Skip to main content

BULLET JOURNAL : 3 CARA MUDAH MENYUSUN MONTHLY REVIEW

Whoaaaa.. Udah memasuki bulan November ya.. ? Hihi.. Teman-teman udah menyiapkan bullet journalnya buat bulan ini ?. Saya yakin pasti sudah. Hehe..

Hari ini, saya tidak memposting tentang setup bulan November, tapi justru sebaliknya. Hihi.. Saya ingin mereview tentang bulan Oktober kemarin. Saya ingin berbagi tentang apa saja yang sukses dan apa saja yang gagal. Hihi..

Monthly Review.. ?



Haruskah setiap bulan kita membuat review.. ?
Pentingkah Monthly Review dalam Bullet Journal ?

Mari kita diskusikan.. Hihi (sok jadi moderator).

Di Awali dengan

"Haruskah Setiap Bulan Kita Membuat Review Dalam Bullet Journal ?"



Jawabannya, tentu saja "relatif" 😁.

Wajib dan tidaknya membuat review adalah tergantung kebutuhan kita.
Buat saya pribadi, Membuat Review menjadi sebuah perjalanan sendiri.
Adakalanya saya membuat review berbasis mingguan, adakalanya saya membuat secara global, berbasis bulanan. Tanpa saya sadari, saya membuat review setiap bulannya.

Pentingkah membuat monthly review..?

Jawabannya sama, "Relatif" , tergantung kebutuhan kita masing-masing. Ada tipikal orang yang tanpa harus "menuliskan" reviewnya, sudah paham dengan situasi yang mereka jalani, tapi ada juga sebagian yang harus membuat review untuk membantu mereka memutuskan tindakan selanjutnya.

Buat saya pribadi, setelah mencoba (bongkar pasang monthly review) dan mempelajarinya, monthly review memiliki peranan penting dalam bullet journal saya. Monthly review memiliki peranan yang sama dengan Braindump yang saya setup pada awal bulan.

Sebelum membahas bagaimana menyusun sebuah review, saya akan membahas tentang manfaat yang saya dapat selama membuat monthly review.

Apa Manfaat Monthly Review.. ?

1. Merangsang Otak untuk mempertajam ingatan kita.

Jika kita perhatikan, kata "review" dalam bahasa Inggris bisa kita artikan sebagai menganalisa, atau mengingat kembali kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi. Peristiwa atau kejadian ini bisa terdiri dari sebuah proses atau juga obyek dari suatu project tertentu.
Kegiatan menganalisa dan mengingat kembali suatu peristiwa atau kejadian tertentu inilah yang akan merangsang otak kita untuk mempertajam ingatan.
Dari buku seperti think small dan the power of habit, para ilmuwan mengatakan bahwa otak kita akan mampu merespon suatu hal dengan cepat dan baik apabila kita melakukannya secara berulang, meskipun terkadang respon yang diberikan beragam.

2. Melatih otak kita untuk menganalisa beberapa pilihan.

Setelah beberapa kali mencoba memberikan review, saya mulai mampu menganalisa dan memutuskan pilihan dengan lebih mudah. Sebelumnya saya merasa kesulitan untuk membuat suatu keputusan, semisal apakah project A, B atau C yang layak untuk dilanjutkan atau tidak.
Tapi dengan seringnya membuat review, saya mulai terlatih untuk menganalisa dan memutuskan pilihan yang tepat untuk dilanjutkan, ditunda atau bahkan dihentikan.

3. Melatih dan merangsang otak untuk menciptakan solusi atau ide baru.

Dalam proses membuat review, tentu kita akan mengenali beberapa hal yang menyangkut tentang obyek yang kita review. Bisa berupa hal positif dari obyek tersebut, hal negatif, atau bahkan timbulnya permasalahan yang membutuhkan suatu solusi tertentu. Dari sinilah proses review akan melatih kita untuk menemukan/mencari solusi dari permasalahan yang ditimbulkan. Bahkan tak jarang kita dapati diri kita mampu menciptakan ide baru dari analisa yang sudah kita lakukan.

Tapi sekali lagi, penting dan tidaknya Monthly review tergantung pada diri kita masing-masing. Mungkin saya adalah tipe orang yang lebih mampu berpikir dengan baik apabila ada stimulus tertentu (ini bahasanya bener atau gak.. ? Hihi..).

Bagaimana cara membuat Monthly review untuk bullet journal ?

Pertanyaan itu kerap kali muncul dibenak saya setiap kali saya akan membuat sebuah review. Dan apa yang saya lakukan adalah dengan melakukan hal yang sama seperti bulan-bulan sebelumnya (gak penting banget ini bahasannya, haha..).

Yang saya lakukan adalah :

1. Menuliskan hal apa saja yang menurut saya berhasil dibulan ini.

Saat saya mencari ide di internet tentang bagaimana cara membuat review di bullet journal, informasi yang sering saya dapatnya adalah tentang seberapa berhasil layout yang mereka gunakan tiap bulannya
Dan buat saya, cara ini kurang sreg dihati. Hihi.. Kurang memenuhi kebutuhan saya. Akhirnya saya membuat formula sendiri.
Yes.. Formula saya adalah formula acak adul. Haha.. Karena review yang saya buat tidak melulu tentang berhasil tidaknya sebuah layout, walaupun itu salah satu diantaranya. Beberapa bulan terakhir saya lebih memprioritaskan pengembangan sistemnya dibandingkan uji coba layout. Jadi buat saya, poin review terpenting adalah pada sistemnya.

Beberapa hal yang saya review diantaranya :
 
1. Apa saja target/goal yang berhasil saya selesaikan ?
2. Peristiwa atau moment yang menjadi highlight bulan tersebut.
3. Pencapaian suatu hal yang meski tanpa kita rencanakan sebelumnya.
4. Seberapa efektif layout yang ada dalam bullet journal kita.
5. Seberapa banyak project yang mampu saya selesaikan (atau penambahan progress tertentu) di bulan tersebut.

Contoh Review

2. Menuliskan hal apa saja yang gagal kita lakukan.

Sama halnya dengan membuat daftar apa saja yang berhasil, saya juga membuat daftar apa saja yang gagal saya lakukan dibulan tersebut.
Semisal : project yang melewati batas deadline.
Kenapa yang gagal pun saya buat daftarnya ? ..
Dengan cara ini memudahkan saya mengelompokkan materi, target, atau project mana yang akan saya lanjutkan (migrasi), tunda atau hentikan sama sekali.



3. Menuliskan hal-hal apa yang bisa saya kembangkan, perbaiki atau hal baru yang akan dicoba.



Jika kita sudah membuat daftar "gagal" , tentu kita akan lebih mudah mengamati, bagian mana saja yang ingin dilanjutkan atau tidak. Nah, dibagian inilah kita bisa membuat atau menuliskan hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan, atau memperbaiki kegagalan tersebut. Di bagian ini, otak kita dirangsang untuk mencari suatu solusi dari permasalahan yang muncul di bagian kedua atau daftar gagal tersebut.
Adakalanya saya juga membubuhkan ide baru yang ingin saya coba dibulan selanjutnya. Bisa berupa suatu project, layout atau peristiwa/moment tertentu.

Semisal :
A. project : ingin membuat sliding card.
B. Layout : nyoba weekly vertical layout.
C. Moment : jalan-jalan ke kota tua sendiri.



Hihi.. Begitulah tadi bagaimana cara saya membuat atau menyusun monthly review. Perlu digarisbawahi bahwa cara ini tidak mutlak. Ini hanyalah salah satu alternatif yang temen-teman bisa coba terapkan dibullet journalnya. Mungkin masih ada banyak cara diluar sana yang lebih cocok dengan cara yang teman-teman inginkan.

Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir, sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Comments

Popular Post

How To Plan - Bullet Journal (Indonesia)

Setelah beberapa kali mengedit buat pengantar di postingan kali ini, saya menyerah dan mencoba menggunakan bahasa ala kadarnya saya aja, hihi. awalnya pingin memulai postingan ini dengan kata-kata dan pengantar yang sedikit beda seperti biasanya, tapi susah. hahaha.. daripada malah nggak dipublish dan anteng di draft aja, mendingan saya mulai postingan ini dengan gaya dan cara saya yang seperti biasanya aja ya. (menjadi seorang pemulispun ternyata susah ya... ? huhu..  baiklah.. hari ini saya ingin berbagi cara saya dan apa saja yang biasanya saya jadikan rapid log di dalam bullet journal saya. sebelumnya saya pernah ditanya bagaimana saya mengisi bullet journal dan apa saja yang harus saya tuliskan dalam rapid lognya.  mari kita mulai. 

BULLET JOURNAL INDONESIA : REVIEW MAY 2016

Wohoooo..,
Udah akhir bulan mei, cepet sekali ya..? Dan hidupku.... Ah sudahlah.. Mendingan lanjut dengan postingan yang seru-seru. Yang baper-baper udah gak jaman ya.. ? Hehee..

Okay.. Kali ini saya pingin share tentang bullet journal review may , 2016  hehe..

Dibandingan bulan-bulan kemarin , bulan mei mungkin lebih lengkap komponen dan to do list yang udah saya kerjakan haha..

First , let's take a look future log (montly log)


6 CARA MUDAH MEMULAI BULLET JOURNAL

Merdekaa.. Merdekaa..

Dirgahayu ke 72 Indonesia..
Terima kasih kepada Para Pahlawan yang sudah memperjuangkan Kemerdekaan NKRI.
By the way, apa makna 17 Agustus buat teman-teman.. ?
Buat saya pribadi, 17 Agustus itu moment kita mengingat jasa pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan, moment mengingat sejarah bangsa Indonesia, moment mensyukuri nikmat kemerdekaan, moment mengingat Kebhinekaan kita, moment menikmati hiburan dan berburu hadiah, dan tentu moment berburu diskon dan gratisan. Hihi.. Lengkap deh.

Postingan saya kali ini masih berhubungan dengan kemerdekaan. Yup.. Merdeka dari tumpukan pekerjaan dan pikiran kita,  dengan bantuan Bullet Journal.
Loh, emang bisa.. ? Bisa banget.. !

Postingan ini juga sekaligus menjawab beberapa pertanyaan teman-teman tentang bagaimana memulai bullet journal.

Mau tahu caranya.. ? Hihi.

BULLET JOURNAL

hello.. I am back. Hahaha..
Gw adalah tipikal orang yang kalo lagi seneng mengerjakan sesuatu semangat banget mengerjakannya dan berulang-ulang sampai jenuh. Dan kemudian mencari hal baru untuk dipelajari dan di coba, dan terus menerus sampai jenuh, dan kembali ke kebiasaan yang lama. Begitu terus, entah sampai kapan. Apa ada yang punya kelemahan begitu.. ? hihi.. Gak bisa menyukai 1 hal saja, bawaanya semuanya pingin dicoba dan dipelajari. Kalo kamu salah satunya, selamat.. ! You're not alone..!! Hihi..
Pernah dengar istilah tentang Bullet Journal ?  Nah, Hari ini gw pingin ngebahas tentang Bullet journal.
Apa itu bullet journal ? (coba click linknya.)
Gw coba jelasin dengan bahasa yg gw mengerti ya.. ? Hihi..