BOOK REVIEW | JOHN GREEN - PAPER TOWNS

by - September 27, 2018


review buku paper towns
Paper Towns

Jika sebelumnya The Fault In Our Stars membuat saya mbrebes mili, kali ini buku John Green yang lainnya yang ingin saya review. Apakah Paper Towns juga akan membuat saya mbrebes mili juga ? Atau biasa saja ? Simak kisahnya sampe habis ya Gaes.. 


book review paper towns

⭐⭐⭐




JUDUL : PAPER TOWNS
PENULIS : JOHN GREEN
GENRE : YOUNG ADULT
TAHUN PENERBITAN : 2008
ISBN :   9780142414934
JUMLAH HALAMAN : 305
BAHASA : INGGRIS

BLURB


Who is the real Margo?

Quentin Jacobsen has spent a lifetime loving the magnificently adventurous Margo Roth Spiegelman from afar. So when she cracks open a window and climbs into his life—dressed like a ninja and summoning him for an ingenious campaign of revenge—he follows.

After their all-nighter ends, and a new day breaks, Q arrives at school to discover that Margo, always an enigma, has now become a mystery. But Q soon learns that there are clues—and they're for him. Urged down a disconnected path, the closer he gets, the less Q sees the girl he thought he knew...


THE REASON I READ


" I spy my little eye a great story " 

Sejujurnya saya membaca buku ini karena sebelumnya saya pernah membaca buku karangan John Green The Fault In Our Stars. Entah kenapa saya merasa gaya bahasanya cocok dengan imajinasi saya. 

Jadi saya berasa semacam ketagihan baca karyanya si John Green ini. Kalo boleh dibilang , mungkin gaya bahasa John Green macam Teenlitnya Amerika gitu kali ya..

Yang membedakan jalan cerita karya John Green dibandingkan yang lainnya, bukan kisah cinta yang menye-menye alias terlalu sentimentil. Kadang justru saya merasa lebih menonjol cerita petualangannya dibandingkan kisah cintanya.

CHARACTER


Quentin Jacobsen adalah pemuda Orlando yang menghabiskan masa remajanya dengan memperhatikan gadis cantik tetangganya yang sempat menjadi teman kecilnya. Sayang selama hidup hingga remaja dia hanya mampu mengagumi Margo dari kejauhan. Sifatnya yang selalu berada di "zona nyaman" membuatnya enggan mencoba resiko baru. 

Margo Roth Spiegelman adalah wanita yang penuh dengan teka-teki dan sangat misterius bagi Quentin. Rasa penasaran Margo yang tinggi dan keinginannya untuk mencari jati diri membawanya menjadi penjelajah dan seorang petualang. Beda dengan Quentine yang cenderung suka berada di zona nyaman, Margo lebih tertantang untuk mencoba hal baru. 

Dan berkat Margo juga, Q , panggilan akrab Quentin berani keluar dari zona yang selama ini ditinggali. Ia mulai berani mencoba sesuatu yang baru, dan berani berpetualang menjelajah dunia.


THE ENDING


Plot twist ! 

Membaca buku John Green itu susah menebak akhir ceritanya. Kecuali kalo pembaca model saya yang kadang dari chapter 2 langsung loncat ke chapter terakhir. Hahaa..

Demi memenuhi rasa penasaran, saya sering melakukan jumping chapter (istilah apa ini ? 🤭). Supaya lebih cepat tahu seperti  apa sih akhir ceritanya. 

Tapi cara ini jangan diikuti ya Gaes, hahhaa.. cara curang ini mah, dan bukan cara seorang BookWorm sejati. 😁


MY IMPRESSION


Gak beda jauh sama The Fault In Our Stars yang fenomenal itu, beberapa rangkaian cerita Paper Town memberikan pelajaran hidup buat saya. Mungkin tak sedalam ilmu yang saya serap dari TFIOS , tapi cukup memberikan pengalaman hidup lewat imajinasi. Hahaha..

Budaya Amerika yang jauh berbeda (dengan budaya kita) terasa dalam alur cerita. Tentang bagaimana remaja di Amerika mengisi hidupnya, dan bagaimana mereka mencari jati dirinya.

Sebuah metafora kehidupan, barangkali itu yang bisa saya tangkap dari cerita-cerita karangan John Green. Tentang mencari dan menggali makna kehidupan yang ia tuangkan dalam cerita yang ringan, khas bahasa anak muda.

Kisah-kisahnya mengingatkan saya tentang darah muda 🤭.  Pencarian jati diri. Melampiaskan rasa penasaran pada dunia. Mengobarkan semangat dan tak takut terhadap apapun. Alias nekat 🤭🤭🤭. (Tua dikit, nyali ilang soalnya hahha..)

Buku John Green selalu ada kejutan disetiap akhir ceritanya. Tapi mungkin itu juga yang membuat saya tertarik untuk membaca bukunya lagi dan lagi. Meski sebenarnya setelah membaca ada perasaan, " owh gitu doank.. 🤣". Tapi karyanya bikin addicted.


buku review paper towns


Kalo gak salah Paper Town juga sempat difilmkan oleh John Green yang dibintangi oleh Cara Delevigne dan Nat Wolff. Sayangnya saya belum menonton filmnya.. hihi.. Kadang imajinasi kita saat membaca buku bertransformasi menjadi ekspektasi yang tinggi terhadap filmnya.

Nah ini akan rusak jika dunia imajinasi yang kita ciptakan tak sesuai dengan gambaran yang disampaikan lewat film. Kayak rasanya tuh " lah .. cuma begitu aja ?" Hahhahaaa..

Apakah saya nangis setelah membaca buku ini ? Jawabannya, TIDAK ! Hahaha.. (pasti pingin tahu jawabannya kan ?). Setelah membaca buku ini, yang tertinggal di hati saya adalah rasa gemez. " Hadeh ! Gitu deh ih ! " - feeling.

Yang saya pelajari dari membaca buku ini adalah jangan takut mencoba sesuatu yang baru (tapi tentu dengan penuh tanggung jawab, hihi..). Hargai setiap moment yang ada, karena bukan tak mungkin moment yang saat ini kita anggap biasa, akan menjadi moment luar biasa dikemudian hari. 

FAV. QUOTE


paper towns quote

Kadang tempat bersejarah buat kita, bukan sekedar tempat dimana kita dilahirkan, tapi tempat dimana kita bisa mengekspresikan diri kita dan menjadi bahagia.

Untuk sebagian orang, Kebahagiaan itu juga tak harus selalu bersama. Kebahagian justru bisa didapat dari moment berharga yang sudah terlewati bahkan kadang tanpa kita sadari. 



HAPPY READING !





You May Also Like

6 comments