SETUP BULLLET JOURNAL 2023

setup bujo 2023



[ewafebri.com] | SETUP BULLLET JOURNAL 2023

Hallo Bullet Journalist, bagaimana dengan Bullet Journal kalian ? Apakah masih jalan ? Atau justru udah gak ada lanjutannya ? Kayak cerita cinta kita sama mantan aja ! Hahaha... Alhamdulillah meskipun saya jarang membuat postingan tentang Bullet Journal di Blog ini, tapi saya masih konsisten memanfaatkan metode yang satu ini. Ya hanya saja memang ada beberapa elemen yang memang tidak saya setup, karena saya sadar bahwa beberapa elemen tersebut kurang bermanfaat bagi saya.

SETUP BULLLET JOURNAL 2023


Jika kalian sudah banyak yang bergerilya di timeline Youtube, mungkin sudah tidak heran lagi jika bulan-bulan ini banya banget video yang membahas tentang setup up BuJo untuk tahun depan. Biasanya video-video ini diberi judul dengan “plan with me” atau “planning with me”, dll. Bahkan Bullet Journal resminya juga sudah membuat streaming video tentang planning untuk tahun 2023.

Bedanya, kalo beberapa akun Bullet Journal membahas dengan menampilkan layout-layout andalan mereka yang yahut semua, justru official Bullet Journal hanya membahas tentang proses dan metodenya saja. Mereka lebih fokus pada proses kerjanya Bullet Journal bukan contoh layoutnya.

Di tahun 2023 nanti saya berencana membuat Bullet Journal dengan cara yan simpel namun juga produktif. Alhamdullillah tahun ini saya sudah nyaman dengan beberapa layout yang saya anggap penting. Tidak semua komponen dalam Bullet Journal akan saya setup up. Hanya beberapa yang saya anggap menjadi alat bantu produktif saya.

MEMILIH BUKU

notebook joyko





Namun sebelum itu, saya akan membahas tentang Notebook yang digunakan terlebih dahulu. Kebetulan tahun ini saya menemukan merk Notebook yang cukup murah meriah untuk BuJo. Berhubung tahun ini saya berencana membuat BuJo yang simple, saya tidak terlalu membutuhkan jenis kertas yang bagus seperti Moleskine atau Leuchtrumn.

Tahun ini saya menggunakan Notebook Dotted dari Joyko. Memiliki ukuran 13 x 21 cm, hampir seukuran dengan Moleskine. Memiliki pocket di bagian belakangnya serta dilengkapi dengan tali strip ala-ala moleskine. Bagian covernya cukup tebal (hardcover) berwarna hitam, saya tidak tahu apakah ada warna lainnya. Sementara ketebalan kertas sekitar 80 gsm. Memiliki ketebalan 196 halaman, cukup banyak juga sih ya ? Hehe..

Selain memiliki tali strip yang bisa digunakan untuk merapikan buku saat dibawa pergi, notebook ini juga dilengkapi dengan pita di bagian tengahnya yang berfungsi sebagai pembatas. Untuk harganya relatif sangat murah pake banget loh ! Mungkin agak variatif ya ? Tapi saya membeli di Tokopedia di Lix Art Supplier dengan harga Rp. 34.000,-/ pcs. Well, lumayan kan ?

Ya meskipun begitu jangan dibandingkan dengan Moleskine yang harganya luar biasa itu ya ? Hehe.. karena menurutku pasti ada perbedaanNya. Notebook Joyko sedikit memiliki efek ghosting sebenarnya, ya mungkin tidak akan cocok untuk tinta yang menggunakan material basic alkohol seperti copic dan teman-temannya. Tapi jika kalian memanfaatkan brushpen yang menggunakan bahan dasar water (waterbased) masih bisa ditolelir-lah. Meskipun agak tembus ke belakang tapi gak terlalu fatal banget. Alhamdulillah.

Pada bagian covernya sendiri lebih halus permukaannya. Sepertinya terbuat dari bahan kulit sintetis sih namun jika dibandingan dengan cover yang dikeluarkan oleh BukuQu, bahan materialnya lebih halus. Pada bagian depan terdapat area untuk informasi apabila buku kita jatuh atau hilang. Hehehe...

Sama seperti moleskine, BukuQu atau notebook kebanyakan, merk Joyko ini juga tidak dilengkapi dengan nomor halaman, jadi kita harus menulisnya sendiri untuk nantinya direkan di The index. Ya tidak terlalu masalah soal ini mah, yekan ? Hihihi..

Dengan harga kurang dari Rp. 50.000,- kita sudah bisa mendapatkan buku sejenis moleskine mah lumayan banget ya ? Kita bisa membuat setup Bullet journal dengan mudah. Kalo tidak salah ada juga jenis kertas yang bertekstur Grid dan line kok. So pilihannya gak cuma dotted saja. Gimana ? Kalian tertarik untuk mencobanya ? Hehe.. selamat hunting ya !

KOMPONEN BULLET JOURNAL 2023


Seperti yang saya utarakan di atas, kali banyak komponen yang tidak akan saya setup dalam Bullet Journal. Saya hanya akan mmebuat beberapa collection saja. Kira-kira apa saja ya bagian yang saya buat di setup 2023 kali ini ?

WELCOMING THE YEAR | TITLE


Well yang pasti ya bagian covernya yang menunjukan bahwa buku ini adalah Bullet Journal untuk tahun 2023. Jadi jika suatu hari saya butuh informasi di dalamnya saya bisa mengetahui bahwa buku catatan tersebut merupakan buku di tahun 2023.

Saya memiliki sebuah pengalaman tentang title ini. Jadi ada salah satu notebook saya, yang di bagian depannya saya tidak cantumkan tahun pembuatannya. Nah suatu hari saya butuh data tanggal dan tahun dari informasi yang saya tulis di dalamnya. Karena tidak ada tahun pembuatannya, saya jadi ngawur ngasih datanya, haha.. Oleh sebab itu, setelah kejadian itu saya pun berusaha untuk selalu memberikan tahun pembuatannya.

Dalam welcoming the year ini, saya juga sedikit mendekorasinya dengan harapan dan doa-doa yang untuk tahun 2023. Semoga segala prediksi buruk yang akan terjadi di tahun ini tidak terjadi. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua. Dan semoga Allah selalu menolong kita saat kita membutuhkannya. Bukan hanya di tahun 2023 saja tapi juga setiap hari dalam kehidupan kita di dunia ini. Amin Ya Rabb !

THE INDEX


Komponen selanjutnya yang saya ikut sertakan di Bullet Journal kali ini tentu saja The Index. Apalah arti sebuah Bullet Journal jika tidak ada The Index di dalamnya, yekan ? Hahaha.. Bullet Journal ada karena dalam sistemnya ada the index juga. Hehehe.. Buat kalian yang penasaran tentang apa sih the Index, bisa membaca tulisan saya di postingan sebelumnya ya ?

MONTHLY LOG


Berhubung saya sudah hafal dengan Bullet Keys nya, saya tidak perlu mmebuat lagi sekarang. Heheh.. Dan setelah saya pikir-pikir, Future Log tidak selalu berhasil buat saya, oleh sebab itu kali ini saya langsung membuat Monthly Log saja dan melewati Future Log.

Buat saya Monthly log dan future log memiliki fungsi yang sama, so saya pikir lebih baik memutuskan untuk memilih salah satunya saja lah. Biar agak ngirit kertas juga, hahaha.. rencananya saya akan membuat monthly yang simple saja seperti Bullet Journal Basic aja. Dengan hanya membutuhkan 1 halaman saja.

Selain itu saya akan membuat Monthly Log di bagian depan semuanya. Jadi saya akan mensetupnya lebih awal. Dengan begitu fungsinya sama dengan Future Log kan ? Selain itu dengan menaruhnya di bagian depan dan membuatnya menjadi satu collection saya akan lebih mudah dalam mencari informasi yang saya butuhkan kelak.

WEEKLY LOG

weekly log ideas



Untuk Rapid logging saya memanfaatkan Weekly Log karena sepertinya tipe ini lebih cocok buat saya. Berhubung saya tidak memiliki banyak to do list setiap harinya, saya hanya membuat list tentang ide atau task yang menurut saya penting dan prioritas saja.

Pun sekarang saya tidak begitu membutuhkan tracker ataupun menghias halamannya, jadi saya mencari layout yang gampang dan yang penting bisa membantu saya lebih fokus dan produktif saja. Dalam weekly log, biasanya saya hanya membagi satu halaman menjadi dua bagian. Bagian sebelah kiri areanya lebih kecil dibandingkan sebellah kanan.

Bagian area yang lebih kecil saya pergunakan untuk membuat rapid loggingnya. Di dalamnya akan ada task, appoinment, notes, event atau impotant dates. Dan di bagian inilah key bullet memainkan perannya. Hahaha.. Sementara bagian sebelahnya saya gunakan untuk mencatat memories, ide-ide, gagasan, atau apapun yang menarik untuk dicatat. Misalnya saja mendadak kita mendapatkan ilham membuat puisi atau ilmu-ilmu baru. Hehe..

THE COLLECTIONS


Nah, selanjutnya adalah area The collection di mana area ini akan tetap saya kosongkan kecuali saya membutuhkannya untuk membuat satu collection. Namanya Collection kan biasanya setupnya bisa berbeda-beda, jadi saya tidak akan membuatnya sekarang.

Di bagian collection inilah bakalan banyak banget informasi yang penting dan bermanfaat. Haha.. karena saya menjadikan Collection sebagai arena belajar. Selain tulisan yang berdasarkan pemikiran sendiri, biasanya bagian ini adalah area saya mencatat ilmu yang saya dapatkan dari tempat lainnya juga.

Misalnya saja saya sedang melakukan research terhadap suatu topik, biasanya hasil research tersebut saya tulis di bagian collection ini. Nantinya informasi ini bisa saya jadikan sebagai referensi jika saya membuat tulisan di Blog. Sehingga saya memiliki data juga dari orang lain untuk mengkokohkan pemikiran saya.

Setiap collection tentu akan memiliki judul yang berbeda-beda. Nantinya judul-judul inilah yang akan menghiasi area The Index. Sehingga jika kita membutuhkan suatu hari akan lebih mudah untuk mengaksesnya.

Begitulah kira-kira Setup Bullet Journal saya tahun ini. Lebih simple, padat, informatif dan efektif dibandingkan BuJo saya sebelumnya. Hehe.. Bagaimana dengan Setup kalian ? Apa saja yang menarik untuk dicoba ? Dan komponen apa yang kalian tinggalkan ? Cerita di kolom komentar yuk ! Hehehe.. Selamat ber-journaling semuanya !

Post a Comment

0 Comments