Wednesday, October 26, 2016

BAGAIMANA MENGHADAPI MYTHOMANIAC ?

Hari ini saya ingin berbagi cerita , tapi gak ada hubungannya dengan journal ya.. Haha.. Tetapi berhubungan dengan masalah ketenangan jiwa.hehehe..

Beberapa waktu lalu saya mencoba mencari tahu tentang penyakit mythomania atau pembohong patologi. Bukan tanpa sebab, karena saya mencurigai disekeliling saya (atau bahkan saya sendiri) mengidap gangguan ini. Menurut artikel yang saya baca, mythomania ini bukanlan gangguan psikologi tetapi lebih masuk ke dalam penyakit mental (mental illness). Saya gak akan membahas panjang lebar karena saya tidak mempelajarinya secara akademis tentang gangguan ini, tapi saya ingin berbagi tentang pengalaman bagaimana saya menghadapi seseorang yang (saya curigai) mengidap gangguan ini.

Awal saya mengenal orang ini, saya tidak punya kecurigaan tentang ganguan yang (mungkin) dideritanya, tapi lambat laun karena banyaknya kebohongan dan informasi yang inkonsisten saya mulai mencari dan mempelajari karakter orang ini.


Saya pernah berbohong (mungkin juga sering), tetapi saya sadar betul bahwa saya sedang berbohong. Dan apabila kebohongan itu di konfrontasikan didepan saya, dengan rasa malu dan bersalah saya akan berusaha untuk meminta maaf. Tapi tidak dengan orang yang saya kenal ini. Meskipun ada bukti didepan mata bahwa jelas-jelas dia sudah berbohong / melakukan suatu kesalahan, dia akan mencari sejuta alasan untuk tidak mengakuinya.

Karena perilaku yang seperti inilah yang membuat saya makin lama makin sebal dan jadi depresi sendiri. Secara mentalpun saya jadi merasa sangat lelah karena orang yang seperti ini sangat sulit untuk mengakui kesalahannya.
Dari seringnya peristiwa yang terjadi, saya mencoba mencari solusi bagaimana saya harus menghadapi orang yang seperti ini.

seperti contoh cerita :

suatu hari saya memberitahukan kepada dia bahwa ada kesalahan teknik yang dia lakukan hari sebelumnya, jadi saya akan memperbaikinya. tapi dengan nada tinggi dan ekspresi yang memprovokasi dia mengatakan bahwa apa yang dia kerjakan tidak salah sama sekali. padahal dia sendiri tidak memahami cara kerja teknis alat/benda yang saya maksud.

dan, dikarenakan mood saya hari itu kurang begitu baik, justru saya ladeni dengan argumen dan beberapa bukti yang saya tunjukkan ke dia, dan seperti biasa dengan alasan yang "pointless" dia tetep ngeyel bahwa yang dia lakukan sudah benar (walaupun ada buktinya). menyadari bahwa adu argumen ini  akan melenceng kemana-mana, saya kemudian diam. yup.. DIAM adalah senjata yang ampuh untuk menghadapi orang yang seperti ini. biarkan dia ngoceh-ngoceh dan mendengar suaranya sendiri (dengan nada tinggi), mungkin dengan begitu dia akan sadar dan diam. karena jika tetap diladenin, yang lelah adalah diri kita sendiri.

cerita diatas hanyalah salah satu kejadian yang mungkin terjadi di hari yang sama , terkadang dalam satu hari ada  3 peristiwa sekaligus dengan cerita dan respone yang berbeda. bisa dibayangkan, bagaimana lelahnya mental kita menghadapi hal kecil tapi justru jadi dibesar-besarkan.

Setelah browsing dan juga membaca beberapa artikel tentang ciri-ciri orang yang sedang saya hadapi, saya menemukan artikel tentang mythomania ini. 

Lalu apa itu mythomania.. ?

Menurut wikipedia adalah sebagai berikut.

"Pathological lying is falsification entirely disproportionate to any discernible end in view, may be extensive and very complicated, and may manifest over a period of years or even a lifetime."

"Pathological lying is considered a mental illness, because it takes over rational judgment and progresses into the fantasy world and back.[10] Pathological lying can be described as a habituation of lying. It is when an individual consistently lies for no personal gain. The lies are commonly transparent and often seem rather pointless."

sementara itu  menurut artikel di the global review,

Mythomania adalah kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu/mengelabuhi orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai/meyakini kebohongannya sendiri.

istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1905 oleh seorang psikiater bernama Ferdinand dupré.

Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya, bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan (namun jangan keliru, pada saat ia mendapati orang lain mulai meragukan apa yang ia percaya, ia menjadi sadar telah berbohong- detilnya akan dibahas di bawah). pendeknya, ia ingin melarikan diri dari semua image tentang dirinya sendiri. jadi, semakin orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia terbantu untuk lepas dari image nyata tentang dirinya yang sulit ia terima itu.

Jadi kebohongan patologis itu merupakan suatu kebohongan yang dapat melebar dan menjadi sangat rumit untuk waktu yang sangat lama bahkan bisa sepanjang hidup si pembohong. 

melelahkan bukan jika disekeliling kita ada orang-orang yang mengidap gangguan ini ? bahkan terkadang justru merugikan orang disekelilingnya tanpa dia sadari. 

ciri-ciri pembohong patologi sendiri adalah diantaranya sebagai berikut :

1. Suka membesar besarkan sesuatu
2. Selalu menimpali bahwa dirinya lebih baik dari apapun yang kita ceritakan
3. Menciptakan realitas sendiri untuk dirinya
4. Karena mereka tidak menghargai kejujuran, mereka juga tidak menghargai   kepercayaan
5. Bisa jadi seorang hypochondriac juga yaitu orang yang selalu merasa sakit (di buat-buat) ingin diperhatikan
6. Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya
7. Bisa berbohong hanya untuk suatu hal sepele
8. Selalu membesar besarkan setiap kalimat
9. Bisa merubah rubah cerita setiap saat.
10. Sangat defensif ketika dipertanyakan pernyataanya
11. Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar buat orang lain
12. Berbohong ketika sebenarnya sangat mudah untuk menceritakan kebenaran
13. Berbohong untuk mendapat simpati dan terlihat baik
14. Selalu mendapat nilai baik pada pandangan pertama tapi selanjutnya tidak dapat dipercaya
15. Memiliki gangguan kepribadian
16. Jago memanipulasi
17. Ketahuan bohong berkali kali
18. Tidak pernah mengakui kebohongan
19. Menganggap dirinya legenda
meskipun begitu, jangan juga sembarangan mengecap orang sebagai mythomania ya ... ? meskipun dia memiliki ciri-ciri seperti diatas. tetapi kalo menurut saya jika seseorang sudah memiliki minimal 12 ciri-ciri seperti diatas , bisa dicurigai jika dia mengidap gangguan ini. 
sebenarnya ada baiknya juga kita tahu bahwa disekitar kita ada orang - orang yang mengidap gangguan ini, dengan begitu kita mudah bersikap, dan tidak mudah terlena oleh manipulasinya. paling tidak jika kita tahu bahwa jika orang tersebut mengidap gangguan ini, kita bisa mempersiapkan diri kita menghadapi sikap dia yang plin-plan (inkonsisten), berhati-hati dalam menganalisa ceritanya, dan yang terpenting adalah kita bisa mengatur dan mengontrol kemarahan kita. karena hidup dengan orang yang memiliki ganguan ini bisa bikin kita jadi marah-marah gak jelas. capek kan kalo kita harus marah-marah pada hal yang sepele. hihi.. buang-buang waktu. 
tapi paling tidak, dengan pengetahuan kita dan kepekaan kita terhadap hal-hal disekeliling kita, kita bisa menjadi lebih baik dan positif. jangan sampai kita tertular juga jadi orang yang nyebelin ya.. hehe.. 
bagaimana saya mengetahui jika orang tersebut mengidap gangguan ini ?
butuh waktu bertahun-tahun untuk saya memiliki kecurigaan dan menyimpulkan bahwa dia mengidap gangguan ini. dari waktu ke waktu cerita yang dia sampaikan selalu berubah-ubah. bahkan kadang saya dapati dia menceritakan kejadian yang justru pernah saya sampaikan ke dia sebelumnya, jika kita bertanya tentang kronologi kejadian/peristiwa tersebut, barulah ketahuan dia mengarang bebas, karena apa ? karena alurnya bisa berantakan dan pointless. bahkan kadang dia tidak bisa menyelesaikan klimaks cerita dan beralih dengan mengganti topik cerita secara dadakan. hihi..
atau jika kita memiliki bukti tentang kebohongannya, dia akan membuat sejuta alasan ngeles bagaimanapun caranya.
dari pengalaman tersebut (makin lama makin bertumpuk), saya jadi bisa menarik kesimpulan bahwa memang ada yang "salah" dengan orang ini, awalnya saya pikir karena dia pernah mengalami sebuah kecelakaan yang membuat dia rada sedikit aneh.
Mythomaniac sendiri sebenarnya adalah korban. ia korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya dan korban dari penderitaan yang terlalu terus menerus. ia tdk mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi di balik topeng. jika anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. namun jika anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja. berusaha mengerti mengapa ia berbohong adalah sia-sia saja karena jiwanya merupakan sebuah labirin di mana ia hanya berputar-putar saja disitu tanpa ada jalan keluar. yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. setelah itu, semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri. hanya dia yg bisa menolong dirinya sendiri. ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keingininan yg kuat utk menyembuhkan dirinya. menemui seorang psikiater adalah merupakan salah satu ciri-ciri bahwa ia ingin menolong dirinya.
 
saya sendiri memiliki sebuah cara bagaimana menghadapi orang seperti ini. saya menggunakan journal sebagai teman curhat plus juga sebagai tracker, terutama yang berkenaan dengan mood saya. cara ini ampuh untuk melacak apa saja respon saya terhadap setiap peristiwa dan kejadian yang terjadi.  
dengan cara ini setidaknya saya bisa menolong diri sendiri terlebih dahulu sebelum tertular gangguan yang sama. hehe.. 

jika teman-teman membaca postingan saya tentang layout bujo beberapa waktu yang lalu, pasti mendapato mood trscker saya kan ? , benar mood tracker itu saya jadikan obat pencegahan pada diri saya sendiri. nah di buku yang lain saya tulis detail tentang peristiwa yang terjadi dan bagaimana saya merespon setiap kejadian atau peristiwa yang terjadi tersebut. 

yup.. jika orang lain bisa A bukan berarti kita juga harus bisa A kan.. ? journal adalah sarana yang membuat saya berusaha tetap menjadi diri sendiri dan memperbaiki diri. 

begitulah kira-kira peranan journal dalam hidup saya, sebagai terapi, memori keeper, sebagai planner dan sebagai teman. hehehe... 


keep journaling.  

No comments:

ewafebri newsletter