REVIEW | LEUCHTTURM 1917 BLACK COVER (EMBOSSED)

by - September 05, 2018


REVIEW | LEUCHTTURM 1917


LEUCHTTURM 1917


Tanggal 3 September sepertinya menjadi tanggal tak terlupakan bulan ini. Mimpi apa saya, barang yang selama ini cuma diangan-angan, ada didepan mata, hahaha.. Setelah kemarin sempet kagum dengan Leuchttrum 1917 edisi Bullet Journal yang kirim oleh Kelly yang akan dijadikan Travelling Bullet Journal, kali ini saya terkagum dengan Leuchtturm 1917 edisi emboss, kiriman TOKOPIE

Biar pada gak penasaran lagi, saya akan mereview seperti apa penampakan Leuchttrum 1917 sesaat lagi. 



Leuchttrum 1917


SEJARAH LEUCHTTURM 1917


Buat Bullet Journalist, tentu sudah sangat familiar mendenger kata Leuchttrum 1917 . Karena produk ini cukup terkenal dan paling sering direkomendasikan di dunia Perbujoan. Tapi bagi yang kurang mengenal Bullet Journal, tentu akan bertanya-tanya,  Sebenarnya apa sih Leuchttrum itu ? 

Leuchtturm 1917 adalah Notebook yang ditemukan pada tahun 1917. Dan di bangun kembali di Hamburg pada tahun 1948. Pada tahun 1990an Axel dan Max Stürken mengambil alih managemennya dan membuat Leuchtrumm makin berkembang seperti sekarang ini . 

REVIEW PRODUK LEUCHTTURM 1917


Jika Moleskine menggunakan Tammoe paper, maka kelebihan Leuchtturm adalah Acid Free. Salah satu kelebihan kertas Acid free adalah tidak mudah berubah warna menjadi kuning apabila disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.



Review Leuchtturm 1917 , terdapat tabel yang bisa digunakan untuk Index.


Sementara beberapa ciri spesifik yang di tawarkan oleh Leuchtrum adalah : 


  • Memiliki 249 Halaman (bolak-balik) yang kesemuanya sudah ada nomor halamannya. 
  • Ukuran buku lebih lebar 145 mm x 210 mm 
  • Pada bagian depan ada tabel yang bisa digunakan untuk Index halaman
  • Sama halnya seperti Moleskine, memiliki pocket dibagian belakangnya.
  • Ada 8 kertas yang bisa disobek karena terdapat garis bantu untuk memudahkan disobek.
  • Gratis sticker dan label
  • Menggunakan teknik jahit yang memudahkan alas bukunya untuk dibuka secara rata (flat)
  • Kertasnya bisa menahan tinta (terutama semacam fountain pen)
  • Dibeli catatan / lampiran mengenai sejarah terbentuknya Leuchtturm. 
  • Pembatas pita ada 2.
  • Terdiri dari banyak pilihan warna.

Ada 4 ukuran yang ditawarkan Leuchtturm 1917


  • Master : ukuran 225 x 315 mm ukuran terbesar pada Leuchtturm, 233 halaman bolak balik.
  • Medium : ukuran 145 x 210 mm , ukuran yang cocok untuk Bullet Journal nie, hehe.., 249 halaman bolak balik. 
  • Pocket : ukuran 90 x 150 mm , mudah dibawa-bawa dalam kantong. Hihi.. , 185 halaman 
  • Reporter pocket : ukuran 90 x 150 mm, 192 halaman. (Semua pattern tersedia kecuali yang Dots)

Terdapat 4 Pattern kertas 


  • Ruled / bergaris. 
  • Squared / kotak-kotak
  • Plain / polos
  • Dots / titik-titik


Review Leuchttrum 1917 terdapat no. halaman dibagian bawahnya.


Jika dibandingkan dengan Moleskine, ada beberapa perbedaan mendasar diantara keduanya : 


MOLESKINE 


  • Tidak memiliki nomor halaman , sehingga harus menambahkannya sendiri.
  • Tidak memiliki tabel content yang bisa digunakan untuk Index halaman.
  • Ukuran lebih ramping 140 mm x 210 mm
  • Dotted paper hanya terdapat pada soft cover sementara Leuchtturm Hard Cover.
  • Tidak label gratis untu labelling kalo udah mau disimpen.
  • Di Indonesia lebih mudah didapat karena ada beberapa gerai khusus Moleskine di beberapa Mall.
  • Harganya lebih Murah di Indonesia karena ada faktur kemudahan didapat juga. 
  • Pita pembatasnya dalam 1 buku hanya 1 saja
  • Pada Moleskine terdapat kode produksi, berupa sticker yang bisa ditempel sebagai bukti bahwa buku tersebut sudah melewati proses pengkontrolan. 


Nah pertanyaannya sekarang 


" dimana saya bisa mendapatkannya " 



" Berapa harganya ? " 


Kisaran Rp. 475.000,- - Rp. 500.000,- tergantung kurs mata uang. 



Pada bagian Sleeve luar Leuchttrum 1917  terdapat deskripsi umum produknya 


Semenatara kekurangan Leuchttrum 1917 jika dibandingkan dengan Moleskine diantaranya : 



  • Sulit didapatkan, kecuali dengan cara online. Seperti membeli di TOKOPIE.
  • Belum ada Counter Khusus seperti Moleskine di Indonesia. 
  • Harga cenderung sedikit lebih mahal dibandingkan Moleskine (karena Faktor ketidakadaan counter atau distributor resmi di Indonesia)


Selanjutnya nanti , saya akan mereview perbedaan kertasnya ketika saya sudah mengunakan untuk menggambar ataupun melukis. Sejauh ini ketika saya menggunakan pena Sarasa, kertas masih aman, tidak tembus ke belakang. Jika teman-teman punya informasi lebih banyak lagi tentang Leuchttrum 1917, dan ingin menambahkan, silahkan ditulis dikolom komentar. Dan jika teman-teman merasa informasi ini bermanfaat, jangan lupa untuk Subscribe ataupum di Share ke teman lainnya. Terima kasih, sampai jumpa direview selanjutnya. 

HAPPY READING !

You May Also Like

2 comments

  1. Haloooo~~~ Leuchtturm itu dijahit benang yah?

    kertasnya lebih tebel dari moleskine?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak.. iya leuchtturm dijahit benang tengahnya.. ketebalan kertasnya mirip sih, cuma lebih lebar dan acid free.

      Delete

Hi Gaes.. Jika kalian tak menemukan kolom komentar, mohon untuk mencari artikel yang ingin dikomentari melalui Home , atau pilih label, kemudian klik " Link Komentar " , yang berwarna salmon (peach pastel). Akan muncul kolom komentar baru. Mohon maaf ketidaknyamanannya.. 🙏