Skip to main content

CARA EFEKTIF BELAJAR BAHASA DENGAN DUOLINGO DAN CORNELL SISTEM

Kegiatan mencatat menjadi salah satu solusi kita untuk bisa memahami suatu materi selain membaca tentunya, hehe..
Dan ternyata ada beberapa metode mencatat supaya kita bisa belajar dengan lebih efektif dan efisien.
Ada 4 metode mencatat yang umum digunakan pelajar. Diantaranya adalah metode chart, metode outlining, metode mind mapping dan metode cornell.
Pinginnya sih membahas satu persatu tentang metode mencatat, tapi itu bisa dibuat nanti saja ya..? .
Mumpung ide saya kali ini tentang salah satu metode belum lenyap, jadi mendingan fokus sama metode yang ingin saya bahas dipostingan ini.

Adalah metode Cornell, metode yang baru-baru ini saya ketahui dan pelajari, hihi, Metode yang dikembangkan oleh seorang profesor (pengajar) yang bernama Walter Pauk di Universitas Cornell. Beliau menuangkan metode ini dalam bukunya yang berjudul "How To Study In College".

Dari judul bukunya, tentu metode ini ditunjukkan untuk pelajar mahasiswa, tapi apa iya cuma mahasiswa aja, orang pekerja gak boleh.. ? Anak sekolah apa gak boleh juga.. ?
Haha.. Gak gitu juga, siapa aja bisa menggunakan metode ini, asal dimengerti dan dipahami konsepnya.

Beberapa informasi yang saya dapatkan berbekal googling, metode cornell itu adalah sebagai berikut.




Ada 3 kolom (bantuan) utama yang digunakan dalam metode Cornell. Kolom sebelah kanan digunakan untuk mencatat presentasi atau materi pada saat presentasi/perkuliahan sedang berlangsung. Ada beberapa tips untuk mencatat dalam cornel sistem ini.

1. Menggunaka simbol2 supaya tidak memakan banyak tempat dan mengurangi waktu mencatat

2. Menggunakan singkatan.

3. Perhatikan informasi yang penting-penting saja.

Bagian sebelah kiri adalah untuk mencatat review, gagasan, pertanyaan yang muncul setelah membaca informasi di kolom bagian kanan.
Sedangkan kolom bagian bawah gunanya untuk menyimpulkan informasi yang sudah didapatkan selama presentasi dan review sudah berlangsung.

Setelah mengetahui, membaca, menimbang serta mempertimbangkan hal-hal yang berhubungan dengan cornell system ini, timbullah ide mengsinkronisasikan metode ini dengan cara belajar bahasa otodidak lewat duolingo. Hihi..

Sebelumnya saya mengunakan metode pencatatan asal (lebih mirip model outlining) dalam mempelajari duolingo, seperti gambar berikut ini :



Yang kemudian saya ubah dengan menggunakan metode chart seperti gambar dibawah ini :



Dibandingan kan metode sebelumnya (asal-asalan 😀), metode chart lebih efektif untuk belajar bahasa, karena ada kategori-kategori tertentu yang memudahkan membaca kembali informasi yang ada.

Sampai pada akhirnya saya menemukan sistem Cornell (telat nemunya.. Hihi..).
Menurutku sistem cornell ini lebih efektif dan efisien diterapkan dalam proses belajar duolingo, plus tentu saja sedikit dimodifikasi. Kenapa dimodifikasi.. ? Supaya lebih sinkron dengan duolingo.



Berikut ini contoh penerapan cornell sistem dalam duolingo :



Gambar diatas adalah layout pertama yang saya gunakan. saya masih menerapkan sistem cornell yang sebenernya hanya dengan 3 kolom utama.

Kolom bagian kanan saya gunakan untuk mencatat perbendaharaan kata-kata dan contoh kalimatnya.

Kolom sebelah kiri saya gunakan untuk mereview kalimat dan mencatat hal-hal yang penting yang ada hubungannya dengan informasi dikolom sebelah kanan. Seperti contoh penggunaan le/la dan une/un dalam bahasa perancis. Dikolom ini saya juga sisipkan pertanyaan yang muncul saat saya mereview informasi dikolom sebelah kanan. Untuk memudahkan membedakan mana informasi, catatan, dan syntax (rumusan), saya menggunakan color code atau kode warna tertentu.

Kolom bagian bawah adalah kolom yang saya gunakan untuk menyimpulkan (dengan bahasa sendiri) dari materi yang saya dapatkan di 2 kolom diatasnya.

Sampai kemudian saya memposting contoh penggunaan cornell di grup Bullet Journal Indonesia. Ada beberapa respon positif yang saya dapatkan (terima kasih mbak diah) sampai kemudian saya memodifikasi sistem cornell supaya lebih efektif lagi.

Dan berikut ini salah satu contoh layout hasil modifikasi untuk duolingo.



Cara mencatatnya pun saya sesuaikan.

Pada kolom kanan saya bagi menjadi 3 ( 1 kolom kecil, 2 kolom sedang).
Kolom kecil saya gunakan sebagai mark/tanda apakah kata-kata yang saya input itu merupakan kata-kata maskulin atau feminin. Kolom ke - 2 & ke - 3 saya gunakan untuk mencatat bahasanya (dalam hal ini bahasa Perancis dan bahasa Inggris).

Kolom Kiri saya gunakan untuk mencatat materi pelajaran duolingo, catatan penting dan juga rumus2 dalam membentuk kalimat.

Kolom bagian bawah adalah contoh kalimat beserta terjemahannya dalam bahasa Inggris (sekali belajar, 2 bahasa sekaligus.. Hehe.. ).

Seru kan ya ternyata kegiatan mencatat ini.. ? Hihi.... Gak cuma sekedar melemaskan jari, tetapi mencatat ini juga bisa membantu kita menganalisa suatu materi secara luas dan secara tajam. dan bisa lebih inget loh.
Bermanfaat banget kan..? Hehe.. ?

Bagaimana dengan kamu.. ? Metode apa saja yang pernah kamu coba ?
Apapun metode pencatatan yang kamu pilih, yang penting nyaman dan mudah dipahami. Postingan ini hanya membantu memberikan referensi saja. Jika suka dan ingin mencoba silahkan saja. Karena setiap dari kita tentunya berbeda-beda dalam menerima dan mengolah informasi. Pilihlah metode yang cocok dan berguna buat kamu, Itu yang terpenting.

Baiklah.. Sekian dulu postingan tentang cornell sistem ini.. Sampai ketemu lagi dipostingan berikutnya.

See ya..

Comments

Post a Comment

Thank you for visiting this blog, if you have any questions, please leave comment. have a nice day good people .

Popular Post

How To Plan - Bullet Journal (Indonesia)

Setelah beberapa kali mengedit buat pengantar di postingan kali ini, saya menyerah dan mencoba menggunakan bahasa ala kadarnya saya aja, hihi. awalnya pingin memulai postingan ini dengan kata-kata dan pengantar yang sedikit beda seperti biasanya, tapi susah. hahaha.. daripada malah nggak dipublish dan anteng di draft aja, mendingan saya mulai postingan ini dengan gaya dan cara saya yang seperti biasanya aja ya. (menjadi seorang pemulispun ternyata susah ya... ? huhu..  baiklah.. hari ini saya ingin berbagi cara saya dan apa saja yang biasanya saya jadikan rapid log di dalam bullet journal saya. sebelumnya saya pernah ditanya bagaimana saya mengisi bullet journal dan apa saja yang harus saya tuliskan dalam rapid lognya.  mari kita mulai. 

BULLET JOURNAL INDONESIA : REVIEW MAY 2016

Wohoooo..,
Udah akhir bulan mei, cepet sekali ya..? Dan hidupku.... Ah sudahlah.. Mendingan lanjut dengan postingan yang seru-seru. Yang baper-baper udah gak jaman ya.. ? Hehee..

Okay.. Kali ini saya pingin share tentang bullet journal review may , 2016  hehe..

Dibandingan bulan-bulan kemarin , bulan mei mungkin lebih lengkap komponen dan to do list yang udah saya kerjakan haha..

First , let's take a look future log (montly log)


BULLET JOURNAL

hello.. I am back. Hahaha..
Gw adalah tipikal orang yang kalo lagi seneng mengerjakan sesuatu semangat banget mengerjakannya dan berulang-ulang sampai jenuh. Dan kemudian mencari hal baru untuk dipelajari dan di coba, dan terus menerus sampai jenuh, dan kembali ke kebiasaan yang lama. Begitu terus, entah sampai kapan. Apa ada yang punya kelemahan begitu.. ? hihi.. Gak bisa menyukai 1 hal saja, bawaanya semuanya pingin dicoba dan dipelajari. Kalo kamu salah satunya, selamat.. ! You're not alone..!! Hihi..
Pernah dengar istilah tentang Bullet Journal ?  Nah, Hari ini gw pingin ngebahas tentang Bullet journal.
Apa itu bullet journal ? (coba click linknya.)
Gw coba jelasin dengan bahasa yg gw mengerti ya.. ? Hihi..

6 CARA MUDAH MEMULAI BULLET JOURNAL

Merdekaa.. Merdekaa..

Dirgahayu ke 72 Indonesia..
Terima kasih kepada Para Pahlawan yang sudah memperjuangkan Kemerdekaan NKRI.
By the way, apa makna 17 Agustus buat teman-teman.. ?
Buat saya pribadi, 17 Agustus itu moment kita mengingat jasa pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan, moment mengingat sejarah bangsa Indonesia, moment mensyukuri nikmat kemerdekaan, moment mengingat Kebhinekaan kita, moment menikmati hiburan dan berburu hadiah, dan tentu moment berburu diskon dan gratisan. Hihi.. Lengkap deh.

Postingan saya kali ini masih berhubungan dengan kemerdekaan. Yup.. Merdeka dari tumpukan pekerjaan dan pikiran kita,  dengan bantuan Bullet Journal.
Loh, emang bisa.. ? Bisa banget.. !

Postingan ini juga sekaligus menjawab beberapa pertanyaan teman-teman tentang bagaimana memulai bullet journal.

Mau tahu caranya.. ? Hihi.