UNIKNYA BUDAYA ZIARAH DI TPU PONDOK KELAPA

by - May 06, 2019

budaya ziarah makam sebelum ramadan di tpu pondok kelapa


[Curhat Alert] Budaya ziarah tak selalu dilakukan oleh setiap orang. Ada yang pro ataupun kontra. Dan saya menghargai setiap pendapat yang berbeda. Sebelum terjadi adanya perdebatan panjang tentang budaya yang satu ini, apapun pendapat kalian tentang tradisi ini bagi saya tak masalah. Saya tetap menghormatinya. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang uniknya budaya ziarah di TPU Pondok Kelapa. Serta kenangan saya tentang Ayah tercinta. 

UNIKNYA BUDAYA ZIARAH DI TPU PONDOK KELAPA


Minggu ini adalah minggu tematik di Bulan May, Challenge yang selalu diadakan oleh komunitas #1Minggu1Cerita di minggu pertama setiap bulannya. Bulan ini, temanya adalah Budaya. Pingin rasanya saya membahas tentang Budaya Banyuwangi, tapi saya harus kerja keras ngumpulin datanya. Daripada ngumpulin data, saya lebih memilih ngumpulin ingatan saja, sekaligus curhat colongan. 


budaya 1 minggu 1 cerita


Salah satu alasan saya menetap di Jakarta adalah karena makam bapak saya berada di sini (apa hubungannya ? hahhaa... ). Tepatnya di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saya ditinggal Bapak, saat usia saya masih balita, umur 4 tahun. Jadi kalo ditanya soal memori tentang beliau saya tak bisa mengingatnya dengan baik.

Bapak dulu memang tinggal di Jakarta, sementara saya dan ibu tinggal di Banyuwangi. Mengingat dulu Ibu seorang Guru yang gak mudah mendapatkan surat ijin pindah, kami tidak ikut tinggal di Jakarta. 

Mengunjungi makam Bapak membuat saya seolah mengenalnya (ya iyalah Vva) hahaha. Meskipun tak satupun memori yang bisa saya kenang bersama Bapak. Saya mengenal Bapak hanya dari cerita keluarga saja. Misalnya saat tante atau om saya bercerita tentang kisah mereka bersama Bapak. 

Kadang saya sedih mendengar cerita mereka. Tapi kadang saya selalu mengingatkan diri sendiri tak ada yang perlu ditangisi, karena beliau sudah istirahat dengan tenang. Sebagai anak, saya hanya mampu mengirimkan doa sebanyak-banyaknya. 

CERITA SAYA, BAPAK DAN TETANGGA !


ziarah ke makam bapak
satu-satunya kenangan bersama Bapak


Ada cerita lucu tapi juga sedih tentang saya, Bapak dan tetangga. Saya baru menyadari Bapak benar-benar meninggal, saat saya menginjak bangku Sekolah Dasar. Dulu kalo ditanya orang , " Bapaknya kemana ?", saya selalu menjawabnya dengan, " Lagi terbang sama Tuhan cari uang ". Miris ya ? hahaha.. Tapi dulu saya meyakini itu. Mungkin dulu Ibu bingung menjelaskan kemana Bapak pergi. Jadi itulah jawaban terbaik yang bisa beliau berikan ke saya.

Hingga suatu hari tetangga mengatakan ke saya, " Bapakmu itu sudah mati. Gak perlu ditunggu lagi ! ". Dan saat itulah saya pulang dan menangis sejadi-jadinya ! Keyakinan saya langsung hancur-lebur ! Mimpi saya bertemu Bapak langsung sirna. Ya namanya juga anak SD. Taunya kan Bapak lagi cari uang sambil terbang. hahaha.. 


makam bapak


Begitu menginjak remaja, saya selalu punya cita-cita tinggal di Jakarta. Biar kalo berkunjung ke makam beliau lebih dekat. Hahaha.. Cita-cita yang sangat aneh. Tapi Tuhan mengabulkannya dengan memberikan saya pekerjaan di Jakarta. Dan Alhamdulilah, saat ini sedang berjuang hidup di Ibukota. hihihi.. 

Oleh karena itu, saya selalu memanfaatkan momen puasa dan lebaran untuk mengunjungi makam. Meski kadang kalo pas libur, ujug-ujug datang ke sana juga sih. Intinya kalo pas pingin berziarah, yo wes chaaaoow. 

TPU PONDOK KELAPA



pekarangan tpu pondok kelapa




Ada yang menarik saat pertama kali saya mengunjungi TPU Pondok Kelapa. Suasananya tak seseram tempat pemakaman di kampung dulu. Kalo di kampung, yang namanya makam itu selalu rindang dengan puluhan pohon bunga kamboja.

Nisan-nisannya juga beraneka ragam, bahkan masih berbentuk tanah saja. Ukurannyapun tak seragam, dan yang lebih bikin serem itu, suasananya gelap dan seolah lembab. 

Saat saya mengunjungi TPU Pondok Kelapa, kesan seram sebuah makam langsung lenyap seketika. Suasananya terang benderang, makam-makamnya rapi dan seragam. Dan yang lebih bikin kaget lagi, ada yang jualan. hihi.. Eits, ini bukan cuma jualan kembang setaman ya ? tapi jualan makanan. Jadi seolah tempat rekreasi gitu. 


halaman tpu pondok kelapa


Sejujurnya saya memang gak pernah makan atau minum di area pemakaman. Entah kenapa, tapi rasanya ada yang janggal aja. Hahahha.. Tapi mungkin, kenapa banyak yang berjualan makanan karena memang pengunjungnya banyak yang berasal dari jauh. Area pemakamannya pun sangat luas dan bersih. 

Sekarang saya udah mulai tidak takut mengunjungi makam. Zaman dulu, setiap bepergian dan melewati makam, saya selalu menutup mata hingga area tersebut terlalui. Hahaha, saya takut bertemu makhluk yang tak ingin saya lihat muncul. hahaha... Lebay ya ? tapi semenjak saya sering mengunjungi TPU Pondok Kelapa, rasa takut itu sirna

Ngomong-ngomong kalo di tempat kalian suasana makamnya seperti apa Gaes ? apakah ada yang jual makanan juga ? Share cerita kalian di kolom komentar yuk ! hahaha.. 

You May Also Like

0 comments

ANNOUNCEMENT


Hi Gaes ! Pengumuman Singkat aja nie.. !

Berhubung sekarang saya memiliki Blog khusus tentang Art, maka Art Therapy Idea gak akan saya posting di sini lagi. Saya akan membuat postingannya ewafebriart.com.

Blog ini khusus untuk Journaling, Buku Dan Self Development saja. Terima kasih atas perhatiannya.