Thursday, June 15, 2017

SAYA JUGA PLAGIATOR




Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَٓائِدَ وَلَاۤ آٰمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَـرَامَ يَبْـتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْا ۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tuhilluu sya'aaa`irollaahi wa lasy-syahrol-harooma wa lal-hadya wa lal-qolaaa`ida wa laaa aaammiinal-baital-harooma yabtaghuuna fadhlam mir robbihim wa ridhwaanaa, wa izaa halaltum fashthooduu, wa laa yajrimannakum syana`aanu qoumin an shodduukum 'anil-masjidil-haroomi an ta'taduu, wa ta'aawanuu 'alal-birri wat-taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal-ismi wal-'udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-'iqoob

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com.


Scroll instagram news feed pagi-pagi membawa saya pada sebuah akun tentang gosip (padahal dari awal goal saya bulan ini adalah menjauhi yang gak penting, kenapa juga mampir ke akun gosip ? , gak dapet reward deh ah.. 😯), kemudian mata saya tertuju pada screenshot tulisan yang berada ditengah. Karena tulisan kecil jadi susah terbaca (maklum sudah rabun), kemudian saya Zoom. Ternyata postingan tentang plagiarisme. (Screenshoot + repost tanpa ijin ini termasuk plagiat apa bukan.. ? Itu karya orang lain juga bukan ? 😯) eh tapi mereka kan ada usaha ya.. ? Screenshoot + nyari info + edit gambar + watermark + post. Mungkin ini yang membedakan mana plagiator, mana (bukan) plagiator terletak pada "usaha" dan "watermark".

Dan gak sengaja (gak mungkin gak sengaja) baca beberapa komentar dikolomnya (padahal udah pernah bilang kalo belajar jangan dikolom komentar selebgram, kemrungsung 😶, ngeyel.. ! 😓) yang isi komentarnya kadang bikin mikir "owh mereka hebat ya.. Gak pernah (merasa) copas". Kemudian saya tutup pindah ke tab news feed, trus mikir.


Plagiat ? Jadi sebenernya apa sih plagiat ini.. ? (Buka wikipedia).


Menurut wikipedia itu jadi ini :


"Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri."


Waduuuh.... Lebih mikir lagi. Hidupku penuh sama plagiarisme ini kalo begini caranya.


Postingan status di sosmedku ini sebagian besar masuk kategori ini berarti ya.. ?.

Banyak status, karangan, opini dan pendapat  yang saya dapet dari kata-kata emak, buku, baca artikel diinternet, hasil ngobrol sama kerabat, temen, guru, motivator, para ahli dibidangnya, repost Quote2 dan hasil obrolan sama orang lain.  (Njuk piye iki jal.. ? Ini plagiarisme juga bukan ? ), saking banyaknya baca pendapat dan ilmu yang di dapet sampe lupa sumbernya darimana, makanya gak pernah ditulis kreditnya. *mikir 😶


Jadi inget suatu cerita.

Awal saya bisa bikin doodle (karakter sendiri), senengnya gak ketulungan. Ada rasa "Gue keren, Dan ini milik Gue" dalam hati. Hingga suatu hari ada orang yang sekonyong-konyong koder memakai gambar (screenshoot + crop + edit + post) dan dipake untuk kepentingannya. Dan karena perasaan "Ini Milik Gue Tahu" itu besar banget, saya kezel dan marah. (Apa-apaan ini orang.. ? Main comot kagak minta ijin pulak) pikir saya saat itu. Dan ngomel-ngomellah saya di sosmed (duh.. 😑).


Dan hari ini saya merenung. Harusnya saya malu saat itu marah-marah di sosmed ya.. ?. Saya lupa, hasil yang saya dapetpun sebenernya juga hasil contek sana-sini (belajar gambar dari karakter-karakter gambar orang lain). Tapi hebatnya, Tuhan itu memberikan kemampuan dan keahlian yang berbeda-beda dari goresan tangan manusia. Jadi gambar yang saya hasilkan punya karakter yang berbeda dari gambar-gambar yang saya jadikan contoh. Walhasil karakter itu kemudian menjadi ciri khas goresan tangan saya, kalo kata erick tsudaiki "dari gambarnya, saya tahu itu pasti gambarmu"  (makin gede kepala lah, iya kan.. ? Secara diapresiasi gitu loh). Njuk kemudian saya merasa "sok ahli" soal gambar ini. Dan lupa bahwa sebenernya gambar tadi itu juga hasil contek sana-sini dibawah bayang-bayang kalimat "saya terinspirasi".

Ini hanya sebagian hal yang terlihat dari hasil Copas ide sana-sini. Bedanya saya sama si tukang comot adalah saya sedikit lebih berusaha menggunakan tangan saya untuk menggambar dengan pensil dan kertas (try and error berkali-kali) sementara beliau dengan menggunakan metode ngecrop dan edit. (Manual vs digital, tapi tetep saya menang banyak.. Karena jari2 saya lebih luwes dalam menggambar plus dapet ilmunya (teknik gambar) lebih banyak dibandingkan sekedar crop dan edit, hehe.. )

Belum lagi soal pendapat (yang sifatnya tak kasat mata).

Entah berapa banyak opini dan pendapat yang terlahir dari copas pak/bu Guru, pengarang Buku, Artikel, nasehat emak (yang mungkin dapet dari nasehat emaknya (yang juga dapet dari nasehat emaknya (yg dapet dari nasehat emaknya)) dan seterusnya), temen, motivator, quote-quote dsb. 
Bahkan saking banyaknya informasi ampe lupa sumbernya. Dan sekali lagi masih dibalut dan dibayangi oleh kata "terinspirasi". Yang membuat beda dari sumber awalnya adalah Kemurahan Tuhan memberikan sedikit kemampuan untuk nge-mix ilmu,  dari sumber A + Sumber B menjadi hasil A+B (yang saya akui sebagai pendapat sendiri 😑, padahal copas dari 2 sumber yang berbeda) < ini salah satu dari "Usaha" biar terhindar dari term (bukan ) plagiator.

Dari renungan ini saya sudah bisa menarik sedikit kesimpulan bahwasannya plagiator dan (bukan) plagiator terletak pada "daya dan upaya"/usaha.

Sedikit menyadari bahwa "apa yang saya tahu adalah hasil dari cari pengetahuan sana-sini" akhirnya saya  memilih  jalur "berbagi" saja. Memberitahu yang belum tahu,  siapa tahu jadi pingin tahu, syukur-syukur mempelajarinya, trus dibagikan buat yang belum tahu, supaya sama-sama tahu. Hehe..

Kenapa jalur "berbagi" bukan jalur "ini milik gue" ?

Karena, dibawah bayang-bayang pikiran "ini milik gue" itu sesungguhnya banyak kekecewaan dan sifat angkuh (tentunya).

Terutama jika "ini milik gue" dipake orang lain, padahal mungkin orang lain itu juga punya pikiran yang sama (the term of "ini milik gue", bisa jadi kan.. Karena sumber info yang didapet dari sumber yang sama plus kemampuan mengolah informasipun sama, jadi hasilnya bisa juga sama). Duh.. Bingung kan ?

Nah, dari pada menempatkan diri menjadi

"Gw lebih pinter dan berilmu dari Lu"

yang banyak jebakan batmannya, mendingan menempatkan diri menjadi

"saya tahu tentang hal ini, kamu udah tahu belum ? Sama-sama pelajari yuk. Ada manfaatnya loh.. Biar sama-sama tahu"

Cara ini lebih enak dan gak bikin sakit hati. Karena didasari "kerelaan" berbagi.

Kalo kata quote di pinterest (lupa kreditnya karena sekilas baca, #plagiat lagi)

"Cara belajar membuat diri lebih pintar dan berilmu itu dengan membagi ilmu yang kita tahu dengan orang lain"

Semoga setelah membagi ilmu. Saya bisa copas ilmu orang lain lagi. Biar makin berilmu (gak merasa (paling) bener dan pinter). 😀 (gak cuma copas, kalo bisa diterapkan juga keles...).


Jadi pada intinya.. Hasil renungan kali ini adalah Saya juga plagiator 😩.

Ps :

Jika ada kesamaan ide, pikiran, gaya bahasa, judul ataupun tema, mungkin karena kita sering membaca atau mendapatkan informasi dari sumber yang sama ya kak.. ? , buat kakak-kakak yang merasa memiliki persamaan seperti yang tertera diatas, saya sampaikan "salam kenal" dari saya. Hihi.. 

No comments:

ewafebri newsletter