ART THERAPY IDEAS | SENI SEBAGAI ALAT TERAPI

by - July 17, 2018

 DISCLAIMER : 


(Semua isi dari blog ini (InsyaAllah) adalah hasil dari tulisan penulis. Adapun jika ada materi di dalam blog ini yang mungkin ada unsur duplikasi baik berupa teks maupun gambar. Sungguh penulis tidak ada niat untuk melanggar hak cipta. Jika anda adalah pemilik sah dari salah satu gambar atau artikel di blog ini dan anda berkeinginan untuk tidak ingin ditampilkan, maka silahkan hubungi kami. Insyaallah kami akan segera melakukan yang diperlukan, baik untuk menghapus maupun memberikan  credit/link dimana gambar atau artikel tersebut berada.)

Apa sich Art Therapy ?

Pertanyaan ini muncul setelah saya membaca judul sebuah artikel dan disaat yang bersamaan saya menyadari bahwa kegiatan saya dalam seni ( gambar / melukis ) bisa sangat menenangkan dan menyenangkan. Pasti ada hubungannya sama pertanyaan diatas kan ?!?, pasti ! Karena itulah saya mulai mencari informasi tentang kegiatan ini. 




Art Therapy menurut laman Positive Psychology Program adalah : 


Art Therapy, as defined by the American Art Therapy Association, allows for creative expression that can overcome the limitations of language. In other words, if it’s too difficult, confusing, or painful to be said, written, or signed, then maybe drawing, painting, sculpting, coloring, sewing, collaging, and many other methods of visual art can surpass the stumbling block of language.

Sementara menurut Art Therapy Blog adalah :


Art Therapy is a form of expressive therapy that uses the creative process of making art to improve a person’s physical, mental, and emotional well-being.


Atau dengan kata lain (Bahasa saya sendiri, hihi) adalah :


Bahasa ( alat komunikasi ) dan metode penyembuhan yang memanfaatkan media seni untuk berkomunikasi dan berekspresi dengan sekitarnya. 
Pada dasarnya art therapy sama seperti terapi lainnya, hanya saja metode penyembuhan itu menggunakan beragam bentuk seni sebagai media berkomunikasi. Art Therapy ini adalah alat komunikasi untuk memproses kerja otak yang tak bisa mereka salurkan lewat bahasa lisan.  Seseorang yang membantu dalam proses terapi ini disebut dengan Art Therapist .

Seorang Art Therapists ( profesional yang bekerja membantu pasien dengan terapi seni ) mempelajari ilmu psikologi dan seni secara bersamaan, jadi profesi ini juga bukan profesi sembarangan, harus dipelajari benar-benar. Disini art therapy mengedepankan ilmu psikologi yang dituangkan ke dalam seni sebagai metode penyembuhannya. 
Meskipun begitu kita juga bisa menggunakan metode  terapi seni ini untuk membantu diri kita sendiri supaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mungkin tidak secara profesional, tapi paling tidak, bisa membantu kita berekspresi dan mengurangi rasa stress seperti yang saya dapatkan. Nah disinilah peranan  seni itu sendiri sebagai media terapi. Dan siapapun bisa melakukannya,  tidak harus seorang seniman.


Bagaimana menggunakan Art Therapy secara mandiri ? 


Ada banyak cara menggunakan seni sebagai terapi, diantaranya adalah membuat art journaling, melukis, membuat patung, menjahit dll. Saya pribadi memilih Art Journaling dan menggambar/melukis sebagai art therapy. 

Nah, Pas kebetulan penasaran sama Art therapy, pas dapet giveaway dari 2madisson gallery.. Cocok deh.. hehe.. Bisa langsung corat coret , hihi.. 

Giveaway dari 2madisson gallery dengan sketch book dengan illustrasi the popoh 

Yang menjadi perhatian saya dalam membuat art therapy adalah menyalurkan emosi yang saat itu saya miliki. Sebelumnya memang saya sering menggambar dan melukis, tapi lebih menitikberatkan pada estetika, bukan penyampaian emosi. Karena itu, hasil gambar/lukisan pada art therapy saya kali ini, akan berbeda jauh dengan hasil karya yang biasa saya lakukan. 



Biar afdol bagian depan dikasih judul gede ya.. ? hehe.. Biar pas buka langsung semangat, siapa tahu suatu hari nanti bisa saya cetak menjadi buku. hihi... 



Pada halaman pertama saya mencoba membuat self potrait tanpa banyak mikir, dan gambar itulah hasilnya !. hahaha... Ancur...
Pada saat membuat gambar itu saya tidak banyak berfikir tentang konsep, yang penting menuangkan apa yang sedang saya rasakan dan pikirkan saat itu. Goresan yang tak beraturan seperti kumparan itu seolah-olah mewakili pikiran saya.. hahaha.. Dan pilihan warna hijau dan kuning itu mengisyaratkan bahwa saya sedang berusaha berkembang dan keluar dari pikiran dan keadaan yang ruwet yang sedang terjadi. hihi... 




Setelah membuat suatu lukisan atau gambar, saya mencoba untuk menganalisa kenapa ide itu muncul. Analisa termasuk diantaranya bahan eksperimen, pilihan warna, pattern dan simbol-simbol yang saya gunakan serta makna apa yang ingin saya sampaikan dalam karya tersebut. 




Selain tentang mengekspresikan diri, saya juga menggunakan art therepy sebagai sarana saya untuk mengeksplorasi gaya, bahan, dan ide-ide yang tidak biasa saya gunakan sebelumnya. 

Baca Juga : 








Seperti gambar diatas, saya menggunakan bahan apapun yang saya temui dan ide yang muncul dikepala saya. Menggunakan lem tembak untuk mendapatkan tektur lukisan, dan menggambar obyek diluar kebiasaan dan zona nyaman saya. 



Bermain dengan warna dan mixed media, seperti penambahan journaling diatas lukisan ataupun mencoba bermain dengan pattern seperti contoh dibawah ini : 




Atau bahkan hanya sekedar ingin meluapkan emosi seperti gambar dibawah ini : 




Jadi ada beberapa hal/aspek yang mendasari saya untuk menciptakan seni sebagai terapi. Seperti contoh penggambaran diatas. Tapi yang terpenting bagi saya adalah saya bisa menyalurkan emosi yang saya rasakan melalui hobbi yang saya jalankan. Adapun manfaat yang saya rasakan setelah menggunakan seni sebagai alat terapi adalah :

  • Lebih memahami diri saya sendiri dan apa yang saya ingin dan pikirkan.
  • Meningkatkan ketrampilan saya dalam hal yang berkaitan dengan Seni.
  • Merangsang ide yang ada.
  • Menantang diri sendiri untuk mencoba hal baru
  • Mengurangi dan menghilangkan rasa stress.
  • Berpetualang dengan pikiran.
  • Meningkatkan saraf motorik dan sensorik.
  • Lebih peka.
  • Lebih produktif.
  • dan tentu saja hidup lebih berwarna. hehehe.... 


Itulah tadi kisah saya tentang ketertarikan saya pada Art Therapy, selain bisa sebagai berkarya, sekaligus sebagai alat terapi. Hehe.. Syukur Alhamdullilah kalo bisa menghasilkan pundi-pundi ya. hihi.. 

Sampai jumpa dikisah saya selanjutnya... 

You May Also Like

0 comments

Hi Gaes.. Jika kalian tak menemukan kolom komentar, mohon untuk mencari artikel yang ingin dikomentari melalui Home , atau pilih label, kemudian klik " Link Komentar " , yang berwarna salmon (peach pastel). Akan muncul kolom komentar baru. Mohon maaf ketidaknyamanannya.. 🙏