Monday, November 06, 2017

REVIEW DUOLINGO





Duolingo adalah sebuah aplikasi yang bisa kita gunakan untuk belajar bahasa.
Beberapa bulan belakangan ini saya sedang gemar belajar bahasa selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (padahal Bahasa Indonesia aja belum khatam, haha.. ), alasannya sederhana, karena saya ingin memanfaatkan waktu dengan baik dengan mempelajari hal baru yang bermanfaat.

Hanya dengan 15 menit menghafal kata dan artinya, serta 15 menit untuk mencatat hal yang diperlukan dalam mengingat bahasa tersebut, tentu bukanlah waktu yang membuat kita terlalu stress dalam mempelajarinya.
Masih ingat tentang the power of 15 minutes yang saya posting beberapa waktu lalu ? , nah ini adalah salah satu cara mengimplementasikan dalam dunia nyata.

Beberapa waktu lalu saya diminta untuk membuat review tentang duolingo. Dan dalam kesempatan ini saya ingin membagikan apa yang saya ketahui dan pelajari tentang duolingo ini.



Catatan pertama saya tentang Duolingo adalah :

Jika teman-teman ingin belajar bahasa dengan serius , Duolingo bukan tempatnya.
Tapi jika alasannya sama seperti saya, belajar sambil having fun, Duolingo bisa menjadi pilihan.

Mari kita bahas Duolingo, karena alasan yang kedua Hehe.. Bersenang-senang sambil belajar.



Duolingo merupakan aplikasi edukatif yang berbasis game/permainan interaktif yang sederhana tapi juga memiliki beberapa level.



Layaknya kita bermain game, dalam duolingo kita juga mendapatkan nilai atau reward setiap kali menyelesaikan sebuah level. Reward bisa berupa nilai yang dituliskan dengan simbol --- Xp.




Atau jika kita mampu mendapatkan achievement (karena beberapa keadaan yang spesial), misal mampu menjawab soal tertentu dengan waktu yang ditentukan, maka kita bisa mendapatkan reward dengan istilah lingot.



Kenapa saya sebut Game interaktif ? karena selain bermain game tunggal kita juga bisa berdiskusi dan mengikuti forum/grup yang ada.
Grup-grup tersebut terdiri dari anggota duolingo yang ingin mempelajari bahasa yang sama dan bisa saling tukar informasi dan pengetahuan satu sama lain. (Hampir sama seperti di Facebook atau media sosial lainnya).



Seperti halnya disekolah, dalam aplikasi duolingo, disetiap akhir level selalu ada test. Semacam ujian disekolah gitu. Hihi..



Ada waktu-waktu tertentu yang kita harus mengulang level untuk memperkuat ingatan kita tentang suku kata dan artinya.
Seperti juga sosial media lainnya, duolingo juga memiliki pilihan setting notifikasi. Semacam reminder untuk kita supaya belajar atau memperbaiki level yang ada.





Catatan yang kedua adalah :

dalam duolingo tidak terdapat penjelasan tentang tata bahasa. 

Kalo teman-teman ingin belajar tentang tata bahasa, pilihan yang tepat adalah mengikuti kursus atau membeli bukunya.

Tetapi ada beberapa penjelasan dalam forum-forum tertentu mengenai tata bahasa yang disampaikan oleh native speaker masing-masing pada kolom-kolom komentar diclub atau review.
Ngomong-ngomong, ada kabar gembira nie, rencananya Bahasa Indonesia juga akan masuk didalamnya. Hehe..

Salah satu contoh soal dalam duolingo


Jika teman-teman sudah membaca postingan Duolingo in Bullet Journal, teman-teman pasti mengetahui bahwa saat ini saya sedang belajar bahasa korea.
Nah saya ingin memberikan sedikit review tentang bahasa korea dalam duolingo.

Pada level awal, di dalam duolingo kita diberikan beberapa huruf hangul (silabel) dan cara bacanya menggunakan romanisasi. Semakin meningkat tingkat levelnya, kita akan diberikan tulisan hangeul per kata dan berlanjut ke satu kalimat sederhana.
Yang menjadi masalah disini adalah :

1. Pada saat kita diberikan contoh perkata, tidak dibarengi dengan pengetahuan bagaimana merangkai setiap huruf menjadi satu silabel.
Yang perlu digarisbawahi bahwa susunan kata dalam Hangeul terdiri dari pengabungan huruf konsonan dan huruf vokal.



2. Pada saat kita diberikan contoh kalimat, sama seperti belajar bahasa lain, kita tidak diberikan informasi tata bahasanya. Jadi kita harus memahaminya sendiri, atau membaca artikel tambahan sebagai penunjang.



Ada perbedaan mendasar jika kita belajar Duolingo menggunakan versi aplikasi di handphone dan website. Jika kita menggunakan versi website, kita bisa mendapatkan banyak informasi/tips belajar tata bahasa, pengunaanya dll, yang tidak terdapat pada versi aplikasi handphone. Mungkin karena aplikasi di handphone bersifat on the go, jadi aplikasi dibuat se- efisien dan se-efektif mungkin.

Berbeda dengan belajar Bahasa Perancis atau Bahasa Inggris, jika kita belajar bahasa korea, kita juga harus mempelajari huruf-hurufnya (hangul). Jika belajar bahasa perancis, kita bisa lebih mudah mempelajarinya karena penulisannya menggunakan tulisan romanisasi. Namun dalam bahasa korea, ada 3 tahapan yang harus kita lewati.


Hangeul ---> Romanisasi ---> Artinya


Nah, dalam duolingo, kita hanya diberikan contoh kalimat dengan skema seperti dibawah ini : 

Hangeul ---> Artinya

Dalam proses ini tidak ada proses romanisasi.



Untuk menunjang supaya belajar bahasa korea lebih lancar, baru-baru ini saya membeli buku tentang bagaimana membaca huruf hangeul. Hihi..
Alasannya, karena saya akan merasa  aneh kalo saya nantinya lancar kata (dalam romanisasi) dan artinya , tapi gak tahu cara baca huruf hangeulnya 😁.



Dengan bantuan buku ini saya berharap saya bisa lebih mudah (terutama saat mencari di kamus) belajar bagaimana cara membaca dan cara menulis huruf hangeul ini.

Itulah tadi informasi yang bisa saya sampaikan tentang duolingo.

Kalo menurut saya pribadi apapun media belajar kita, selama kita aktif dan mau belajar dengan sungguh-sungguh pasti sedikit demi sedikit kita mampu menguasainya.
Meskipun kita belajar dengan menggunakan aplikasi, jika memang kita berniat dengan sungguh-sungguh kita pasti bisa dengan mencari informasi lainnya di web sebagai pengetahuan tambahan. Di jaman milenial yang kata orang-orang Jaman Now, segala sesuatu dipermudah. Yang penting gunakan teknologi yang ada dengan baik dan untuk tujuan baik. InshaAllah bermanfaat untuk hidup kita. Amin..

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.. Bye..

2 comments:

Ibrahim anwar said...

Pernah coba kaya ginian tapi gapernah nuntasin, belajar yang kaya gini perlu komitmen lebih soalnya hahaha

http://hibranwar.com

ewafebri said...

That's true.. Hahaa.. Saya mensiasatinya dengan permainan Goal dan reward kak.. Setup goal belajarnya kalo berhasil dapet reward. Hihi.. Biar termotivasi (gak berhenti 😲)

ewafebri newsletter