10 TIPS MENGOPTIMALKAN FOTO DAN GAMBAR PADA BLOG

by - March 26, 2019

tips mengoptimalkan foto dan gambar pada blog


Berapa banyak jumlah image yang ideal dalam satu postingan di Blog ? Pertanyaan ini mendadak mengganggu saya. Sebelumnya saya gak terlalu peduli masalah seperti ini. Tetapi setelah saya blogwalking dan mendapati suatu pesan di kolom komentar pemilik Blog, saya jadi mikir. Emang ada aturan berapa banyak foto yang harus kita muat ? untuk menjawab teka-teki ini, yuk baca 10 tips mengoptimalkan foto dan gambar pada Blog  ! hihi..  

10 TIPS MENGOPTIMALKAN FOTO DAN GAMBAR PADA BLOG


Berawal dari Blogwalking, rasa penasaran saya tentang berapa jumlah yang direkomendasikan dalam satu postingan pun muncul. Saat itu saya menemukan kritikan sang komentator terhadap pemilik Blog. Yang menarik buat saya adalah kritikan itu gak berhubungan dengan tulisan dan tema artikelnya. Tetapi kritikan itu berbunyi , " Posting fotonya kebanyakan ! ".


SURVEI INSTAGRAM




survey jumlah ideal foto untuk blog


Kemudian saya jadi mikir, jangan-jangan selama ini image yang saya gunakan terlalu berlebihan. Dari pikiran itu kemudian timbullah survei kecil-kecilan yang saya lakukan di Instastory Ewafebri. Saya pingin tahu, selama ini para Blogger yang sudah lebih dulu malang melintang, menggunakan berapa banyak jumlah fotonya.

Dari survey singkat itu, saya mendapatkan jawaban yang beragam. Mereka dominan menjawab 2 - 3 photo/image sudah cukup untuk satu postingan. Ada juga jawaban yang mewakili pendapat saya pribadi " Suka-suka pemilik Blog mau berapa ! " hahaha.



tips optimasi foto dan gambar di blog


Tapi rasa penasaran saya gak berhenti. Saya tetap mencoba mencari jawaban yang lebih meyakinkan lagi. Akhirnya saya menemukan artikel dari Neil Patel.

FUNGSI IMAGE PADA BLOG 


Menurut Neil Patel , jumlah foto yang kita gunakan dalam setiap postingan itu disesuaikan dengan kebutuhan kita saja. Bisa 2 atau lebih, karena foto sejatinya bukan hanya pemanis, tetapi juga memberikan value pada postingan kita. Masih menurut Neil Patel juga, ada beberapa fungsi foto yang kita hadirkan dalam setiap postingan kita diantaranya : 

DIVIDER / PEMBATAS


Adakalanya kita merasa jenuh jika membaca sebuah postingan (dari atas hingga bawah ) hanya berbentuk tulisan tanpa image pendukung, entah itu berupa infografik ataupun foto biasa. Image berfungsi sebagai jeda tulisan yang terlalu panjang. Yang perlu diingat, Imagenya juga harus berhubungan dengan artikel yang sedang kita bicarakan. Jangan kita ngomongin Blog, yang diposting foto tabung gas ! hahahha #yakaleVva. 


PENDUKUNG ARTIKEL 


Masih berhubungan dengan rasa jenuh tadi, bayangkan kalo kita membaca sebuah postingan sebanyak 1500 kata tanpa ada foto yang terpampang. Kadang rasanya seperti dipaksa baca pelajaran sekolah (itu cuma berlaku sama saya aja dink ! hihi). Supaya artikel kita makin nendang, tambahkan foto sebagai faktor pendukungnya. Supaya informasi yang dimaksud penulis, bisa lebih jelas diterima oleh pembaca.

Misalnya saya sedang membahas tentang proses pembuatan si Bowgel lewat Doodle Journal, kadang informasinya kurang jelas jika saya hanya menggunakan kata-kata. Makanya, saya menambahkan image gambar, supaya pembaca lebih mudah memahami penjelasannya.

BRANDING 


art blogger bowgels and the gank


Kalo yang ini mungkin hanya berlaku pada sebagian saja. Tapi Image bagi saya juga merupakan alat branding yang sangat ampuh. Banyak teman-teman Blogger yang pernah menyebut nama saya di Blog mereka gara-gara si Bowgel. Saya sering merasa terharu. Terima kasih banyak yang sudah memperkenalkan Blog ini dan jatuh cinta sama si Bowgel. Tanpa kalian semua, apalah artinya Blog ini. Tsaah, berasa kayak memberi sambutan di mimbar 😃.

Karakter Bowgel bagi saya gak cuma penghias Blog ini. Tapi juga menjadi salah satu upaya saya untuk terus kreatif dan berkarya. Mimpi saya, pinginnya suatu hari nanti Bowgel menjadi kisah yang menginspirasi banyak orang. Kalo boleh saya jujur, Bowgel juga menjadi wujud sifat kekanak-kanakan saya sebenarnya. Semacam simbol menolak tua. Hahaha... *Wadezig*

MENGURANGI PROSENTASE BOUNCE RATE


Penambahan foto pada artikel, juga mengurangi prosentase Bounce Rate. Bounce rate adalah kondisi di mana pembaca tidak akan lama berada pada Blog kita. Bisa jadi karena beberapa kondisi berikut ini : 

  • Artikel yang terlalu panjang tapi gak ada batas bagi mata untuk berhenti sejenak. Yang seperti ini memungkinkan pembaca kabur sebelum selesai membaca semuanya. Bisa karena bosan atau mata jadi terasa lelah. 
  • Menurut penelitian otak kita itu lebih mudah menerima informasi berupa gambar (foto atau infografik). Nah, kalo pas mata kita scanning seluruh artikel dan gak ada gambar sama sekali, ada kecenderungan untuk langsung ngacir melihat tulisan yang panjang (jadi ingat masa masa sekolah 😂). Ini mungkin gak berlaku pada yang suka baca. Hihihi.. 



By the way kenapa Bounce Rate saya terlalu kecil ? Sepertinya ini karena saya memasang 1 Google Analytic untuk 2 Blog. Makanya nilainya jadi aneh bin ajaib. Jangan dicontoh ya ! 🤭

Jangan kan menjelajah postingan yang lain, bahkan mereka juga gak akan membaca postingan kita hingga selesai. Ibaratnya datang sebentar, kemudian pergi tak kembali (halaaaaaah). 

Bagi yang memikirkan SEO, kondisi ini sangat berbahaya. Bounce rate yang tinggi membuat Google memberikan gambaran bahwa Blog kita kurang menarik untuk direkomendasikan ke pembaca. Walhasil kita juga sulit menembus traffic yang banyak, apalagi  berada di halaman page one. Ujung-ujungnya sih Blog kita jadi gak banyak yang baca gitu Gaes !

Karena itulah foto atau gambar yang ada pada Blog kita itu memiliki banyak fungsi.

10 TIPS MENGOPTIMALKAN FOTO DAN GAMBAR PADA BLOG



tips mengoptimalkan image blog


Setelah saya mengetahui fungsi foto pada postingan Blog, masih ada pertanyaan yang mengganjal di benak saya ? tentang bagaimana cara meletakkan foto pada postingan supaya terlihat lebih enak dipandang mata. Ternyata ada prosedure (tak resmi), supaya penggunaan dan peletakan foto pada postingan tidak mengganggu  pandangan orang lain.



  • Seimbangkan jumlah antara tulisan artikelnya dan foto yang akan kita gunakan. Kalo terlalu monoton hanya tulisan saja, tentu akan membuat jenuh mata. Terlalu banyak foto, malah fungsinya menjadi kabur, "  ini portofolio atau blogpost ? ". Oleh karena itu, sesuaikan kebutuhan tapi usahakan tetap seimbang.
  • Menurut Neil, jarak ideal saat kita menempatkan foto antara satu dengan yang lain, minimal setelah ada tulisan 150 kata. Ini bisa kita jadikan patokan kalo pas stock foto kita banyak nie Gaes. Dengan patokan ini bisa menghindari letak foto kita ngumpul di spot tertentu. Misalnya numpuk di atas saja, atau bagian bawah saja. Memperhatikan jarak jeda bisa membuat tulisan dan foto kita jadi seimbang.
  • Pasanglah foto yang berhubungan dengan artikel yang sedang kita bahas. Supaya fotonya bisa menambahkan value pada tulisan kita. Mungkin udah gak asing dengan quote " Picture tells a thousand words ". Berdasarkan quote ini, manfaatkan foto untuk menunjukkan hal yang sulit di deskripsikan melalui tulisan. 
  • Memberikan kredit pada sumbernya jika foto tersebut bukan milik kita. Untuk sumber foto yang bisa digunakan bebas di ruang publik saya pernah membahasnya di 9 aplikasi Android untuk Blogger
  • Untuk keperluan Branding, gunakan foto yang kita miliki atau buat sendiri. Misalnya si Bowgel yang sudah menjadi primadona di Blog ini. 🤭🤭🤭🤭


ewafebri bowgels

  • Menurut beberapa ahli, meski robot Google canggih tapi dia gak bisa memahami bahasa gambar 🤣. Dia lebih paham bahasa tulisan. Jadi alangkah baiknya jika kalian juga mengisi Alt Text pada setiap gambar yang diupload. 
  • Jika kalian menggunakan photo editor, nama filenya kebanyakan menggunakan angka atau tanggal. Nah, ini usahakan untuk di rename (ganti nama file) ya ?. Supaya kalo ada yang download, bisa lebih mudah dikenali  bahwa itu gambar kita. 
  • Jangan lupa untuk selalu mengecilkan ukuran file gambar, biar gak bikin berat saat Blog sedang loading. Pun ini juga baru saya pahami. Hadeeeh, jaman dulu banget, 2 MB pun saya hajar untuk diupload. Kalo sekarang, maksimal gambar yang saya upload di sini hanya 100 kb, umumnya sih 50 kb. Makanya sering terlihat pecah, maaf ya ? maklum supaya ngirit tempat penyimpanan foto. hihi..  
  • Pemilihan format gambar. Menurut tips dari Shopify , format JPEG lebih juara dibandingkan gif ataupun png. Juara disini berdasarkan perbandingan ukuran file yang sama ya ? ( ini saya juga baru tahu, setelah browsing gara-gara artikel ini. hahaha.)
  • Menurut Bloggingwizard, jika kalian ingin menggunakan image logo, maka yang cocok digunakan adalah format PNG. Sementara untuk animasi, format yang pas adalah Gif. 

Itulah 10 Tips Mengoptimalkan foto dan Gambar pada Blog, serta bahasan tentang jumlah image yang ideal untuk satu postingan di Blog kita. Semoga bahasan ini bisa membantu memberi jawaban atas rasa penasaran seperti yang saya alami kemarin. hehehe.. Apakah teman-teman memiliki tips mengoptimalkan image pada Blog ? yuk sharing di kolom komentar. Siapa tahu ada ilmu baru yang bisa saya terapkan. Terima kasih sudah membaca.

blogging with bowgels



You May Also Like

0 comments