BERHENTI MENGOLEKSI KARENA METODE KONMARI !

by - November 30, 2018



2 Barang yang saya koleksi adalah Journal dan alat tulis/lukis. Saya gak tahu ini disebut koleksi atau memang karena kebutuhan ? Hihi.. Yang pasti barang-barang itu selalu ada dan makin bertambah.Tetapi, saya mengumpulkan (hanya) 2 barang ini untuk dikoleksi , baru terjadi 1 Tahun terakhir ini kok. Karena tahun-tahun sebelumnya, saya juga hobbi nyimpen barang-barang lainnya 😂. Alias Hoarder ! Hahhaa.. 


Baiklah sebelum saya mulai, adakah yang sudah merasakan dampak lain dari 30 Days Blog Challenge ? Selain masalah page view atau traffic blog ya Gaes ? Hihi.. Saya donk udah mulai merasakan dampak lain dari challenge ini. Yaitu mata ngantuk dan tangan pegal semua.



O.M.G ! Mungkin karena tiap hari saya harus membuat postingan tulisan, sendi-sendi tangan rasanya ngilu gimana gitu. Bisa kebayang rasanya menjadi content writter portal berita. Sehari satu postingan saja sudah membuat saya lelah hayati. Apalagi mereka ! huhuhu...




Alhamdulilahnya, walaupun dikejar-kejar (yang ngejar siapa Vva ?) ide dan deadline postingan, pikiran saya masih dalam keadaan normal. Kadang sedikit rada gimana  gitu sih... Tapi untunglah masih tetap waras, berkat minum kopi setiap hari.. Hihihi.. (itung-itung belajar kalo nanti dikejar-kejar suruh setor tulisan. Hahaha... Mimpi dulu boleh, ya ? Belum bayar kan ? )


Ewafebri Traveler notebook


Kalau ditanya soal, " barang apa yang dikoleksi di rumah ? " Jawabannya Journal dan Alat tulis/lukis. Itu udah pasti. " Barang yang lain ? " Hmmm... Sepertinya gak ada..!Gak punya hobbi koleksi ? " Punya.. Pasti punya.. ! Tapi itu dulu. Sekarang sudah gak lagi, kecuali 2 barang tersebut di atas karena memang saya membutuhkannya.

Baca Juga : 7 CARA AMPUH MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS


Akhir tahun lalu, 2017. Saya mulai mendengarkan Podcastnya The Minimalist, yang mengajarkan tentang hidup " mindfulnes ". Yaitu hidup dengan hanya memiliki benda yang benar-benar bernilai dan bermanfaat untuk kita saja.

Dari situ, Saya mulai berfikir " iki benda-benda sebanyak gini kira-kira manfaat untuk saya apa ya.. ? ". Dan kemudian saya galau.


Dalam kegalauan itu saya menemukan artikel tentang Konmari (Marie Kondo) yang mengajarkan untuk mengatur barang-barang yang kita miliki. Konsepnya hampir sama seperti yang diutarakan oleh The Minimalist. Kita hanya perlu menyimpan barang yang berguna, bernilai dan bermakna untuk hidup kita. Sisanya ? Donasikan atau Buang !.

Baca Juga : 11 MANFAAT MEMILIKI GOOD HABIT




Pada akhirnya saya memutuskan untuk membenahi diri dan mulai menerapkan Metode Konmari. Sulit ternyata ! Hahaha.. Apalagi saya harus menghilangkan banyak barang yang sebelumnya sengaja saya koleksi. Buku-buku ( Fiksi dan Non Fiksi ), aksesories (gelang, kalung), baju, pernak-pernik lucu buat journaling, boneka dll. Sebagian saya donasikan, sebagian saya buat praktek Random Act Of Kindness (saya buat kado di tempat umum) dan yang gak layak pakai, saya buang !.


Ewafebri illustration


Setelah melakukan Konmari besar-besaran, kemudian saya mikir lagi

" tapi kalo saya gak mengendalikan diri untuk GAK MENGOLEKSI lagi, ya hasilnya sama saja ! Numpuk lagi ".

Baru kemudian saya mulai berusaha untuk menerapkan teknik " membuang 5 barang yang tak bernilai (digunakan lagi) setiap hari ".

Di awal-awal melatih diri , saya butuh waktu yang relatif lama, meski hanya untuk memutuskan " di buang apa jangan ya ? ". Kadang saya ragu, kadang langsung buang. Setelah melatih diri  terus menerus " tega-tegaan buang " , kini saya lebih mudah memutuskan dan mengetahui , barang mana yang bernilai, mana yang harus didonasikan, dan barang mana yang harus masuk ke tempat sampah.

Itulah alasannya kenapa sekarang saya sudah tak banyak menyimpan barang koleksi lagi. Untuk buku bacaan, biasanya setelah selesai saya baca, saya dengan senang hati memberikan ke orang lain, atau melakukan Random Act Of Kindness. Sayang kan kalo dibuang ?  Hihi.. Paling tidak, walaupun saya belum sanggup memberi barang yang mewah-mewah, saya masih bisa memberikan buku (setelah saya baca dulu). Hahahhaa...


Ewa illustrations


Selain itu, sekarang saya juga sudah mulai mengendalikan diri untuk berbelanja, terutama barang-barang yang gak akan saya pake dalam jangka waktu yang lama. Setiap kali ingin membeli sesuatu, saya membiasakan diri untuk bertanya dalam hati , " kamu butuh, apa pingin doank Vva ? ". Pertanyaan itu sering menyelamatkan saya dari sikap Konsumtif.



Begitulah kira-kira cerita hari ini.. ? Apakah masih tetap ada yang penasaran sama barang koleksi saya ?.. Hahhaa.. Sayangnya saya sudah tidak punya.. Kecuali tumpukan Journal dan Alat lukis saja. Hihi...

Dan ini untuk pertama kalinya, postingan saya gak pake model listicle ya ? Yeaaay ! Hahahhaa.... Terima kasih yang sudah membaca. Saya tidak tahu dimana letak faedahnya curhatan ini. Hahaa... Yang penting saya lolos challenge hari ini ! Maap... ?!?! Jangan Kapok baca Blog ini lagi ya.. ? Pleaaaseee... ?!?!?!. Thank you.. Hihihi..


Ewa logo

You May Also Like

42 comments