BUJO INDONESIA | REVIEW MOLESKINE DOTTED JOURNAL

by - January 25, 2019

REVIEW MOLESKINE DOTTED JOURNAL BY EWAFEBRI


Belakangan ini saya sering mendapat pertanyaan tentang buku yang saya gunakan. Untuk menjawab penasaran teman-teman, saya akan membahas sekaligus mereview Moleskine Dotted Journal (Soft Cover). Notebook yang menyerupai Leuchttrum 1917.




REVIEW MOLESKINE DOTTED JOURNAL (SOFT COVER)


Pertama kali saya mendengar nama Moleskine, terasa amat asing di telinga. Buku macam apa sih Moleskine ini ? Penasaran saya ubek-ubek di Google. Hihi.. Owh, ternyata Moleskine ini adalah nama brand buku yang berasal dari Perancis.

Kalo temen-temen udah sempet browsing di Blog ini pasti menemukan beberapa bahasan tentang Moleskine. Pun, kali ini saya juga ingin membahas tentang Moleskine, bedanya. Moleskine kali jenisnya Dotted Journal (soft cover).

Demam Bullet Journal sudah mulai melanda Indonesia nie, terbukti ada yang sudah mulai membentuk komunitas Bullet Journal di Facebook. Ada grup Bulletjournalid (saya termasuk anggotanya), atau account Bullet Journal yang mulai bertebaran di instagram.

Saya sendiri beberapa waktu lalu sempet membuat page BULLET JOURNAL INDONESIA. Yang sampai saat ini ada 500 orang yang follow di dalamnya. Saya juga sering memposting beberapa contoh penggunaan Bullet Journal dalam page atau grup tersebut. Dan, sering pula mendapatkan pertanyaan tentang buku yang saya gunakan.





DIMENSI MOLESKINE DOTTED JOURNAL SOFT COVER


Saya pernah menggunakan produk Moleskine yang soft cover. Hampir sama seperti produk Moleskine lainnya yang memiliki tekstur kertas tipis. Saya menggunakan ukuran Large yaitu 14 x 21 cm. Untuk ukuran lengkap lainnya, kalian bisa membacanya Di Sini.

COVER MOLESKINE DOTTED JOURNAL


Ciri fisik yang paling menonjol dibandingkan produk Moleskine lainnya adalah bagian Covernya. Jika dibandingkan dengan Hard cover, Soft Cover ini cenderung gak bisa terbuka lebar dan lurus sejajar dengan alas bagian bawah (atau hanya perasaan saya saja.. ?), dan yang pasti lebih terlihat rapuh (fragile).






Untuk melindungi sampul lebih tahan lama (gak gampang sobek), saya tambahkan sampul buku yang terbuat dari kulit (DIY). Harapannya semoga sampulnya tetap bagus sampai titik kertas yang terakhir. Hihihi..

JENIS KERTAS


Jenis kertas yang digunakan,  sama seperti produk Moleskine yang lainnya (Grid dan Plain), yaitu menggunakan bersertifikat Forest Stewardship Council & acid free. Perbedaannya hanya terletak pada pattern (tekstur) yang berbentuk titik-titik.

Apakah Moleskine bisa digunakan untuk Cat Air ? 


Pertanyaan ini juga yang sering saya terima . Bagaimana saya menggunakan cat air untuk illustrasi di atas kertas Moleskine. 

Meskipun sangat tipis, Moleskine mampu menahan penyerapan air (hingga layer ketiga) dengan baik. Jadi gak harus menggunakan kertas khusus cat air. Hal tersebut yang akhirnya membuat saya jadi ketagihan menggunakan produk Moleskine. 


Illustrasi cat air pada kertas moleskine


Belakangan ini saya lagi gemar membuat illustrasi sebagai collection pada Bullet Journal saya, sekaligus menuangkan hobbi corat coret yang gak jelas. Karena itu Moleskine menjadi produk pilihan buat saya.


Bullet Journal on Moleskine
Bullet Journal on Moleskine

Baca Juga : Review Moleskine Plain Large


TRIK MEMBUAT ILLUSTRASI CAT AIR DI ATAS KERTAS MOLESKINE



Untuk membuat Illustrasi menggunakan cat air, memang ada trik tersendiri. Supaya air yang digunakan tidak membuat kertas jadi keriting. Trik yang sering saya gunakan adalah :


  • Sediakan alat pengering. Entah berupa heat gun ataupun kipas angin. Saya menggunakan kipas angin kecil karena lebih murah dan mudah didapatkan. Hihi.. 
  • Gunakan maksimal 3 layer saja. Karena karakter kertas yang tipis, serta bukan didesain khusus untuk cat air. Kertas Moleskine tidak mampu menyerap banyak air. Sehingga kertas mudah sobek dan kucel.
  • Sambil melukis pastikan untuk menyalakan kipas angin didepannya. Sehingga cat air lebih cepat mengering.
  • Mix warna pada palet. Karena Moleskine tidak cocok untuk teknik Flatwash. 
  • Tambahkan detail gambar menggunanakan pensil warna atau waterbased marker. Supaya tidak menggunakan banyak cat air.
  • Hindari penggunakan pen atau marker berkandungan alkohol. Atau alcohol based. Karena bisa dipastikan akan tembus ke belakang kertas. 


Cat air di Moleskine
Contoh penggunaan Cat Air pada Moleskine



  • Bahkan tetep keren meskipun saya menggunakan mixed media (cat air dan pensil warna) plus clear varnish.
  • Saya menggunakan Clear Pylox (atau bisa Varnish). Supaya illuatrasinya lebih awet dan tidak mudah larut jika terkena cipratan air.




  • Penggunaan Fountain Pen pun masih aman kok Gaes. Fountain pen gak tembus ke belakang. Huhuhu.. Kereen.
  • Kelebihan lainnya adalah warna yang dihasilkan terlihat transparant namun vibrant.





  • Kalo buat watercolor aja no problemo, apalagi cuma buat sketch ya.. ? Hihi.. Contoh gambar dibawah ini. Cukup menggunakan drawing pen.



Drawing pen di atas kertas Moleskine - REVIEW MOLESKINE DOTTED


Buat temen-temen yang penasaran dengan produk ini silahkan dicoba, tapi soal harga, Moleskine memang cenderung lebih mahal dibandingkan produk buku yang lainnya. Kisaraan harga kurang lebih sekitar Rp. 200.000,- sampai Rp. 600.000,- tergantung ukuran dan jenisnya.

KESIMPULAN 


Untuk memudahkan, saya akan membuat kesimpulan tentang Review Moleskine Dotted Journal : 

  • Moleskine Dotted Journal bisa menjadi alternatif pengganti Leuchttrumn 1917. Karena di Indonesia lebih mudah didapatkan.
  • Cover Moleskine lebih mudah rusak karena jenisnya Soft. Supaya lebih awet harus ada cover pelindung.
  • Harga terbilang mahal, terutama jika hanya untuk corat coret.
  • Bisa untuk illustrasi cat air jika menggunakan trik tertentu.
  • Tersedia berbagai macam ukuran pilihan.
  • Kertas tipis tapi menggunakan jenis Tammoe.
  • Tidak terdapat nomor halaman. Jadi jika ingin menggunakannya untuk Bullet Journal, harus diberi nomor sendiri.
  • Tidak Open Flat, karena binding tidak sekokoh Hard Cover. 


Nah itulah beberapa kesimpulan yang saya dapat. Dan beberapa alasan kenapa saya "jatuh cinta sama Moleskine" , bahkan seringkali tutup mata sama harganya.. (Hoaaaaa.. )

Buat yang ingin mencoba Moleskine, silahkan merapat ke counter Moleskine terdekat. Tapi jika terasa terlalu mahal, jangan dipaksakan. Cobalah menggunakan produk buku yang harganya ramah di kantong. Karena sesungguhnya, sebuah karya bagus tidak harus menggunakan material yang mahal. Hehe.. (Tapi harga tetep menentukan kualitas.. Kyaaaaa.. Puyeng..)

Cukup sekian review saya tentang Moleskine Dotted Journal ini. Semoga nanti ada buku lain yang bisa saya review. Jangan lupa Comment dan Share jika berguna dan bisa membantu ya ?.




HAPPY JOURNALING !

You May Also Like

14 comments