JENIS KERTAS DAN BUKU UNTUK BUJO [BULLET JOURNAL]

by - February 25, 2019

kertas dan buku untuk bullet journal


Adakah yang penasaran dengan jenis kertas dan buku untuk Bullet Journal ? Hihi. Jika teman-teman bingung mencari jenis kertas yang digunakan untuk membuat Bullet Journal, kali ini saya akan membuat ulasan tentang jenis kertas dan buku untuk BuJo yang pernah saya coba sebelumnya. 

JENIS KERTAS DAN BUKU UNTUK BUJO INDONESIA


Dalam PANDUAN LENGKAP BULLET JOURNAL 2019 [BACK TO BASIC], saya pernah membahas bahwa buku yang digunakan untuk BuJo bisa apa saja. Gak harus yang mahal dan bagus. Asal kita nyaman menggunakannya. Namun, banyak yang masih penasaran. Kira-kira, buku dan kertas yang bagaimana sih yang sering digunakan untuk membuat Bullet Journal ? Mak Bowgel, akan menceritakannya. 😌

KERTAS UNTUK BUJO MENURUT TEKSTUR 


Jika kita membahas tentang kertas dan buku Bullet Journal, ada 2 hal yang bisa dibahas. Yaitu menurut teksturnya dan berdasarkan Brand yang umum digunakan. Kali ini kita bahas jenis kertas untuk Bullet Journal menurut teksturnya lebih dulu ya ? 

DOTTED JOURNAL 



dotted journal ewafebri


Ngomongin BuJo, gak bisa lepas dari yang namanya Dotted Journal. Meski sebenarnya gak harus menggunakan tektur Dotted juga.

Karena banyaknya Bullet Journalist yang menggunakan kertas bertekstur Dotted, membuat Bullet Journal seolah harus menggunakannya. Padahal sebenarnya kita bisa menggunakan yang bermotif garis-garis bahkan Polos.

Memang ada banyak keuntungan jika kita menggunakan Kertas yang bertekstur Dotted.  Berikut ini keuntungan menggunakan Dotted untuk Bullet Journal :


  • Mudah untuk membuat berbagai macam Layout yang berbentuk tabel atau garis tanpa membutuhkan penggaris. Kita hanya perlu menarik garis dari titik-titik yang ada. 
  • Tidak mengganggu pemandangan jika ada sebagian yang tak harus menggunakan garis. Karena dengan kita hanya memerlukan bagian tertentu untuk saja. 
  • Bisa membentuk garis apapun sesuai keinginan kita. 

Jika ada keuntungan tentu ada kekurangan. Berikut ini kekurangannya :


  • Sulit didapatkan, karena tak semua produk Notebook mengeluarkan tektur dotted.
  • Harga relatif mahal dibandingkan yang biasa.
  • Sulit didapatkan kecuali melalui Toko Online, atau counter produk tertentu.

Itulah beberapa kekurangan dari Dotted Journal. Sangat fungsional tapi juga langka didapet, hasilnya ? Bikin Gemeeez ! 😜

GRID JOURNAL



moleskine grid journal ewafebri


Grid Journal adalah kertas dengan tekstur kotak-kotak yang kita gunakan untuk membuat Bullet Journal. Jika dibandingan dengan Dotted Journal, Grid Journal lebih mudah didapatkan.

Ada beberapa keuntungan menggunakan tekstur grid untuk Bullet Journal. Diantaranya :

  • Mudah saat kita membuat layout tabel.
  • Bisa membentuk garis tanpa harus  ada bantuan penggaris.
  • Tak perlu repot menambahkan garis pinggir kotak-kotak saat membuat layout habit tracker.

Kekurangannya barangkali sama dengan yang Dotted Journal. Kecuali jika kalian ingin membuat DIY sendiri. Di toko buku seperti Gramedia kan ada buku Grid yang bisa digunakan untuk buku pelajaran matematika. 

Nah kita bisa membuat DIY dengan memanfaatkan buku tersebut. Tinggal kita tentukan ukuran yang kita mau ataupun bisa dengan memodifikasi sampulnya supaya lebih personal. Hihihi... 

BUKU YANG UMUM DIGUNAKAN UNTUK BULLET JOURNAL 


Setelah ngebahas soal jenis kertas, saat nya membahas tentang brand yang umum digunakan oleh Bullet Journalist. Brand-brand ini TIDAK WAJIB digunakan ya... ? Saya membuat list ini untuk membantu teman-teman yang sering penasaran dengan buku yang digunakan Bullet Journalist. 


Diantara Brand yang lainnya, Leuchttrum memang yang paling umum digunakan oleh Bullet Journalist. Terutama mereka yang dari luar negeri. Sayangnya untuk kantong saya, brand ini lumayan sangat mahal.


leuchttrum review ewafebri


Leuchttrum cukup terkenal karena mereka juga mengeluarkan buku khusus untuk Bullet Journal. Yang di dalamnya berisi tentang cara membuat key Bullet dll. Tahun lalu saya dan Kelly ingin membuat Travelling Bullet Journal. Karena yang daftar hanya 10 Orang saja, jadinya belum sempet jalan. Yuk yang mau ikutan daftar ! Baca projectnya di postingan saya tentang Traveling Bullet Journal. 


Saat ini saya menggunakan Leuchttrum 1917 untuk Bullet Journal saya. Saya juga pernah mereview sebelumnya. Bahkan saya juga pernah membuat perbandingannya dengan Moleskine (kalo gak salah, hihi...).


moleskine cahier chapter ewafebri


Namun, tahun lalu saya menggunakan Moleskine Grid untuk Bullet Journal. Saya juga pernah menggunakan Moleskine Cahier Chapter dan Dotted Journal. Masalah Harga Moleskine dan Leuchttrum memang lumayan mahal. Tapi untuk kepuasan hati, itu hal hal yang berbeda. Hahaha.. 


Kalo teman-teman sering jalan-jalan ke Miniso. Jangan lupa sekalian Hunting buku untuk Bullet Journal. Saya juga menggunakan Miniso untuk Bullet Journal khusus Blogger. Hehhe..


review miniso b5 ewafebri


Buku Miniso punya beberapa tekstur dan ukuran. Ada yang Dotted Journal , ada juga yang Grid. Karena tekstur Dotted Journal gak dapet, akhirnya saya membeli yang Grid, ukuran B5. Hehe.. Harganya juga terjangkau kok Gaes. Hanya dengan Rp. 30.000 rupiah kalian bisa membawa buku Miniso yang ukuran B5.

POD 


review pod ewafebri


POD atau Print on Demand, adalah notebook ala-ala Moleskine. Memiliki ukuran yang sama seperti Moleskine 14 x 21 Cm. Ciri fisiknya sangat mirip banget sama Moleskine. Kecuali kualitas kertasnya.

POD menggunakan kertas untuk pembuatan cetak buku yang warnanya Ivory. Soal Acid Free atau tidak, saya juga belum mengetahuinya. Saya sendiri menggunakan POD untuk ideas Journal dan Sketch Notes.




Sejauh ini kalo untuk catatan tak masalah. Tapi saya gak merekomendasikan untuk membuat illustrasi menggunakan cat air, karena kualitas kertas tidak memungkinkan. Ini bedanya dengan Moleskine. Meski Moleskine hanya 70 gsm, tapi kualitas kertas masih bisa gunakan untuk cat air yang spontan.

Kekurangan lain dari POD adalah ringkihnya kualitas Cover. Belum sempat menghabiskan kertas kosong, bagian sudut buku udah sobek aja. Masalah lainnya adalah soal buku yang tak bisa terbuka secara datar (open flat). KZL aku tuh..

Tapi memang soal harga memang jauh lebih terjangkau daripada Moleskine. Kita gak bisa protes. Hahhaa.. Mau beli kualitas bagus pake Moleskine, mau pake yang ramah dikantong POD, tak masalah.

MIDORI GRID REFILL LARGE


Buat yang suka travelling dan pecinta Traveler's Notebook, refill dari Midori juga bisa kita gunakan untuk Bullet Journal. Midori sendiri mengeluarkan beberapa pilihan template, seperti Weekly bahkan Full Grid Journal.



Untuk ukuran midori lebih langsing dibandingkan Moleskine 11 x 21 Cm. Saya sendiri pernah menggunakannya untuk Bullet Journal Ramadhan 2 tahun lalu. Soal harga, kalian bisa cek diwebsitenya Tokopie.com.

YOURS ! 


Brand yang terakhir adalah Yours ! Alias milikmu sendiri hahahaha... Sekali lagi saya hanya ingin mengingatkan bahwa, Buku Bullet Journal tak harus Dotted, Grid maupun yang mahal-mahal. Kalian bisa menggunakan buku apa saja yang tersedia di rumah.

Yang terpenting adalah, kalian menyukai buku tersebut dan merasakan moment " Spark Joys " saat menggunakannya. 🤭🤭🤭




Bullet Journal itu hanyalah sebuah media atau alat produktifitas. Jadi tak harus membebani diri kita dengan membeli barang yang digunakan oleh Bullet Journalist lainnya. Pilihan tetap ada di tangan kalian.

Your Bujo Is Your Rule ! Happy Bujoing ! 

You May Also Like

21 comments

  1. aku punya yang miniso. murah meriah dan lumayan apik lah nggo nulis2 ala2 bujo amatir. hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya saya juga pake. Kertasnya tebel kok. Gak gampang tembus ke belakang tintanya. murah dan bagus. ❤️❤️❤️

      Delete
  2. Waaah ini yang lagi saya cari nih mbak, kepengen mulai bujo tapi gatau pake buku yang seperti apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa di awali dengan " buku yang paling kita suka mbak " hahaa.. itu yang penting.

      Delete
  3. Terimakasih ulasannya, Mak Bowgel hehe. Saya kemarin beli agenda, bikin lanjutan jurnal, meskipun bukan BuJo tapi sangat bermanfaat u/ mengingat task setiap harinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting kita bisa makin fokus sama kerjaan ya Maaaak ? 🥰🥰🥰🥰🥰

      Delete
  4. saya pun kalo nulis mending yang ada titik titiknya, itukan memudahkan orang dalam menulis maupun membuat sesuatu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas. Mau doodle, gambar, mindmap ataupun curhat juga aman aja. Hahhaa..

      Delete
  5. Wah, makasih banget, pengen nyari deh. Saya biasanya pakai buku agenda, karena tersedia di tobuk lokal. Kemudian bukunya anak2 yang dibeli tapi nggak dipakai. Daripada mubadzir sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku apapun gak masalah mbak. Yang penting bisa membantu makin produktif aja. ❤️❤️❤️

      Delete
  6. Wah komplit!
    Sejauh ini aku pake buku kotak-kotak kecil yang pas sekolah dipake buat catetan matematika. Dapetin buku ini juga gampang banget. Tapi ya itu, kualitas kertasnya tipis, jadi suka nembus.
    Aku pengen pake yang dotted jurnal, tapi susah banget dapetinnnya. Kalaupun dapat, kok harganya suka mahal gitu ya. Nggak rela.
    Eh, pas balik nyesel. Pas balik lagi ke toko, udah ilang aja itu dotted jurnal.
    Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. DIY kotak-kotak cuma cocok untuk nulis pake pen ya mbak. Kalo marker nembus. Tapi lumayanlah. 🤭🤭🤭

      Delete
  7. Saya pernah punya grid jurnal sewaktu masih SMA.

    ReplyDelete
  8. Wah ternyata semua ada fungsinya ya kirain aku bebas btw saya paling suka journal atau sketbuk yang kertasnya cokelat buat lettering heheh

    ReplyDelete
  9. Aku memutuskan pake dotted karena lebih gampang buatku yang nggak pandai gambar dan bikin garis aja mencong-mencong huahaha. Kemarin aku beli di Shopee, nama akunnya Bukuqustore, itu produksi sendiri sih. Kualitas kertasnya cukup oke (aku gak ada perbandingan dengan yang lainnya sih), tebal tapi sayang titik-titiknya agak miring, cuma gak terlalu bermasalah sih.

    Thank youuu Mba Evva infonya! Kalo kata temenku juga gak usah yang mewah-mewah, journaling kan buat diri sendiri, bukan dipamerin di sosmed hoho :D

    ReplyDelete
  10. Karena lebih suka nulis tok kalo journaling, aku lebih suka pake yg with lines atau no lines sekalian. Tapi lebih prefer no lines sih, jadi bisa lebih bebas nulisnya hehe, space-nya nggak terbatas. Aku dulu sempet suka nulis di kertas dotted, tapi lama-lama annoyed sama jarak titik yg terlalu dekat, jadi kalau mau nulis rapi harus kecil-kecil. Anyways, thank you infonya Mbak Ewa!

    ReplyDelete
  11. biasanya aku menulis things to do di kantor dan utk traveling di buku beginu. aku sih nyebutnyabttp notes biasa :p. sejak baca blog mba febri aja jd tau nama kerennya bullet journal hahahaha..

    tp krn aku memang ga jago menghias, baca notesku org2 bisa stress sendiri krn acak kadut :p. kayaknya sih memang cuma aku yg bisa baca dan ngerti :D. awal2 sempet pgn bisa dihias, diwarnain biar liatnya enak.apa daya, cm bertahan bbrp halaman aja :p.

    ReplyDelete
  12. Ngebaca brand nya, koq ya susah ngingetnya,..tapi syukur deh, boleh "yours"..;)

    ReplyDelete
  13. Wah terimakasih infonya kak, aku baru tau loh mengenai Bullet Journal. Abis ini aku terapin, sangat membantu artikelnya. Makasih kak :)

    ReplyDelete

Hi Gaes.. Jika kalian tak menemukan kolom komentar, mohon untuk mencari artikel yang ingin dikomentari melalui Home , atau pilih label, kemudian klik " Link Komentar " , yang berwarna salmon (peach pastel). Akan muncul kolom komentar baru. Mohon maaf ketidaknyamanannya.. 🙏