atau appointment itu hanya ditunda atau dibatalkan ?. Jika hanya ditunda dan ingin dilanjutkan, kita bisa menuliskannya kembali di hari selasa, dan memberi tanda > (lebih besar) diatas simbol tasks atau event sebagai pengingat bahwa task atau event itu sudah dimigrasi ke hari berikutnya.

  • Tetapi jika task atau event tersebut tidak akan dilanjutkan lagi, kita hanya perlu mencoretnya saja sebagai penanda bahwa event atau task itu tidak akan dilanjutkan.

  • Begitunpun dengan sistem monthly atau yearly. Jika ada task atau event dibulan/tahun lalu yang tertunda, dan ingin melanjutkan atau memprosesnya, maka bisa kita migrasi ke bulan atau tahun berikutnya.


5. Lakukan ! Practice


Nah, jika kita sudah mengetahui dan memahami tentang proses 1 sampai dengan 4, sudah saatnya untuk dilakukan, jangan ditunda lagi. Hihi.. Nanti moodnya keburu hilang.


contoh rapid logging pada bullet journal


Pada proses ini barulah kita bisa menentukan media tulis mana yang cocok untuk kita. Perlu digarisbawahi bahwa media tulis ini yang cocok untuk kita bukan yang lagi ngetrend di dalam sebuah komunitas saja. Cocok bisa dari segi ekonomi dan kepuasan. Jika tidak ingin menggunakan notebook yang mahal seperti notebook dengan brand ternama, jangan dipaksakan. Pakailah alat tulis yang menurut kita mampu dan cocok saja.

Supaya teman-teman gak bingung tentang komponen apa saja yang harus di setup di Bullet Journal, kalian hanya perlu untuk mensetup 5 Komponen saja. Selebihnya adalah kreatifitas kalian sendiri-sendiri dalam mensetup Collectionnya. Dan berikut ini 5 Komponen yang harus di setup untuk pemula :




6. Eksperimen.


Tahap ini tahapan yang paling diminati banyak orang ketika mereka mendengar dan melihat tentang bullet journal. jika kita memulai bullet journal dan langsung lompat ke tahap ini, maka ada 2 kemungkinan yang terjadi. challenging atau bikin bingung. hihi.. maklum, diluaran sana ada begitu banyak inspirasi komponen dan layout yang unik dan indah, tapi disaat yang bersamaan kita seringkali bertanya fungsi dan cara kerjanya komponen itu bagaimana. jadi saya sarankan, sebelum  mencapai tahap bereksperimen, alangkah lebih baik jika kita mengikuti langkah 1 - 5 diatas.  Hihi.. Eksperimen disini mengacu pada mencoba berbagai layout ataupun bongkar pasang komponen. Seperti menambahkan komponen collection, doodle page, finansial atau yang lainnya.


contoh collection pada bullet journal


Jika sudah dalam tahap ini, saya anjurkan teman-temen untuk memfollow group, page atau pun akun tentang bullet journal disosial media seperti pinterest dan instagram. Hmm.. Akan banyak inspirasi di sana. Jika ingin membaca tentang artikel yang berhubungan tentang Bullet Journal, jangan lupa untuk mengeksplorasi menu navigasi New Bullet Journalist ? Start Here !.


Itulah 6 Cara mudah membuat Bullet Journal. Dan jangan heran jika dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan masih sering gagal. Sayapun dulu begitu. Sekarang semacam kebutuhan. Hehe..

Semoga rangkuman saya tentang Bullet Journal ini membantu mempermudah teman-teman yang ingin memulainya. Dan berikut ini video singkat yang saya buat, semoga bisa lebih membantu memahami sistemnya.




Video Bullet Journal Indonesia

You May Also Like

12 comments