6 CARA MUDAH MEMULAI BULLET JOURNAL

by - August 18, 2017


Bullet Journalist Indonesia adalah Blog yang mengupas tentang produktifitas , pengembangan diri ( self development, dan terapi menggunakan bullet journal dan seni (art).




Merdekaa.. Merdekaa..

Dirgahayu ke 73 Indonesia..
Terima kasih kepada Para Pahlawan yang sudah memperjuangkan Kemerdekaan NKRI.
By the way, apa makna 17 Agustus buat teman-teman.. ?
Buat saya pribadi, 17 Agustus itu moment kita mengingat jasa pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan, moment mengingat sejarah bangsa Indonesia, moment mensyukuri nikmat kemerdekaan, moment mengingat Kebhinekaan kita, moment menikmati hiburan dan berburu hadiah, dan tentu moment berburu diskon dan gratisan. Hihi.. Lengkap deh.

Postingan saya kali ini masih berhubungan dengan kemerdekaan. Yup.. Merdeka dari tumpukan pekerjaan dan pikiran kita,  dengan bantuan Bullet Journal.
Loh, emang bisa.. ? Bisa banget.. !

Postingan ini juga sekaligus menjawab beberapa pertanyaan teman-teman tentang bagaimana memulai bullet journal.

Mau tahu caranya.. ? Hihi.

Berikut ini saya membuat


6 langkah mudah membuat Bullet Journal Indonesia.


1. Mengenal Bullet Journal.


Langkah pertama sebelum terjun menjadi bullet journalist, tentu mengenal apa itu bullet journal terlebih dahulu. Biar kita tidak terjebak pada istilah "tak kenal maka tak sayang", hihi.

Bullet journal adalah sistem journaling yang terencana dan yang terorganisir. Terencana karena dalam bullet journal mengajarkan kita untuk konsisten dan direncanakan. Terorganisir karena dalam bullet journal terdapat beberapa komponen yang terbuat secara terpisah tetapi tetap dalam naungan bullet journal.
Bullet journal pertama kali dibuat oleh Ryder Carol, seorang desainer produk yang tinggal di Brooklyn, NY.

2. Memahami Bullet Journal.


Sebelum kita sibuk memutuskan membeli produk buku yang cenderung mahal dan fancy atau bingung memulai dengan layout dan komponen yang mana, mendingan kita memahami dulu tentang Bullet Journal. Yang perlu dilakukan adalah belajar langsung dari sumbernya. Supaya kita tidak merasa lelah di awal dalam perjalanan ini. Hihi..
Pada dasarnya bullet journal adalah sistem analog sebagai perekam jejak masa lalu (memory keeper) , alat pembantu untuk fokus di masa sekarang , dan alat perencana di masa mendatang. Itulah alasannya ada nama jurnal dibelakangnya karena juga berfungsi sebagai memory keeper.
Dan... Jika di bagian pertama saya menyebutkan tentang belajar konsisten, dibagian inilah kita akan bahas kenapa bullet journal membuat kita jadi konsisten.

Rapid logging adalah istilah atau bahasa yang digunakan dalam bullet journal.

Kedengerannya susah ya..? Tapi sebenarnya prinsip kerjanya gak susah.
Dan kenapa disebut Rapid Logging (Rapid : berulang atau terus menerus , Logging : input data) karena nantinya kita harus rutin mencatat, menulis atau menginput 4 unsur berikut ini dalam bullet journal kita. Dan inilah yang membuat kita belajar menjadi konsisten, karena rutinitas menginput data ke bullet journal.

Dalam Rapid Logging ada 4 unsur utama yang harus diperhatikan:


  1. Topik
  2. Halaman
  3. Short sentence (kalimat pendek/keterangan, Bahasa mudahnya begitu kayaknya hihi..)
  4. Bullet atau simbol-simbolnya.

4 unsur dalam rapid loging inilah yang membuat bullet journal berbeda dengan sistem perencanaan pada umumnya.

Topik dan Halaman adalah unsur yang nantinya akan kita pergunakan pada modul index (pembahasan berikutnya)

Bullet atau bahasa mudahnya adalah simbol yang akan kita pergunakan dalam rapid logging. Ada 3 simbol dasar yang digunakan dalam bullet journal (simbol ini bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri)


  1. Simbol . (Dot/titik) yang berfungsi sebagai penanda task/tugas.
  2. Simbol O (lingkaran) yang berfungsi sebagai penanda event (kegiatan), appoinment, atau ulang tahun.
  3. Simbol - (dash) yang berfunsi sebagai penanda notes atau catatan. Ini sangat berfungsi jika temen2 sedang dalam3 meeting, ataupun kuliah. Dash (-) bisa digunakan untuk mencatat ide, informasi, journal (memories) dll.


Short sentence atau kalimat (perintah/informasi) pendek. Jika journaling tradisional memerlukan rangkaian kata dan peristiwa yang panjang, maka dalam bullet journal tidak diperlukan. Cukup dengan kalimat pendek. Misalnya :
  • · telpon PLN
  • O ultah si A , 7 pm @resto.B
  • - adik alergi telur.


Singkat, padat dan jelas. Hehe..


3. Mensetup Komponen Bullet Journal.


Sifat bullet journal yang terencana dan terorganisir tentu tak lepas dari komponen-komponen di dalamnya, iyakan.. ?
Jika kita sudah tahu tentang Rapid Log, Mari kita selami komponennya.

Komponen ini adalah komponen utama setiap kali kita mensetup bullet journal. Entah diawal (Buku Baru) ataupun Bulan Baru.

A. The Index.


Jika kalian pertama kali mencoba bullet journal. Pastikan untuk menyiapkan 2 lembar atau lebih halaman kosong di bagian awal buku. Gunanya nanti sebagai halaman Index kita.

Pada Tahap 2 tadi saya sudah membahas tentang pentingnya Topic Dan Halaman kan. Nah usahakan setiap rapid logging itu nantinya diberi nomor halaman dan judul, supaya kita bisa menginputnya di komponen index misalnya Halaman 15 (lembar ke 15) adalah rapid logging dari tanggal 15 Agustus 2017 - 20 Agustus 2017 , nah kita bisa memberinya Judul Week 35 pada The index.

Jadi pada saat kita membuka index bullet journal kita akan tahu bahwa halaman 15 isinya tentang Rapid Logging minggu ke 35.

B. The Future Log.


Setelah mensetup The Index , selanjutnya adalah Future Log. Future log ini isinya adalah kumpulan monthly log. Tidak harus dari bulan Januari sampai Desember, cukup bulan dimana kita memulai bullet journal hingga akhir tahun.

Misal kita ingin memulainya di Bulan September, artinya kita bisa mensetupnya dari bulan September sampai Desember saja.

Contoh Future log, bisa seperti berikut ini.


FUTURE LOG

Apa saja yang kita isi dalamnya.. ? Bisa tentang ulang tahun, event yang akan datang, deadline kegiatan mendatang, appointment, dan informasinya lainnya yang memudahkan kita untuk memprediksi atau mengatur rencana dibulan berikutnya.

C. Monthly log.


Hampir sama seperti future log, jika monthly log adalah komponen wajib yang kita setup diawal bulan. Jika future log isinya tentang garis besar peristiwa dibulan mendatang, maka monthly log isinya lebih detail. Bisa berisi tentang ultah, event, appoinment yang sebelumnya sudah diinput difuture log, juga ada tambahan lainnya. Misal awal bulan kita harus memulai project baru. Kita bisa mengisinya pada monthly log ini.
Pada line atau tanggal 3 kita bisa isi " start new project" atau bisa juga kita isi tentang jatuh tempo pembayaran. Tanggal 5 "bayar Kartu Kredit" dsb.
Contoh monthly log saya di bulan Agustus.

MONTHLY LOG


D. Daily log.


Nah komponen inilah dimana Rapid Logging ini berada. Setiap harinya kita menginput data pada komponen ini. Dari tasks, event, appointment, ataupun informasi yang kita dapat dihari itu.
Dalam komponen ini juga, para bullet journalist sering bereksperimen tentang layout dan keunikannya. Jika ingin mengetahui tentang beberapa layout sebagai inspirasi, bisa baca postingan ini.


4. Mempelajari tentang Migrasi (migration)



Selain unsur - unsur dan keempat komponen yang kita bahas tadi, dalam bullet journal ada istilah migration atau migrasi.

Apa itu migrasi dan bagaimana caranya. ?


Migration atau migrasi adalah istilah yang digunakan oleh para bullet journalist untuk memindahkan tasks, event, ataupun oppointment yang tidak atau belum terlaksana di hari, bulan atau tahun lalu, tapi masih akan dilanjutkan di waktu mendatang.
Bagaimana kita tahu bahwa tasks, event, atau appointment itu akan kita migrasi atau tidak.
Kita kembali pada proses rapid logging pada daily log.
Pada saat rapid logging, jika kita sudah melaksanakan atau menjalankan tasks, appoinment atau event yang kita rencanakan, kita bisa menandainya dengan tanda silang atau coret. Jika belum biarkan saja, dari sinilah nantinya akan menjadi indikator bahwa task, event atau appointment tersebut belum dijalankan dan perlu dimigrasi atau tidak di hari, bulan, atau tahun berikutnya. Migrasi ini bisa bersifat daily (harian) , monthly (bulanan), atau yearly (tahunan).

Caranya.



  • Dihari berikutnya (misal selasa), sebelum mengisi rapid logging dihari selasa, terlebih dahulu kita cek rapid logging dihari senin. Apa ada task, appointment, atau event yang tertunda atau belum dijalankan, jika belum, apakah task, event, atau appointment itu hanya ditunda atau dibatalkan ?. Jika hanya ditunda dan ingin dilanjutkan, kita bisa menuliskannya kembali di hari selasa, dan memberi tanda > (lebih besar) diatas simbol tasks atau event sebagai pengingat bahwa task atau event itu sudah dimigrasi ke hari berikutnya.

  • Tetapi jika task atau event tersebut tidak akan dilanjutkan lagi, kita hanya perlu mencoretnya saja sebagai penanda bahwa event atau task itu tidak akan dilanjutkan.

  • Begitunpun dengan sistem monthly atau yearly. Jika ada task atau event dibulan/tahun lalu yang tertunda, dan ingin melanjutkan atau memprosesnya, maka bisa kita migrasi ke bulan atau tahun berikutnya.


5. Lakukan !


Nah, jika kita sudah mengetahui dan memahami tentang proses 1 sampai dengan 4, sudah saatnya untuk dilakukan, jangan ditunda lagi. Hihi.. Nanti moodnya keburu hilang.
Pada proses ini barulah kita bisa menentukan media tulis mana yang cocok untuk kita. Perlu digarisbawahi bahwa media tulis ini yang cocok untuk kita bukan yang lagi ngetrend di dalam sebuah komunitas saja, cocok bisa dari segi ekonomi dan kepuasan. Jika tidak ingin menggunakan notebook yang mahal seperti notebook dengan brand ternama, jangan dipaksakan. Pakailah alat tulis yang menurut kita mampu dan cocok saja.

6. Eksperimen.


Tahap ini tahapan yang paling diminati banyak orang ketika mereka mendengar dan melihat tentang bullet journal. jika kita memulai bullet journal dan langsung lompat ke tahap ini, maka ada 2 kemungkinan yang terjadi. challenging atau bikin bingung. hihi.. maklum, diluaran sana ada begitu banyak inspirasi komponen dan layout yang unik dan indah, tapi disaat yang bersamaan kita seringkali bertanya fungsi dan cara kerjanya komponen itu bagaimana. jadi saya sarankan, sebelum  mencapai tahap bereksperimen, alangkah lebih baik jika kita mengikuti langkah 1 - 5 diatas.  Hihi.. Eksperimen disini mengacu pada mencoba berbagai layout ataupun bongkar pasang komponen. Seperti menambahkan komponen collection, doodle page, finansial atau yang lainnya.
Jika sudah dalam tahap ini, saya anjurkan teman-temen untuk memfollow group, page atau pun akun tentang bullet journal disosial media seperti pinterest dan instagram. Hmm.. Akan banyak inspirasi disana. atau bisa klik tentang bullet journal ini.
Seru kan.. ?
Itulah 6 Cara mudah membuat bullet journal. Dan jangan heran jika dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan masih sering gagal. Sayapun dulu begitu. Sekarang semacam kebutuhan. Hehe..

Semoga rangkuman saya tentang bullet journal ini membantu mempermudah teman-teman yang ingin memulai dan belajar bullet journal. dan semoga bermanfaat.. Baiklah.. Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.


Update (28 Desember 2017)


Karena banyaknya pertanyaan tentang bagaimana memulai bullet journal ? Saya buat video penjelasannya. Pada dasarnya hanya ada 4 komponen yang perlu dibuat.  Yaitu :
  • Menentukan key bullets.
  • Membuat The Index.
  • Membuat Future Log
  • Membuat Monthly Log
Kemudian Rapid Logging.

Selebihnya adalah pelengkap.

Dan supaya gak merasa lelah bikin bullet journal, hal yang perlu diperhatikan adalah

1. Bikin dan pahami basic versionnya dulu.

2. Your bujo is yours ! Tidak perlu terintimidasi dengan bujo orang lain. Buat bujo yang cocok buat kamu. Cuma to do list aja gak masalah. Gak punya collection gak berdosa.
Gak ada cara yang salah dan benar. 😂 semua tergantung penggunanya.

3. Untuk memahami istilah dalam bullet journala kalian bisa melihat bujo's glossary.

Buat yang kamu pingin aja..

Dan berikut video  cara membuat basic bullet journalnya :




Semoga postingan ini mencerahkan teman-teman yang ingin mencoba. 😘❤


You May Also Like

10 comments

  1. setelah baca postingan ini saya jadi tertarik untuk membuat journal juga tapi masih bingung harus memulai dari mana, jika tidak keberatan boleh minta sarannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika kakak sudah baca ini , segera laksanakan kak.. Hihi.. Yang pertama.. Gunakan buku baru Kosongkan 2 lembar bagian depan, lalu buat future log (bisa seperti contoh diatas) bulan agustus, september, oktober, november, desember. Jika sudah.. Buat monthly log bulan agustus yang simple aja.. Lembar berikutnya mulai rapid log.. Semangaaat..

      Delete
  2. Ka kalo beli buku moleskine nya dmn ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi.. Bisa di gramedia (counter moleskine atau agendamoleskine.com , tokopedia juga ada tapi pilihannya banyak yang di agendamoleskine

      Delete
  3. Sebenarnya sy suka banget ngliat bullet journal punya mba maupun komunitas lainnya. Pernah jg sy memulai membuatnya tapi... sy gak konsisten yg akhirnya gak berlanjut.. hhuhuhu.. apakah ada saran supaya lebih konsisten lagi? Hhihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo.. Hihi.. Saya juga pernah mengalami hal yang sama.. Memang awalnya sulit jika kita ingin membangun sebuah habit, tapi kalo dari pengalaman saya, minimal 2 minggu diawal kita mampu bertahan dan konsisten membangun habit, insyallah selanjutanya lebih mudah. Dan mungkin dimulai dengan layout yang simple dulu dan tidak perlu banyak komponen. Seperti hanya menggunakan rapid log atau to do list. Dan usahakan isinya tentang sesuatu yang memang "harus" dilakukan saat itu.

      Semoga tipsnya membantu. Minimal 2 minggu membangun konsistensi tanpa henti (jangan terlewati 1 haripun)

      Delete
  4. Hai kak febri , sangat membantu sekali postnya , saya udah kenal bujo beberapa bulan yang lalu tapi tiap nyoba selalu gagal , mulai aktif lagi baru baru ini meskipun cuma di daily log sama finansial ,gimana ya kak kok belum bisa berkembang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa.. Bullet journal juga tentang perjalanan. Mencoba, gagal, coba lagi.. Sampai kita menemukan yg cocok untuk kita.. Jangan menyerah.. Semangat terus.

      Delete
  5. Kadang saya suka kehabisan kreativitas buat bikin bujo, gimana dong kak? minta saran dong, pas lagi mau bikin bujo kayak otak gamau jalan buat bikin apalagi biar menarik

    ReplyDelete
  6. Mungkin dicoba dulu untuk direview, kenapa ingin membuat bullet journal ?. Karena pada dasarnya bullet journal itu semacam alat saja untuk membantu kita mengejar target gak fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Jadi gak harus menarik dengan banyak komponen, layout atau doodlepun gak masalah. Kalo bullet journal terasa membebani, mungkin sudab saatnya nyoba alat produktivitas lainnya. Tidak perlu dipaksakan. Tapi kalo ingin mencobanya, bisa cari ide2 dipinterest atau ikut komunitas bullet journal. Mungkin bisa terinspirasi dari teman2 yang lainnya.

    ReplyDelete

Hi Gaes.. Jika kalian tak menemukan kolom komentar, mohon untuk mencari artikel yang ingin dikomentari melalui Home , atau pilih label, kemudian klik " Link Komentar " , yang berwarna salmon (peach pastel). Akan muncul kolom komentar baru. Mohon maaf ketidaknyamanannya.. 🙏