-----------------------------------------------------------------------------------------------------advertisement---------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAGAIMANA MENGHADAPI MYTHOMANIAC ?

MENGHADAPI PENDERITA MYTHOMANIAC

CREDIT : PIXABAY

Hari ini saya ingin berbagi cerita , tapi gak ada hubungannya dengan journal ya.. Haha.. Tetapi berhubungan dengan masalah ketenangan jiwa.hehehe..

Beberapa waktu lalu saya mencoba mencari tahu tentang penyakit mythomania atau pembohong patologi. Bukan tanpa sebab, karena saya mencurigai disekeliling saya (atau bahkan saya sendiri) mengidap gangguan ini. Menurut artikel yang saya baca, mythomania ini bukanlan gangguan psikologi tetapi lebih masuk ke dalam penyakit mental (mental illness). Saya gak akan membahas panjang lebar karena saya tidak mempelajarinya secara akademis tentang gangguan ini, tapi saya ingin berbagi tentang pengalaman bagaimana saya menghadapi seseorang yang (saya curigai) mengidap gangguan ini.

Awal saya mengenal orang ini, saya tidak punya kecurigaan tentang ganguan yang (mungkin) dideritanya, tapi lambat laun karena banyaknya kebohongan dan informasi yang inkonsisten saya mulai mencari dan mempelajari karakter orang ini.



Saya pernah berbohong (mungkin juga sering), tetapi saya sadar betul bahwa saya sedang berbohong. Dan apabila kebohongan itu di konfrontasikan didepan saya, dengan rasa malu dan bersalah saya akan berusaha untuk meminta maaf. Tapi tidak dengan orang yang saya kenal ini. Meskipun ada bukti didepan mata bahwa jelas-jelas dia sudah berbohong / melakukan suatu kesalahan, dia akan mencari sejuta alasan untuk tidak mengakuinya.

Karena perilaku yang seperti inilah yang membuat saya makin lama makin sebal dan jadi depresi sendiri. Secara mentalpun saya jadi merasa sangat lelah karena orang yang seperti ini sangat sulit untuk mengakui kesalahannya.
Dari seringnya peristiwa yang terjadi, saya mencoba mencari solusi bagaimana saya harus menghadapi orang yang seperti ini.

Seperti contoh cerita :


" suatu hari saya memberitahukan kepada dia bahwa ada kesalahan teknik yang dia lakukan hari sebelumnya, jadi saya akan memperbaikinya. tapi dengan nada tinggi dan ekspresi yang memprovokasi dia mengatakan bahwa apa yang dia kerjakan tidak salah sama sekali. padahal dia sendiri tidak memahami cara kerja teknis alat/benda yang saya maksud.

dan, dikarenakan mood saya hari itu kurang begitu baik, justru saya ladeni dengan argumen dan beberapa bukti yang saya tunjukkan ke dia, dan seperti biasa dengan alasan yang "pointless" dia tetep ngeyel bahwa yang dia lakukan sudah benar (walaupun ada buktinya). menyadari bahwa adu argumen ini  akan melenceng kemana-mana, saya kemudian diam. yup.. DIAM adalah senjata yang ampuh untuk menghadapi orang yang seperti ini. biarkan dia ngoceh-ngoceh dan mendengar suaranya sendiri (dengan nada tinggi), mungkin dengan begitu dia akan sadar dan diam. karena jika tetap diladenin, yang lelah adalah diri kita sendiri. "

Cerita diatas hanyalah salah satu kejadian yang mungkin terjadi di hari yang sama , terkadang dalam satu hari ada  3 peristiwa sekaligus dengan cerita dan respone yang berbeda. Bisa dibayangkan, bagaimana lelahnya mental kita menghadapi hal kecil tapi justru jadi dibesar-besarkan.

Setelah browsing dan juga membaca beberapa artikel tentang ciri-ciri orang yang sedang saya hadapi, saya menemukan artikel tentang mythomania ini. 


Lalu apa itu mythomania.. ?


Menurut Wikipedia adalah sebagai berikut.

" Pathological lying is falsification entirely disproportion to any discernible end in view, maybe extensive and very complicated, and may manifest over a period of year or even a lifetime "

"Pathological lying is considered a mental illness, because it takes over rational judgment and progresses into the fantasy world and back.[10] Pathological lying can be described as a habituation of lying. It is when an individual consistently lies for no personal gain. The lies are commonly transparent and often seem rather pointless."

sementara itu  menurut artikel di the global review,

Mythomania adalah kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk meniupu/mengelabuhi orang lain, tetapi untuk membantu dirinya sendiri mempercayai / meyakini kebohongannya sendiri.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1906 oleh Ferdinand Dupre.



UNHAPPY ILLUSTRATION 


Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya, bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan (namun jangan keliru, pada saat ia mendapati orang lain mulai meragukan apa yang ia percaya, ia menjadi sadar telah berbohong- detilnya akan dibahas di bawah). pendeknya, ia ingin melarikan diri dari semua image tentang dirinya sendiri. jadi, semakin orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia terbantu untuk lepas dari image nyata tentang dirinya yang sulit ia terima itu.

Jadi kebohongan patologis itu merupakan suatu kebohongan yang dapat melebar dan menjadi rumit untuk waktu yang sangat lama. Bahkan sepanjang hidup penderita.


Ciri-ciri pembohong patologi sendiri adalah diantaranya sebagai berikut :


  1. Suka membesar besarkan sesuatu.
  2. Selalu menimpali bahwa dirinya lebih baik dari apapun yang kita ceritakan.
  3. Menciptakan realitas sendiri untuk dirinya.
  4. Karena mereka tidak menghargai kejujuran, mereka juga tidak menghargai   kepercayaan.
  5. Bisa jadi seorang hypochondriac juga yaitu orang yang selalu merasa sakit (di buat-buat) ingin diperhatikan.
  6. Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya
  7. Bisa berbohong hanya untuk suatu hal sepele
  8. Selalu membesar besarkan setiap kalimat.
  9. Bisa merubah rubah cerita setiap saat.
  10. Sangat defensif ketika dipertanyakan pernyataanya
  11. Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar buat orang lain
  12. Berbohong ketika sebenarnya sangat mudah untuk menceritakan kebenaran
  13. Berbohong untuk mendapat simpati dan terlihat baik
  14. Selalu mendapat nilai baik pada pandangan pertama tapi selanjutnya tidak dapat dipercaya
  15. Memiliki gangguan kepribadian
  16. Jago memanipulasi
  17. Ketahuan bohong berkali kali
  18. Tidak pernah mengakui kebohongan
  19. Seringkali 
  20. Menganggap dirinya legenda dan paling benar.



Meskipun begitu, jangan juga sembarangan mengecap orang sebagai mythomania ya ... ? meskipun dia memiliki ciri-ciri seperti diatas. Tetapi kalo menurut saya jika seseorang sudah memiliki minimal 12 ciri-ciri seperti diatas , bisa dicurigai jika dia mengidap gangguan ini. 

Sebenarnya ada baiknya juga kita tahu bahwa disekitar kita ada orang - orang yang mengidap gangguan ini, dengan begitu kita lebih mudah bersikap, dan tidak mudah terlena dan terjebak oleh manipulasinya. Paling tidak, jika kita tahu bahwa orang tersebut mengidap gangguan ini, kita bisa mempersiapkan diri kita menghadapi sikap dia yang plin-plan (inkonsisten), berhati-hati dalam menganalisa ceritanya, dan yang terpenting adalah kita bisa mengatur dan mengontrol kemarahan kita. Karena hidup dengan orang yang memiliki ganguan ini bisa bikin kita jadi marah-marah gak jelas. Capek kan kalo kita harus marah-marah pada hal yang sepele. hihi.. buang-buang waktu. 

Tapi paling tidak, dengan pengetahuan kita dan kepekaan kita terhadap hal-hal disekeliling kita, kita bisa menjadi lebih baik dan positif. Jangan sampai kita tertular juga jadi orang yang nyebelin ya.. hehe.. 

Bagaimana saya mengetahui jika orang tersebut mengidap gangguan ini ?



illustrasi mental Health by pixabay

Butuh waktu bertahun-tahun untuk saya memiliki kecurigaan dan menyimpulkan bahwa dia mengidap gangguan ini. dari waktu ke waktu cerita yang dia sampaikan selalu berubah-ubah. bahkan kadang saya dapati dia menceritakan kejadian yang justru pernah saya sampaikan ke dia sebelumnya, jika kita bertanya tentang kronologi kejadian/peristiwa tersebut, barulah ketahuan dia mengarang bebas, karena apa ? karena alurnya bisa berantakan dan pointless. bahkan kadang dia tidak bisa menyelesaikan klimaks cerita dan beralih dengan mengganti topik cerita secara dadakan. hihi..
Atau jika kita memiliki bukti tentang kebohongannya, dia akan membuat sejuta alasan ngeles bagaimanapun caranya.

Dari pengalaman tersebut (makin lama makin bertumpuk), saya jadi bisa menarik kesimpulan bahwa memang ada yang "salah" dengan orang ini, awalnya saya pikir karena dia pernah mengalami sebuah kecelakaan yang membuat dia rada sedikit aneh.

Mythomaniac sendiri sebenarnya adalah korban. ia korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya dan korban dari penderitaan yang terlalu terus menerus. Ia tdk mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi di balik topeng. Jika anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. Namun jika anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja. Berusaha mengerti mengapa ia berbohong adalah sia-sia saja karena jiwanya merupakan sebuah labirin di mana ia hanya berputar-putar saja disitu tanpa ada jalan keluar. Yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri dengan memebrikan fakta dan data yang banyak. Setelah itu, semua kembali kepada si Mythomaniac itu sendiri. Hanya dia yg bisa menolong dirinya sendiri. Ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keingininan yg kuat utk menyembuhkan dirinya. menemui seorang psikiater adalah merupakan salah satu ciri-ciri bahwa ia ingin menolong dirinya.
Saya pribadi memiliki sebuah cara bagaimana menghadapi orang seperti ini. Saya menggunakan journal sebagai teman curhat plus juga sebagai tracker, terutama yang berkenaan dengan mood saya. cara ini ampuh untuk melacak apa saja respon saya terhadap setiap peristiwa dan kejadian yang terjadi.  

Bagaimana Menghadapi Mythomania ?

Ada beberapa cata selain journal yang saya gunakan jika berhadapan langsung dengan penderita Mythomania :


  1. Jangan membuang waktu dengan berargumentasi dengan penderita mythomania. Mereka akan menemukan seribu cara dan alasan untuk berkilah.
  2. Ubah topik pembicaraan jika kalian merasa mulai terjebak dalam kebohongannya dan ingin keluar dari zona itu. 
  3. Sodorkan fakta dan data tanpa harus banyak memberikan pernyataan, percayalah mereka tak akan mendengar pendapat anda tentang analisa kebohongannya. 
  4. Diam, cukup mendengarkan juga menjadi salah satu solusi yang paling aman menghadapi penderita mythomania. tidak perlu dikonfrontasi kecuali hal yang besar dan kita memiliki data dan fakta.
  5. Jika amarah kalian mulai terangsang, tinggalkan mereka dan carilah kesibukan yang bermanfaat. 
  6. Pelajari tentang ekspresi dan ciri-ciri orang berbohong, dengan  begitu kalian bisa menganalisa ceritanya dan tidak terjebak dana terperangkap ke dalam manipulasinya.
  7. Jika penderita masih bisa diajak komunikasi, ajaklah mereka untuk membuat journal tentang kehidupam mereka sehari-hari, siapa tahu mereka bisa sadar atas kebohongannya setelah membaca journalnya lagi. hihi..
  8. Jangan memberikan tanggung jawab besar dan fatal atau kepercayaan yang berlebihan, karena mereka sering tidak konsisten. 
  9. Hindari bersosialisasi jika sudah keterlaluan dan kalian tidak sanggup menghadapinya. Karena kita juga perlu menjaga kesehatan mental kita juga. 
  10. Jika semua cara tidak berhasil, jangan berhenti untuk mendoakan mereka.   

Dengan cara ini setidaknya saya bisa menolong diri sendiri terlebih dahulu sebelum tertular gangguan yang sama. hehe.. 

Jika teman-teman membaca postingan saya tentang layout bujo beberapa waktu yang lalu, pasti mendapati mood tracker saya kan ? , benar mood tracker itu saya jadikan obat pencegahan pada diri saya sendiri. nah di buku yang lain saya tulis detail tentang peristiwa yang terjadi dan bagaimana saya merespon setiap kejadian atau peristiwa yang terjadi tersebut. 

Yup.. jika orang lain bisa A bukan berarti kita juga harus bisa A kan.. ? Journal adalah sarana yang membuat saya berusaha tetap menjadi diri sendiri dan memperbaiki diri. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur dan menghargai diri sendiri.

Begitulah kira-kira peranan journal dalam hidup saya, sebagai terapi, memori keeper, sebagai planner dan sebagai teman. hehehe... 


HAPPY JOURNALING !

10 comments:

  1. Ini kejadian di kehidupan saya , saya menemui org dgn tipe diatas .. Mksh ya infonya skrg saya jd tau dan hrs bagaimana mengatasinya

    ReplyDelete
  2. Sama2 kak egy.. Senang bisa membantu.. And keep positive ❤❤❤

    ReplyDelete
  3. Ibu saya juga pembohong patologi, apa yg harus saya lakukan?

    Saya sekarang menjauh dan jarang ngobrol dengan ibu karena hal ini. Capek, bikin emosi dan stress rasanya. Kalau saya kasih saran/opini tidak didengar sama sekali.

    ReplyDelete
  4. Hi kak aria , saya turut bersedih dengan keadaan yg kak aria alami, memang sulit menghadapi orang yang sering berbohong. Saran saya jangan dijauhi juga kak, apalagi ibu. Beliau mungkin juga menjadi korban ketidakbahagiaannya sehingga bertingkah laku demikian. Kak aria cukup menjadi pendengar saja, dan menganalisa apakah ceritanya mengada2 atau tidak. Jika memang tidak diperlukan tidak perlu memberikan respon. Yang perlu diatur adalah hati dan pikiran kita sendiri, jangan mudah terintimidasi dengan cerita dan tindakannnya. Pertebal kesadaran dan kewarasan kita. Dengan begitu kita bisa mengendalikan diri kita sendiri. Biasanya pembohong patologi itu tidak merasa bersalah dengan kebohongannya, karena mereka sendiri kadang bingung menentukan mana cerita bohong dan bukan.
    Yang terpenting adalah menjaga diri kita dan pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  5. Hallo
    Sy jg berinteraksi dg org semacam ini n sy jg sering menegur dg bukti2 bahwa dya brbohong tp dia justru mengelak n menuduh sy tdk prcaya. Sy jg berusaha menyadarkan bahwa dia berbohong tp sia2. Tdk ada respon positif. Sebaiknya bagaimana ya agar si penderita bs sadar n normal kmbali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi kak.. i feel you.. kita menghadapi masalah yang sama. Menyadarkan penderita mythomania sepertinya sesuatu yang mustahil (kecuali dari kuasa Tuhan 😁), dan kesadaran mereka sendiri. Biasanya mereka bisa tersadar setelah mengalami hal/peristiwa yang merugikan diri mereka sendiri. Cara terbaik menghadapi mereka adalah :

      1. Hindari beragumentasi dengan mereka karena hanya bikin kita makin kesal oleh sangkalannya.

      2. Abaikan jika sudah keterlaluan. Karena penderita mythomania sebagian besar hanya mencari perhatian. Mereka haus perhatian yang tidak mereka dapatkan dengan cara normal. (Kecuali melebih-lebihkan cerita, hihi).

      3. Bekali diri kita dengan pengetahuan psikologi yang baik dan cara tahu dan cara bagaimana kita bisa mengontrol pikiran dan emosi kita. Karena kemampuan lebih yang dimiliki penderita mythomania adalah memanipulasi lawan bicaranya. Analisa apakah cerita yang sedang dia sampaikan benar atau tidak, dan tak perlu dikonfrontasi karena hanya akan bikin kita makin tambah kesal. Cukup didengarkan dan abaikan.

      Menghadapi mythomania yang terpenting adalah kita bisa mengontrol emosi dan diri kita sendiri. Jangan sampak kita terjebak pada manipulasi dan cerita dramanya.

      4. Memberikan fakta dan data sebanyak-banyaknya tanpa banyak kata. Karena mereka hanya akan menyangkalnya.

      5. Berdoa, semoga orang yang kita hadapi tersadar dan mau mencari pertolongan.

      Delete
    2. Apakah dg perubahan hidup yg lebih baik dr sebelumnya akan mmbuat si penderita tersadar kalau dia sedang sakit n butuh terapi khusus?
      Krn klw sy terang2an mengajak ke psikiater pasti akan adu argument
      Sy menunggu moment yg pd akhirnya dia akan mnyadari penyimpangan sosial yg dia lakukan n mau brobat untuk normal kmbali.
      Sy brusaha myakinkn diri bahwa smua akan baik2 sj sy trua brusaha agar si penderita bs sembuh total.

      Delete
    3. Itu bisa saja terjadi kak. Kasus mythomania terjadi karena penderita adalah korban dari rasa tidak bahagia. Mereka lari dari kenyataan hidup mereka dengan menciptakan dunia fantasi yang membuat dia merasa bahagia. Saat dia berbohong untuk hal-hal kecil yang tidak signifikan,(misalnya dia sedang berbohong bahwa dia punya barang berharga, atau mengunjungi suatu tempat padahal kita tahu bahwa dia tidak melakukannya) akan lebih baik kalo kita "iyain". Dengan catatan kita paham bahwa dia sedang berbohong. Kecuali untuk kasus yang besar atau kriminal, jika punya data, perlu dikonfrontasi. Penderita Mythomania biasanya juga mengalami krisis kepercayaan. Jadi jangan heran kalo dia akan bercerita berulang-ulang supaya lawan bicaranya mempercayai ceritanya.

      Satu hal lagi. Mungkin ada baiknya jika hal yang kita anggap penting, berharga, dan memiliki pertanggungjawaban yang besar dll, tidak kita serahkan kepada penderita. Mengingat penderita mythomania keterangannya tidak pernah konsisten, atau mudah berbohong.

      Mungkin juga sebaiknya kita "orang yang menghadapi mythomania" (saya pribadi menggunakan journal untuk mencatat progres atau peristiwa apa saja yang pernah saya hadapi dengan penderita, sebagai awal dari belajar mengontrol emosi) , bisa membuat semacam journal untuk memahami karakter. Akan lebih baik lagi jika penderita juga ikut membuat journal, siapa tahu suatu hari dia sadar setelah membaca journalnya kembali.

      Delete
    4. Bkn nya kalau kita slalu mengiyakan apa yg dia katakan mengakibatkan dia brfikir smua baik n smua org prcaya pd ny n mmbuat pola pikirnya smkain berimajinasi?
      Smkin mmbuat dia yakin bahwa yg dia lakukan benar n nyaman
      Slma ini kalau sy menegur dg bukti memang sllu adu argument tp harapan sy smkin bnyk yg menegur n care si penderita akan sadar kalau yg dia katakan smuanya salah. N mrupakan pnyimpangan sosial 😭

      Delete
    5. Bkn nya kalau kita slalu mengiyakan apa yg dia katakan mengakibatkan dia brfikir smua baik n smua org prcaya pd ny n mmbuat pola pikirnya smkain berimajinasi?
      Smkin mmbuat dia yakin bahwa yg dia lakukan benar n nyaman
      Slma ini kalau sy menegur dg bukti memang sllu adu argument tp harapan sy smkin bnyk yg menegur n care si penderita akan sadar kalau yg dia katakan smuanya salah. N mrupakan pnyimpangan sosial 😭

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, Jika ada pertanyaan atau ide , silahkan tinggalkan di kolom komentar. Jangan Lupa Subsscribe supaya tidak ketinggalan tips dan cerita seru !

Newer Post Older Post Home

SUBSCRIBE