Wednesday, May 10, 2017

CARA EFEKTIF BELAJAR BAHASA DENGAN DUOLINGO DAN CORNELL SISTEM

Kegiatan mencatat menjadi salah satu solusi kita untuk bisa memahami suatu materi selain membaca tentunya, hehe..
Dan ternyata ada beberapa metode mencatat supaya kita bisa belajar dengan lebih efektif dan efisien.
Ada 4 metode mencatat yang umum digunakan pelajar. Diantaranya adalah metode chart, metode outlining, metode mind mapping dan metode cornell.
Pinginnya sih membahas satu persatu tentang metode mencatat, tapi itu bisa dibuat nanti saja ya..? .
Mumpung ide saya kali ini tentang salah satu metode belum lenyap, jadi mendingan fokus sama metode yang ingin saya bahas dipostingan ini.

Adalah metode Cornell, metode yang baru-baru ini saya ketahui dan pelajari, hihi, Metode yang dikembangkan oleh seorang profesor (pengajar) yang bernama Walter Pauk di Universitas Cornell. Beliau menuangkan metode ini dalam bukunya yang berjudul "How To Study In College".

Dari judul bukunya, tentu metode ini ditunjukkan untuk pelajar mahasiswa, tapi apa iya cuma mahasiswa aja, orang pekerja gak boleh.. ? Anak sekolah apa gak boleh juga.. ?
Haha.. Gak gitu juga, siapa aja bisa menggunakan metode ini, asal dimengerti dan dipahami konsepnya.

Beberapa informasi yang saya dapatkan berbekal googling, metode cornell itu adalah sebagai berikut.




Ada 3 kolom (bantuan) utama yang digunakan dalam metode Cornell. Kolom sebelah kanan digunakan untuk mencatat presentasi atau materi pada saat presentasi/perkuliahan sedang berlangsung. Ada beberapa tips untuk mencatat dalam cornel sistem ini.

1. Menggunaka simbol2 supaya tidak memakan banyak tempat dan mengurangi waktu mencatat

2. Menggunakan singkatan.

3. Perhatikan informasi yang penting-penting saja.

Bagian sebelah kiri adalah untuk mencatat review, gagasan, pertanyaan yang muncul setelah membaca informasi di kolom bagian kanan.
Sedangkan kolom bagian bawah gunanya untuk menyimpulkan informasi yang sudah didapatkan selama presentasi dan review sudah berlangsung.

Setelah mengetahui, membaca, menimbang serta mempertimbangkan hal-hal yang berhubungan dengan cornell system ini, timbullah ide mengsinkronisasikan metode ini dengan cara belajar bahasa otodidak lewat duolingo. Hihi..

Sebelumnya saya mengunakan metode pencatatan asal (lebih mirip model outlining) dalam mempelajari duolingo, seperti gambar berikut ini :



Yang kemudian saya ubah dengan menggunakan metode chart seperti gambar dibawah ini :



Dibandingan kan metode sebelumnya (asal-asalan 😀), metode chart lebih efektif untuk belajar bahasa, karena ada kategori-kategori tertentu yang memudahkan membaca kembali informasi yang ada.

Sampai pada akhirnya saya menemukan sistem Cornell (telat nemunya.. Hihi..).
Menurutku sistem cornell ini lebih efektif dan efisien diterapkan dalam proses belajar duolingo, plus tentu saja sedikit dimodifikasi. Kenapa dimodifikasi.. ? Supaya lebih sinkron dengan duolingo.



Berikut ini contoh penerapan cornell sistem dalam duolingo :



Gambar diatas adalah layout pertama yang saya gunakan. saya masih menerapkan sistem cornell yang sebenernya hanya dengan 3 kolom utama.

Kolom bagian kanan saya gunakan untuk mencatat perbendaharaan kata-kata dan contoh kalimatnya.

Kolom sebelah kiri saya gunakan untuk mereview kalimat dan mencatat hal-hal yang penting yang ada hubungannya dengan informasi dikolom sebelah kanan. Seperti contoh penggunaan le/la dan une/un dalam bahasa perancis. Dikolom ini saya juga sisipkan pertanyaan yang muncul saat saya mereview informasi dikolom sebelah kanan. Untuk memudahkan membedakan mana informasi, catatan, dan syntax (rumusan), saya menggunakan color code atau kode warna tertentu.

Kolom bagian bawah adalah kolom yang saya gunakan untuk menyimpulkan (dengan bahasa sendiri) dari materi yang saya dapatkan di 2 kolom diatasnya.

Sampai kemudian saya memposting contoh penggunaan cornell di grup Bullet Journal Indonesia. Ada beberapa respon positif yang saya dapatkan (terima kasih mbak diah) sampai kemudian saya memodifikasi sistem cornell supaya lebih efektif lagi.

Dan berikut ini salah satu contoh layout hasil modifikasi untuk duolingo.



Cara mencatatnya pun saya sesuaikan.

Pada kolom kanan saya bagi menjadi 3 ( 1 kolom kecil, 2 kolom sedang).
Kolom kecil saya gunakan sebagai mark/tanda apakah kata-kata yang saya input itu merupakan kata-kata maskulin atau feminin. Kolom ke - 2 & ke - 3 saya gunakan untuk mencatat bahasanya (dalam hal ini bahasa Perancis dan bahasa Inggris).

Kolom Kiri saya gunakan untuk mencatat materi pelajaran duolingo, catatan penting dan juga rumus2 dalam membentuk kalimat.

Kolom bagian bawah adalah contoh kalimat beserta terjemahannya dalam bahasa Inggris (sekali belajar, 2 bahasa sekaligus.. Hehe.. ).

Seru kan ya ternyata kegiatan mencatat ini.. ? Hihi.... Gak cuma sekedar melemaskan jari, tetapi mencatat ini juga bisa membantu kita menganalisa suatu materi secara luas dan secara tajam. dan bisa lebih inget loh.
Bermanfaat banget kan..? Hehe.. ?

Bagaimana dengan kamu.. ? Metode apa saja yang pernah kamu coba ?
Apapun metode pencatatan yang kamu pilih, yang penting nyaman dan mudah dipahami. Postingan ini hanya membantu memberikan referensi saja. Jika suka dan ingin mencoba silahkan saja. Karena setiap dari kita tentunya berbeda-beda dalam menerima dan mengolah informasi. Pilihlah metode yang cocok dan berguna buat kamu, Itu yang terpenting.

Baiklah.. Sekian dulu postingan tentang cornell sistem ini.. Sampai ketemu lagi dipostingan berikutnya.

See ya..

2 comments:

Sugeng Riyanto said...

kak ewa kreatif banget ^^

ewafebri said...

Hihi.. Thank you.. Ayo belajar..

ewafebri newsletter