Thursday, December 07, 2017

BULLET JOURNAL INDONESIA : IDEAS JOURNAL ? APA ITU ?!?

MY BRAIN CAN'T STOP THINKING !!!

Whoaaa.. Kata-kata ini mungkin yang bisa mengillustrasikan jalan pikiran saya.
Sebagai manusia normal yang dipenuhi rasa penasaran dan haus informasi, seringkali membuat saya mencari tahu apa sih sebenernya yang saya mau ? Dan jawabannya selalu berubah-ubah.

Pikiran saya labil ! Itu sudah pasti, manusia memang tidak ada yang sempurna, dari hari ke hari akan selalu ada perubahan, entah baik ataupun buruk.
Menyadari dan memahami bagaimana diri kita berfikir, menurut saya itu penting. Adakalanya saya dipenuhi dengan ambisi yang menggebu-gebu, diwarnai ide yang datang dan pergi, atau kadang diserang rasa malas yang luar biasa.

Lalu timbul pertanyaan,

Bagaimana cara mengatasi masalah ini.. ?

Pertanyaan ini selalu menghantui pikiran saya, hingga suatu hari saya menemukan solusi sementara untuk masalah ini. Sementara.. ? Yup.. Karena setiap saat bisa berubah-ubah. Hihi..

Menampung !

Kata-kata itu yang muncul dibenak saya atas pertanyaan itu.
Yes.. Dengan menampung ide yang datang dan pergi, saya bisa mengeksekusinya di lain hari. Yang terpenting, Ide itu tidak menguap begitu saja.

IDEAS JOURNAL'S COVER

Setelah mencari ide sana sani, akhirnya saya menemukan sebuah artikel tentang bagaimana kita menampung ide-ide tersebut.
Ada banyak orang yang menampung ide-ide mereka dengan cara dan media yang berbeda.

Seperti yang disebutkan dalam website www.scottallansite.com , bahwa seorang penyair seperti Walt Whitman juga menampung ide-idenya dan menyimpannya dalam sebuah amplop. Penemu seperti Thomas Alfa pun juga memiliki kurang lebih 3500 buku sebagai media penulisan idenya.
Dari sini kemudian muncul keinginan saya untuk merekam ide yang muncul dalam bullet journal.
Pada awalnya saya menggunakan istilah idea collection pada bullet journal. Halaman khusus yang sengaja saya setup untuk merekam ide apa saja yang muncul di kepala saya.
Ide ini muncul ketika saya mulai bingung mencari ide-ide yang sudah saya rekam di rapid logging. Karena tempatnya terpencar, sedikit sulit rasanya untuk mencari catatan tentang ide-ide itu kembali. Lalu, muncullah ide untuk menempatkannya dalam satu komponen khusus sebagai collections.

IDEAS COLLECTION IN BULLET JOURNAL

Mengamati banyaknya ide (walau hanya dalam beberapa hari), kemudian saya berfikir, "kenapa gak dibuat menjadi satu buku khusus ide aja ya.. ?" . Biar mudah juga mencari idenya. Tinggal menggunakan color code (kode warna), supaya nantinya mudah disinkronisasi ke bullet journal.

MINDMAP SETUP IDEAS JOURNAL

Dan dari situlah kemudian muncul IDEAS JOURNAL (Journal khusus untuk ide - ide).



Cornell System menjadi pilihan favorit saya untuk metode pencatatan. Selain mudah dan rapi, dengan metode cornell system, catatan lebih terstruktur dan mudah dipahami.

INTRODUTIONS IDEAS JOURNAL

Kemudian timbul pertanyaan,

Bagaimana caranya mensikronisasikan ideas journal  ke dalam bullet journal ?

Yess.. Ketika kita menemukan sebuah solusi dengan ide baru, akan muncul permasalahan lain dari dampak tersebut. Hihi..

Ada beberapa solusi yang saya dapatkan.

1. Menggunakan kode warna atau color code untuk mengklasifikasikan materi ide.
Warna kuning, merah, hijau, ungu dan merah adalah pilihan warna yang saya gunakan sebagai kode (sesuai dengan kode warna yang saya buat dalam bullet journal).

2. Penulisan pada rapid logging.
Kode warna saja tidak cukup untuk mengenali bahwa yang saya tuliskan adalah sebuah ide (bukan task atau event ). Karena bullet journal merupakan kumpulan dari bullet dan simbol, jadi saya membuat simbol khusus untuk mengindentifikasi bahwa itu adalah ide.

1. Square atau kotak : saya gunakan untuk merekam ide pada rapid logging sebelum saya pindahkan ke dalam idea journal.
Semisal :

CONTOH IMPLEMENTASI PADA RAPID LOGGING

Tanggal 25 November 2017 saya mempunyai ide tentang Brainstorming postingan the blue planner, maka dihari itu saya membuat rapid logging sebagai berikut : 

Brainstorming pinta (ewa's guest)

Setelah saya menuliskan simbol itu, kemudian pada malam hari (atau saat saya memiliki waktu) saya akan memindahkannya ke dalam ideas journal.
Warna hijau saya gunakan untuk memudahkan pengelompokan materinya.

2. Tanda mata 👀 saya gunakan sebagai simbol browsing atau perintah mencari ide/informasi. Bisa diInternet, buku atau media lainnya.

3. Tanda search (kaca pembesar) 🔎 saya gunakan sebagai simbol perintah pencarian pada bullet journal, diikuti dengan Nama (Title) dan nomor halaman dimana informasi tersebut berada.
Seperti yang saya tuliskan pada tanggal 27 November 2017.

Tak Disangka, dari beberapa hari saya menggunakan ideas journal, ada begitu banyak informasi dan ide yang bisa saya rekam. Untuk memudahkan pula, sebelum saya membuat catatan tertentu, saya terlebih dahulu mencatatnya pada halaman Braindump.

CONTOH BRAINDUMP PADA MATERI BLOG

Dan Braindumppun saya klasifikasikan dengan menggunakan color code.

CONTOH BRAINDUMP PADA MATERI SELF DEVELOPMENT/IMPROVEMENT.

Dan berikut ini hasil catatan saya dalam Ideas Journal

NOTE TAKING PROBLEM SOLVING PROCESS DENGAN DIAGRAM 

Selain penggunaan Cornell System, saya juga menggunakan mindmap untuk brainstorming atau untuk mendapatkan detail ide.



Ada banyak materi dan cara yang saya gunakan untuk teknik pencatatan. Seperti pengelompokan kolom ataupun diagram.



Rumitkah.. ?

Tidak juga, jika kita sudah tahu bagaimana cara kerjanya. Yang rumit mungkin penjelasannya saja.. Hihi..

Selain sebagai media perekaman ide, ideas journal juga saya jadikan sebagai collection bullet journal. Seperti Resep masakan.

COLLECTIONS : RESEP

Atau juga PODCAST LIST/TRACKER.

COLLECTIONS : PODCAST LOG

Ada banyak manfaatnya kan.. ? So.. It's time to make your own. Hihi.. Jika kalian takut kehilangan ide, mungkin lebih baik jika membuat ideas journal. Siapa tahu akan berguna dikemudian hari.

Terima kasih sudah membaca blog saya ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Dan jangan lupa subscribe youtube : ewafebri , dan follow instragram , pinterest, atau juga blog ini.

Semoga postingan ini bermanfaat.

See ya..

No comments: