Saturday, August 12, 2017

CARA MEMBUAT COLOR CHART

Hii.. Ketemu lagi sama saya disini..
Yang masih setia mengupdate blog unyu-unyu ini. Hihi..

Teman sudah pernah baca postingan saya yang sebelum ini ? Kalo belum, gak ada salahnya baca dulu loh, karena postingan kali ini masih ada hubungannya sama postingan yang lalu. (Kalau belum baca postingan yang lalu, biar afdol bisa klik disini ) hihi..

Apa sih hubungannya sama postingan bulan lalu.. ? Hmm..

Hubungannya, sama-sama membahas tentang cat air atau watercolor, bahasa kerennya Aquarelle. (Halah sama aja padahal ya.. Haha.. Biar panjang aja sih postingan ini)

Kali ini saya ingin memposting tentang bagaimana cara membuat color chart sendiri. Emang bisa.. ? Tentu bisaaa...

Bagi pemula seperti saya, melukis cat air itu agak susah (bukan tentang obyeknya, karena obyek-obyek gambarnya memang gak pernah gampang buat saya, haha..) apalagi kalo menyangkut tentang mixing warna (mencampur warna).

Jika teman-teman sering memperhatikan lukisan cat air, pasti teman-temen juga mengetahui bahwa salah satu sifat cat air ini spontan dan susah dikendalikan (dibandingkan acrylic dan oil), apalagi jika menggunakan teknik wet to wet atau dry to wet. Penyerapan warna pada kertas yang sudah dibasahi membuat cat air bergerak tak terkendali.
Ini akan menjadi masalah jika kita ingin mewarnai lebih dari 2 warna yang berbeda. Bisa-bisa hasilnya hanya menjadi warna coklat aja ya.. ? Hihi.

Supaya tidak ragu-ragu dalam menentukan warnanya, saya punya solusinya nih, membuat Color chart adalah salah satu solusinya. Sementara solusi yang cukup signifikan lainnya adalah kita wajib berlatih terus menerus. Hihi..

Bagaimana cara membuat Color chart padahal kita cuma punya warna terbatas ?

Jangan kuatir, dari 15 warna yang saya miliki, dapet menghasilkan 30 lebih warna sekunder hasil dari proses pencampuran.

Penasaran bagaimana cara membuatnya.. ?

Kita simak cara dan contoh-contoh berikut ini.

Bahan yang disediakan

1. Buku cat air (bisa berupa lembaran ataupun berbentuk pad, dalam hal ini saya menggunakan DIY watercolor pad)

2. Cat air / watercolor paint (bisa per tube/pans ataupun set, 12 warna, 24 warna, 48 warna dsb. Saya menggunakan 15 warna merk van gogh)

3. Penggaris, pencil, palet warna dan kuas.

4. Air (plus tempatnya) dan tissue (atau tissue basah) secukupnya.

5. Playlist, Semangat dan Doa.

Cara Membuat.

1. Dengan bantuan pensil dan penggaris, buat garis kotak-kotak (berbentuk tabel dengan ukuran yang sama, semisal 1 x 1 cm atau 2 x 2 cm) sejumlah warna (cat air) yang kita miliki (+ 1 colom). jika warna yang kita miliki 15 warna berarti kita membuat 16 kotak tabel (vertikal dan horizontal). Dan sesuaikan dengan ukuran kertas. Karena ukuran watercolor pad saya 11 x 21 cm, saya menggunakan 2 lembar (kanan dan kiri) 22cm x 21 cm. Dan hanya mampu menampung 10 warna saja.
Contoh seperti berikut ini.



2. Isi kotak-kotak (tabel) dengan cat air secara berurutan (vertikal dan horizontal), kecuali 1 kotak paling pinggir (kiri atas). Manfaat secara berurutan adalah memudahkan memberi nama dan menghasilkan gradasi yang lebih ciamik. Kyaaaaa.. Hahaha..

3. Saatnya yang ditunggu-tunggu.. Yaitu memproses campuran warna. Dalam hal ini saya membuatnya persatu baris lebih dulu. Dimulai dari warna kuning berlanjut ke bawah dan ke samping. Supaya mudah dan tidak mudah tercampur dengan campuran warna sebelumnya, setelah membersihkan kuas dengan mencelupkan air, saya bersihkan lagi dengan tisu basah/kering.
Lanjutkan proses sampai akhir.



Jika diperhatikan , warna bagian kiri bawah (setelah kotak kosong) dan warna kanan atas (setelah kotak kosong), sedikit berbeda. Di bagian kanan atas warna lebih pastel atau transparant. Ini sengaja saya buat demikian supaya nantinya saya punya gambaran seperti apa jika kita menggunakan air lebih banyak dan mencampurnya dengan cat untuk menjadikannya lebih transparan.

4. Jika proses nomor 3 selesai dilakukan tapi kita masih punya beberapa warna yang belum dicampur, jangan kuatir. Kita bisa membuat tabel yang baru dengan cara yang sama untuk sisa cat yang belum di mix. Seperti gambar berikut ini.



Ps. Abaikan catatan itu. Hihi.. Itu sebenarnya catatan tentang istilah-istilah pada warna yang saya dapet dari browsing. Seperti artinya saturation, tints, hue dan sebagainya.

6. Eits.. Kita belum selesai, hihi.. Karena warna-warna yang ada pada halaman kedua belum kita campur dengan warna-warna di halaman pertama.

Bagaimana caranya.. ?

Note : Cara ini berdasarkan cara yang saya buat ya, dan lebih mudah buat saya, jika temen-temen menemukan cara yang lebih efisien dan efektif, monggo silahkan.

Pada baris bagian atas tabel, saya isi warna-warna di halaman kedua. Dalam hal ini warna yang saya gunakan adalah warna hijau dan natural. Pada kolom pertama saya isi dengan warna-warna dihalaman pertama (kuning, merah, orange dan biru). Contohnya seperti ini.



Setelah selesai semuanya, baru saya beri nama sesuai dengan nama warna yang tertera pada produk Royal Talens (The perk of being Tukang cat lukisan).



Dan.. Selamat.. Hihi.. Color chartnya siap dijadikan pedoman mixing warna. Sebenarnya konsepnya sama dengan color wheel, cuma karena color wheel susah bikinnya, jadi bikinnya yang gampang-gampang saja kayak yang ini. Hihi.

Sekarang saatnya untuk melihat beberapa contoh gambar menggunakan cat air saya. Hihi..



Obyek Bunga memang menjadi obyek favorite saya buat watercolor. Karena selain cantik juga cara membuatnya tidak sesulit obyek figure. Hihi..



Belajar memberikan lebih banyak detail pada watercolor. Dan mencoba membuat beberapa varian obyek gambar.



Menambahkan obyek baru ewasticker. Karakter yang saya buat untuk diri sendiri. Hihi.. The bowgels.



Contoh obyek lainnya.. Bikin makanan (ceritanya sih begitu.. Haha.. ).

Itulah tadi beberapa contoh hasil illustrasi menggunakan cat air. Hihi.. Dengan menggunakan bantuan color chat, memudahkan saya untuk menentukan warna yang ingin saya gunakan. Jadi lebih gampang mixingnya.. Hehe.

Satu lagi catatan penting. Hasil dari pencampuran warna ini (pada color chart) bersifat relatif ya ?, karena tergantung pada saat kita mix-nya. Semisal kita membuat warna ungu. Kadang warna yang kita hasilkan menjadi lebih ungu kemerahan atau ungu kebiruan. Ini karena pada saat kita mencampur warna, perbandingan warnanya tidak sama. Semisal warna merahnya lebih banyak dibandingkan warna biru, atau sebaliknya. Hehe..

Sekian postingan saya tentang color chart ini, semoga bermanfaat buat temen-teman semua. Hihi.. Seperti biasa, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan ditulis dikolom komentar, atau jika ingin lebih cepet dibalesnya, boleh follow instagram saya. Tinggal klik banner (yang ada gambar karakternya) disamping saya. Atau klik link ini.

Baiklah teman-teman.. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

No comments:

ewafebri newsletter