SELF DEVELOPMENT | 3 CARA UTAMA MEMBANGUN KUALITAS DIRI

by - January 05, 2018



2017 adalah Tahun Baik buat saya meskipun belum yang terbaik. Banyak hal yang telah saya capai dan saya mulai di tahun 2017, walaupun gak sedikit juga yang gagal. Hihi.. Tapi itulah sebuah proses. Bukan sekedar hasil akhirnya, tapi yang terpenting kita bisa belajar dalam perjalanannya menuju hasil akhirnya. Tahun 2017 adalah tahun dimana saya mulai berani menentukan Goal dan bisa lebih fokus dalam mengerjakannya. Tahun dimana saya merasa sedikit lebih baik dari diri saya sendiri di tahun lalu.

Pernahkah kalian merasa kesal dan kecewa luar biasa karena gagal ? , merasa sangat marah saat orang lain merasa tidak mengiyakan dan sejalan dengan opini kita, berasa ingin meninju orang lain saat berasumsi bahwa dia sedang mempermalukan kita di depan banyak orang, padahal mungkin dia hanya sedang berbahagia menceritakan dirinya. Berasa panas hati saat orang lain menceritakan tentang keberhasilannya. Mencibir saat orang lain bangga atas apa yang dia miliki, merasa sakit hati saat orang lain mlengos disaat kita sedang ingin membanggakan diri.. ? Merasa terintimidasi melihat apa yang sudah dicapai orang lain. Dan yang lainnya.

Pernah.. Saya pernah merasa begitu.. Dan itu melelahkan.. 😂.




2018 adalah Tahun yang akan saya jadikan sebagai Tahun Perubahan buat saya. Jika sebelumnya saya mengatakan bahwa Goal saya di tahun 2018 lebih fokus pada self development, bukan tanpa dasar, tapi karena semakin bertambah umur, semakin berasa harus memperbaiki kualitas diri, bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk diri sendiri.

COMPETE WITH YOUR SELF YOU WILL BE BETTER, COMPETE WITH OTHERS YOU WILL BE BITTER

Saat saya menemukan kalimat ini di pinterest , dalam hati saya mengatakan.. " bener juga.."
Dan.. Saat saya membaca tulisan ini di Instastory @plannerandcoffee_ dalam otak saya langsung merespon, " I want to do this.. ! ".



Saya bukanlah tipe manusia yang kompetitif 😂, jadi saya merasa lelah saat saya berusaha membandingan diri saya dengan orang lain. Serasa bukan diri sendiri dan memaksakan diri untuk bisa terlihat "lebih" dibandingkan orang lain. 
4 Tahun lalu, saat emosi saya sedang labil-labilnya, saya lebih agresif dan tidak terkontrol, lebih vokal tanpa pertimbangan, yang penting teriak dulu, mikir belakangan. Makin kesini makin ada perubahan 😂. Dan ketika saya memutuskan untuk menjadi lebih bahagia dengan kata-kata afirmasi di kepala " I WANT TO BE HAPPY TODAY ", ketika itu saya mulai menuju perubahan. 

1. CARA PIKIR


Yang pertama saya rubah adalah cara pikir atau mindset (sepertinya saya sudah membahas tentang ini juga). Itu sudah pasti, mengganti pikiran negatif ke positif itu penuh perjuangan, tapi harus saya lakukan, karena saya sudah memutuskan untuk lebih bahagia. Ada banyak aspek dan faktor yang harus saya pelajari untuk bisa menjadi the better of me !

Bagaimana cara saya mengubah mindset ?


Sebelum menentukan action apa saja yang harus saya ambil, terlebih dahulu saya interopeksi diri. Berkompromi dengan diri sendiri. Menerima kenyataan bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam diri sendiri, mengakui bahwa ada yang salah dengan diri saya dan harus dibenahi. Rasa ini penting, karena dengan begitu kita akan memasuki proses belajar menjadi baik. Jika rasa ini tidak ada, kemungkinan kita akan "denial" terhadapa action apapun yang akan kita ambil. 😂

A. Membaca. 


Membaca buku dan artikel tentang self developement adalah salah satu cara ampuh untuk memberikan nutrisi baik pada otak kita. Ada beberapa buku yang saya baca dan merubah cara pandang saya :


B. Journaling.


Seperti yang pernah saya bahas tentang fungsi dan manfaat journaling, kegiatan ini cukup berperan serta mengubah diri saya. Dengan journaling, saya jadi lebih memahami cara kerja dan jalan pikiran saya sendiri. Mencari tahu apa yang salah dengan diri saya, mereview apa saja yang membuat saya berfikir negatif dan positif dan kemudian memperbaiki ataupun mencari solusinya.
WIKIHOW adalah salah satu aplikasi paling bermanfaat saat saya butuh solusi (nonfisik). Wikihow membantu saya mencari jawaban dari problema bagaimana menghadapi pikiran negatif, menghadapi kegagalan, menghadapi amarah dll.


C. Mengikuti challenge tentang self improvement.


Mungkin terdengar konyol, tapi challenge ini bisa membantu kita menjadi lebih baik.
Pinterest adalah surganya ide 😂. Sudah seharusnya saya berterima kasih pada pinterest karena disanalah sumber ide saya berada. Hihi..
Challenge yang pernah saya ikuti :

1. No Complain day
2. Detox Social Media
3. Saving Challenge
4. Affirmation Challenge
5. 5 gratefull memories
6. Project 333
7. Reading challenge.
8. Doodle challenge

(Dan entah apalagi saya lupa.. Hahaha..)

D. Berhenti Mengkonsumsi Informasi Negatif. 


Berhenti Menonton acara TV yang gak berfaedah, unfollow toxic people di social media, akun-akun hoax, penyebar kebencian, keluar grup chat yang gak berfaedah (kecuali yang berkenaan dengan kerjaan, atau memberikan banyak ide kreatif), berhenti membaca berita gosip (kecuali bang jared leto 😂😂😂), berita adu domba, unfollow akun-akun berita, akun-akun gosip penyebar berita unfaedah. Berhenti mengomentari sesuatu yang bahkan saya sendiri gak ngerti maksudnya 😂😂😂. Mengeshare berita yang saya tidak tahu kebenarannya. Dan menggantinya dengan menemukan hobbi yang bernilai dan bermanfaat untuk hidup. Membaca buku yang mencerahkan, mendengarkan podcast yang berfaedah.

Awalnya, Sangat susaaaaaah.. 😂😂😂  gak mudah, apalagi kadang tindakan kita diasumsikan macam-macam 🤭 dan cukup memakan waktu lama,  terlebih karena otakku udah penuh dengan hal negatif, jadi memory yang saya inget ya cuma yang negatifnya aja. Hihi.. Lama kelamaan bisa dicerna baik oleh otak.

E. Meningkatkan Kadar Keimanan dan Ketaqwaan Kita.. 😂. 


Dari sekian hal, yang terpenting adalah point ini. Tanpa bantuan dan petunjukNya, mustahil saya bisa berubah. Alhamdulillah.. Hihi..

F. Mendengarkan Podcast.


Selain membaca, mendengarkan podcast juga bisa menjadi sumber inspirasi kita dalam merubah diri. Ada banyak channel tentang self devolepment yang bisa kita dengarkan. 
Berikut beberapa channel podcast yang sering saya dengarkan :


Atau kalian juga bisa mencari dengan menggunakan hashtag #selfdevelopement 


2. CARA BERSIKAP DAN PERILAKU


Jika mindset sudah berubah, otomatis sikap dan perilaku kitapun akan ikut berubah. Sedikit demi sedikit. Lebih optimis, lebih punya harapan, lebih bersyukur, bisa mengontrol diri sendiri.
Percayalah jika otak kita diasupi dengan buku-buku dan informasi positif, niscahya tingkah laku kitapun akan bertranformasi menjadi lebih baik dan positif.
Suatu hari saya mendengarkan tentang bagaimana memori kita itu mudah dimanipulasi di siaran TED episode manipulation lewat podcast, dan semenjak itu saya mulai memperbaiki asupan gizi otak saya.. Hihi.. 

3. CARA BERINTERAKSI DENGAN ORANG LAIN.


Nah.. Ini yang menjadi kendala utama dalam menuju perubahan. Haha.. Berinteraksi dengan orang lain itu susah-susah gampang. Karena kita terbentuk dari ruang lingkup, latar belakang, pendidikan, sikap, perilaku, mindset yang berbeda-beda.
Dan akan menjadi masalah besar jika ego masing-masing dari diri kita sama-sama tinggi.

1. Mempertajam EQ (emotion question) juga menjadi salah satu isu yang harus saya perhatikan. Dengan EQ kita bisa lebih peka terhadap sekitar kita.

2. Mempelajari Ekspresi dan Psikologi.
Belajar tentang ekspresi dan psikologi juga bisa membantu kita untuk berinteraksi dengan orang lain, jika teman-teman pernah membaca tentang cara menghadapi mythomania, itu adalah hasil dari saya belajar tentang ekspresi dan psikologi.
Dengan belajar itu kita jadi tahu kapan kita harus berhenti dan meneruskan perbincangan apabila
  • intonasi suara berubah.
  • cerita tanpa klimaks yang jelas
  • penggunaan bahasa yang kurang nyaman dan gak relevan.
  • argumentasi yang tiada akhir.
  • 80% mengangkat ke"AKU"an.
  • perbincangan searah.
  • Playing a victim.
  • Merasa 100 % jalan pikirannya paling benar. 


Sederhana, tapi belajar aspek psikologi juga bisa membantu interaksi kita lebih baik lagi dengan orang lain. Dan yang pasti bisa membantu kita mengatur pikiran dan sikap kita terhadap orang lain.

3. Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Karena ini sangat melelahkan.
Ketika saya mulai berfikir untuk mengalahkan orang lain dibanding diri sendiri, seketika itu saya harus siap menghadapi kekecewaan apabila gagal, sakit hati apabila tidak ada pengakuan, dan mulai mencari kesalahan orang lain untuk membuktikan diri kita lebih baik dan benar.
Pernah suatu hari saya membaca postingan blog tentang bagaimana si blogger ini mengeluh karena karyanya dicontek (bahkan dicopas) oleh penggemarnya, padahal pada saat dia menulis dan membuatnya dia mengorbankan waktu dan pikirannya.

Saat itu saya hanya berfikir " yaelah gitu aja pusing, mencak-mencak " , hingga suatu hari saya juga merasakan hal yang sama 😂. Keselnya bukan main. Pingin ninju tembok tapi takut tangan sakit. Haha..

Kemudian saya menyadari sesuatu, jika kita memberikan ilmu, informasi, pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya dengan kesadaran, tentu rasa sakit itu gak akan ada,  Karena pada saat kita melakukannya  dilandasi dengan kerelaan kita dalam berbagi. Memberikan informasi terlebih dahulu, bukan berarti kita  lebih pintar, tapi secara kebetulan kita mengetahuinya (lebih dahulu) dan mau membagikannya ke orang lain. Hihi.. Ini yang selalu saya tanamkan untuk diri sendiri. Supaya saya tidak cepat merasa berpuas diri dan berhenti belajar.

Dan kemudian dari situlah cara berfikir saya pun berubah. Dibandingkan berkompetisi dengan orang lain (kecuali memang untuk kompetisi berhadiah 😂) saya lebih memilih berkolaborasi (asal-usul Blog Guest ). Selain lebih nyaman saya juga bisa lebih banyak belajar dari mereka.

Karena itulah.. COMPETE WITH MY SELF menjadi salah satu penyemangat saya untuk berubah, bukan karena orang lain tapi karena untuk diri sendiri. Berkompetisi menjadi lebih baik dari saya yang kemarin.





Ada beberapa point yang ingin saya capai di 2018. Dan yang terpenting adalah mengenali alasan "Kenapa" saya harus berubah. Dan "Bagaimana" cara saya berubah.
Dan seperti biasa, Brainstorming adalah jalan keluar membuka pikiran kita. Hihi..

Kenapa saya harus berubah ?


Karena hanya saya yang bisa merubah hidup saya, pikiran saya, perilaku saya, dan bagaimana saya bersikap.

Bagaimana ...?


Ada banyak pertanyaan yang diawali dengan "bagaimana ?"
  • bagaimana saya bisa produktif ?
  • bagaimana saya bisa lebih bijaksana dan dewasa ?
  • bagaimana seharusnya saya bersikap ?
  • bagaimana cara mengutarakan opini dan pendapat pada orang lain ?
  • bagaimana cara menikmati hidup bernilai ?
  • bagaimana cara mengatasi kemarahan ? Dsb.


Dari brainstorming pertanyaan itu, saya bisa mencari solusi dan jawabannya. 😂
Jadi jangan heran kalo bullet journal saya sering cepat penuh, karena banyak yang saya catat sebagai brainstorming. Hihi..




Jadi teman-teman.. Hihi. Jika kalian ingin merubah menjadi lebih baik, lebih produktif, lebih fokus, lebih positif, yang perlahan-lahan perlu dirubah adalah jalan pikiran kita. Seperti pepatah diatas


The Anchestor Of Every Actions is A Thought


Jangan lupa subscribe blog  ini untuk mengetahui postingan terbaru, follow instagram untuk postingan terupdate.

😂 ... Have a nice day everyone..

HAPPY READING !

You May Also Like

2 comments

  1. Hi ewa, i love this article,pertanyaan yg sama muncul dari kata "how", sama munculnya d pikiranku,
    Maybe kmu bisa lebih ngasih saran/solusi buat ngejawab "how" krna jujur sya mash mencari jawaban itu, thanks before

    ReplyDelete
  2. Hello kak sherlly, terima kasih sudah membaca postingan ini. Menstimulasi jawaban dari kata "How" memang butuh waktu kak, tp percayalah bahwa semua pertanyaan itu ada jawabannya meskipun butuh waktu lama, saya sering mencari jawaban di "wikihow" atau bahkan google (rasanya setiap pertanyaan selalu ada solusinya diwikihow). Tidak harus kita ikuti semuanya. Paling tidak, bisa menjadi referensi kita mencari jawaban. Terdengar konyol tapi buat saya sangat membantu. Saran saya cari sumber sebanyak-banyak dari permasalahan kita untuk mendapatkan jawaban. Kita gunakan sumber-sumber tersebut sebagai referensi tindakan kita selanjutnya. Kita hanya perlu menyesuaikan mana dari referensi tersebut yang bisa kita jalankan atau tidak. Selamat berjuang kak

    ReplyDelete

Hi Gaes.. Jika kalian tak menemukan kolom komentar, mohon untuk mencari artikel yang ingin dikomentari melalui Home , atau pilih label, kemudian klik " Link Komentar " , yang berwarna salmon (peach pastel). Akan muncul kolom komentar baru. Mohon maaf ketidaknyamanannya.. 🙏