ART THERAPY IDEAS | WHAT IS 3D PAINTING AND DRAWING ?

by - October 26, 2018

©Ewafebri

" Semutnya gede amat ? Raksasa ? " 

3D Painting dan Drawing beberapa tahun lalu sempat ngetrend Gaes, karena saya anaknya suka penasaran. Sempet ikutan nyobain gimana bikin 3D painting dan drawing gitu. Ulasan berikut ini adalah pengalaman yang saya rasakan selama nyoba 3D Drawing (karena contoh 3D painting saya hilang), berikut apa saja sich tantangan yang saya hadapi selama bikin 3D Drawing ?. Buat teman-temen yang penasaran bikin 3D painting ataupun Drawing dan ingin mencobanya, saya yakin kalian pasti bisa. Jangan takut mencoba gaes. Hihi.. 

*** 

3D PAINTING 


Sebelum ngebahas tentang 3D painting yang pernah saya coba. Saya akan memberikan informasi dulu tentang apa sih 3D painting itu ? 

3D Painting adalah hasil karya seni (bisa berupa drawing atau lukisan) yang pada titik penglihatan tertentu seolah memiliki 3 Dimensi atau hampir nyata. 3D painting biasanya tak hanya di atas kertas atau kanvas, tapi juga dilakukan di atas jalanan yang sering disebut dengan  Anamorphic painting.

Jenis penerapan 3D Painting pun berbeda-beda bisa berupa 2 Dimensi yang dibentuk sedemikian rupa menyerupai 3 Dimensi, ataupun menambahkan material tertentu pada bahan lukis dan membentuknya seolah menjadi 3 Dimensi.

3D DRAWING


Sama halnya dengan 3D painting, 3D drawing adalah menciptakan karya seni 2 Dimensi yang di bentuk sedemikian rupa, hingga pada titik tertentu terlihat seolah nyata atau 3 Dimensi. Pada Teknik 3D drawing, Penggunaan Shadow atau letak bayangan dan highlight memiliki peran utama untuk membentuk 3 Dimensi.

Bagi yang tidak biasa dan tidak memiliki pengetahuan secara akademis seperti saya, menciptakan 3D drawing itu sulit banget Gaes. Dan hampir tidak bisa sama sekali. Huhuhu.. Tapi kan kita gak boleh nyerah gitu aja kan ya.. ? Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencobanya. Iya kan.. ? (Maksa.. hahaha).

Nah berikut ini beberapa hasil karya 3D drawing yang pernah saya buat. Sebelum saya membuat bowgel, saya pernah dalam taraf membuat obyek gambar kayak berikut ini.


Karya Ewafebri 😁


Bikin laba-laba yang seolah berjalan. Hahhaa.. Dalam proses pembuatan gambar ini saya menggunakan Pensil Charcoal Derwent medium, Watercolor pensil yellow ochre dan deep yellow, Graphite beberapa Grade merk Staedler, Conte Pierre Noire 3B dan menggunakan kertas Lana dari winsor and newton 220 gsm yang smooth.

Skull by ewafebri

Gambar di atas pun masih menggunakan bahan material yang sama (karena emang punyanya cuma itu aja. Hahaha.. ). Yang membedakan adalah pada saat saya membuat crown , terutama dibagian simbol hati, saya menggunakan cat acrylic gold untuk menciptakan kesan wah. Hihi.. 

Jika teman-teman penasaran kenapa 2 gambar itu warna berbeda ? Itu sebenarnya karena proses pengeditannya saja. Haha.. bagian finalnnya terlihat lebih kuning karena kebanyakan saturation kayaknya. Sementara bagian prosesnya saya menggunakan filter Black And White.



Niatnya sih pingin bikin gambar kupu-kupu yang seolah mau terbang Gaes, tapi sepertinya sayapnya berat sebelah. Haha.. jadi ya gitu dech. Lepas landas yang gagal total. Hihi.  Proses pembuatan kupu-kupu pada gambar di atas, saya menggunakan watercolor pensil Fabercastle (pensil anak sekolah). Dibandingkan Clasic color pencil, saya lebih suka menggunakan watercolor pencil karena ujung pensil lebih empuk dibandingkan yang classic color. Bagian hitamnya saya menggunakan Conte Pierre Noire 3B.

Yang saya suka dari Conte Pierre Noire dibandingkan charcoal Derwent adalah, saat kita mengarsirnya dan meratakannya dengan Dusel ( paper stump ) atau ujung jari (kadang pake kuas juga), hasil goresan pierre noire tidak berubah alias tetap hitam pekat. Sementara Charcoal Derwent akan lebih menipis dan menyebar ke area sekitarnya.

Karya ewafebri

Sebenarnya gambar di atas bukan termasuk 3D drawing tapi lebih ke hyperealisme. Tapi kenapa saya masukkan ke dalam sini ?, Karena saya suka hasilnya. Hahaha.. (jawaban macam apa ini ). Ini adalah gambar mata yang berhasil saya gambar setelah mencoba puluhan kali membuatnya. Nah disinilah peranan Charcoal dan Pierre Noire terlihat ada perbedaan kegunaannya. 

Pada proses pembuatan pupil mata, saya menggunakan Conte Pierre Noire supaya hasilnya lebih hitam pekat. Sementara pada bagian kelopak mata saya menggunakan Charcoal dengan bantuan kuas untuk meratakan arsiran dan memberikan kesan bayangan (shadow) yang halus. Pada bagian Bulu mata, saya menggunakan pencil Mekanik 4B , sehingga hasilnya lebih kelihatan pekat. Kalian juga bisa menggunakan drawing pen Gaes. Atau pensil yang diraut lancip. 

" Kenapa cuma 1 mata va ? Gak sepasang ?. "

Karena biasanya kalo saya bikin kanan dan kiri gak bisa sama (asimetris) atau proporsional. Bukan karena sekte tertentu loh ya.. ? Hahaha.. 

Kesulitan apa yang saya dapatkan selama proses pembuatan ? 


  • Saya sulit menentukan arah bayangan pada saat proses pengarsirkan. Karena itu saya butuh foto referensi untuk membuat suatu obyek. 
  • Sebagai penderita mata silinder akut. Masalah yang saya hadapi ini seringkali membuat goresan saya jadi tidak lurus atau asimetris. Padahal menurut saya mah udah sama. Eh pas di foto hasilnya menyooong (Ngeles aja va.. kayak bajaj hihi.. ).
  • Butuh kesabaran ekstra dalam membuat arsiran agar mudah dikenali bentuk obyeknya. Karena kita harus paham mana yang harus tebal dan mana yang perlu tipis saja.
  • Efek 3D drawing itu sebenarnya terletak pada bayangannya, nah ini juga yang menjadi persoalan buat - kang amatir - kayak saya. Sulit arah sinar dan menentukan bayangan yang pas. 
  • Kelemahan saya yang lain adalah membuat detail gambar. Saya harus punya komitmen tinggi dari awal untuk menciptakan gambar dengan detail yang diinginkan. Kalo nggak, biasanya cuma bertahan sebentar trus itu gambar bakalan mangkrak selamanya alias gak selesai. Hahha. 

" Bagaimana saya mengatasi kelemahan-kelemahan saya itu ? " 

Yang pasti belajar terus Gaes, kecuali point nomor 2,  karena masalah itu tetap berlangsung sampai saat ini. Hihi.. Solusi saya yang lain adalah, menelikung gaya gambar dari yang nyoba sok realis ke gambar model kayak Bowgel. (Cari aman) Hahaha.. Mohon Maaf ini bukanlah solusi yang mengajarkan kebenaran 🙄 . Ini malah solusi yang mengajarkan putus asa. 😒


©Ewafebri


Yup.. saya pindah aliran gambar karena saya merasa realis terlalu berlebihan buat saya (((Berlebihaaaan))). Hahaha.. padahal karena udah gak sanggup buat yang kayak gitu. Lelah aku tuh. Tujuan gambar saya kali inipun bergeser, karena saya ingin gambar saya ini membahagiakan saya secara proses dan hasilnya. Bukan menyengsarakan pikiran saya huhuhuhu..

" Dengan demikian saya nyatakan bahwa 3D drawing bukanlah Art Therapy ideas yang cocok buat saya. Hahaha... " 

Begitulah kira-kira cerita saya tentang pengalaman membuat 3D Drawing. Pernah merasa bangga karena sudah mencoba, walaupun harus menerima kenyataan saya tidak cocok menggambar model begitu. Hahahha.. 

Terima kasih sudah membaca, jika ada pengalaman kalian tentang proses belajar sesuatu dan akhirnya memilih mengikhlaskannya, boleh share Gaes. Kenapa akhirnya kalian menyerah dan belajar yang lainnya ? Hihi..




©ewafebri 

HAPPY PAINTING ! 

You May Also Like

18 comments

OTHER ARTICLES :