Thursday, March 23, 2017

BULLET JOURNAL (INDONESIA) : REVIEW MOLESKINE DOTTED SOFT COVER.



Belakangan ini saya sering mendapatkan pertanyaan tentang jenis/nama buku apa yang saya gunakan untuk bullet journal saya, dan.. Di postingan kali ini saya ingin membahasnya. Hehe..

Pertama kali saya mendengar nama moleskine, terasa amat asing ditelinga. Buku macam apa sih moleskine ini. Penasaran saya ubek-ubek digoogle. Hihi.. Owh, ternyata moleskine ini adalah nama brand buku. Dan dari rasa penasaran itulah, sekarang jadi ketagihan. Hihi.

Kalo temen-temen udah sempet browsing diblog ini pasti menemukan beberapa bahasan tentang moleskine.
Pun, kali ini saya juga ingin membahas tentang moleskine, bedanya. Moleskine kali jenisnya Dotted (soft cover).



Emang beda sama yang lainnya.. ?
Penasaran.. ? Baca sampai habis ya.. ! (Modus 😁).


Demam Bullet Journal sudah mulai melanda Indonesia nie, hehe... Terbukti ada yang sudah mulai membentuk komunitas bullet journal di Facebook. Ada grup Bulletjournalid (saya termasuk anggotanya), atau acc. Tentang bullet journal yang mulai bertebaran di instagram. Saya sendiri beberapa waktu lalu sempet membuat page BULLET JOURNAL INDONESIA. Yang sampai saat ini ada 248 orang yang follow didalamnya.
Saya pribadi seringkali memposting beberapa contoh penggunaan bullet journal dalam page atau grup tersebut.
Dan, sering pula mendapatkan pertanyaan tentang buku yang saya gunakan.

Saat ini saya menggunakan produk moleskine yang soft cover (a.k.a sampul lembek 😁) type dotted atau titik-titik ukuran large setara 14 cm x 21 cm.

Jenis kertasnya sama seperti moleskine yang lainnya (grid dan plain), perbedaanya terletak pada pattern (tekstur) dan jenis sampul.
Jika dibandingkan dengan hard cover (yang hard cover ini memang lebih mantap dibawa-bawa, hihi..), soft cover ini cenderung gak bisa terbuka lebar dan lurus sejajar dengan alas bagian bawah (atau hanya perasaan saya saja.. ?), dan yang pasti lebih terlihat rapuh (fragile).
Untuk melindungi sampul lebih tahan lama (gak gampang sobek), saya tambahkan sampul buku yang terbuat dari kulit (DIY). Harapannya semoga sampulnya tetap bagus sampai titik kertas yang terakhir. Hihihi..

Hal yang membuat saya jadi ketagihan menggunakan produk moleskine karena kertasnya yang tahan terhadap cat air. Meskipun sangat tipis, moleskine mampu menahan penyerapan air (hingga layer ketiga) dengan baik. Jadi gak harus menggunakan kertas khusus cat air. Hehe..

Belakangan ini saya lagi gemar membuat illustrasi sebagai collection pada bullet journal saya, sekaligus menuangkan hobbi corat coret yang gak jelas. Karena itu moleskine menjadi produk pilihan buat saya.
Saya bisa menuangkan hobbi corat coret, melukis dan tentu saja bullet journal. Lengkap kan.. ? Hihi..

Buat temen-temen yang penasaran dengan produk ini silahkan dicoba, tapi soal harga, moleskine memang cenderung lebih mahal dibandingkan produk buku yang lainnya. Kisaraan harga kurang lebih sekitar 200 rb sampai 600 rb tergantu ukuran dan jenisnya. Tergolong mahal kalo cuma untuk corat-coret, karena itu saya lagi ingin beralih menggunakan produk buku lain (tapi tetep ngiler sama moleskine, hiks.. )

Berikut ini contoh kertas moleskine sesudah dipakai menggunakan cat air.



Gambar diatas adalah contoh kertas moleskine setelah saya gunakan cat air.




Dengan tipe buku yang sama, kali ini gak cuma illustrasi tapi juga catatan/journal untuk saya.



Bahkan tetep keren meskipun saya menggunakan mixed media (cat air dan pensil warna) plus clear varnish.



Bahkan pake fountain pen pun gak tembus ke belakang. Huhuhu.. Kereen.



Kalo buat watercolor aja no problemo, apalagi cuma buat sketch ya.. ? Hihi.. Contoh gambar dibawah ini. Cukup menggunakan drawing pen.



Nah.. Itulah beberapa alasan kenapa saya "jatuh cinta sama moleskine" , bahkan seringkali tutup mata sama harganya.. (Hoaaaaa.. ).

Buat yang ingin mencoba moleskine, silahkan merapat ke counter moleskine terdekat. Tapi jika terasa terlalu mahal, jangan dipaksakan. Cobalah menggunakan produk buku yang harganya ramah dikantong. Karena sesungguhnya, sebuah karya bagus tidak harus mahal. Hehe.. (Tapi harga tetep menentukan kualitas.. Kyaaaaa.. Puyeng..)

Baiklah..
Cukup sekian review saya tentang moleskine dotted ini. Semoga nanti ada buku lain yang bisa saya review. Hehe..

Selamat berkarya.

6 comments:

Nurul Latifah said...

Mbak, thank you for sharing your amazing bullet journal :)
Eh iya, saya mau tanya dong. Kalo moleskin ditulisi menggunakan spidol, tembus ke belakang nggak ya kertasnya?
Sebelumnya, terimakasih infonya :)
Salam,


nurullatif21.blogspot.com

ewafebri said...

Hallo terima kasih nurul. Kalo marker yang berbasis alkohol atau non-waterbased nembus. Seperti sharpie. Tp kalo yg waterbased semacam stabilo pen 88 atau koi brush pen masih aman.

Ari Ramdani said...

Kereeen .. Penasaran kenapa kobisa rapih sih tulisanya :') pengen bisa

ewafebri said...

Bisa kak.. Pasti bisa kalo sering dibaca.. Hihi.. Semangat

riuusa said...

Wow, baru tahu kalau sudah ada komunitasnya di Indonesia.

Moleskine dotted ini sayang yang hardcover ga ada (ini selama nyari di jogja sih ga nemu). Saya sampai saat ini senang dengan yang kotak-kotak, garisnya cukup tipis, jadi enak buat nulis.

Btw, salam kenal mbak :)

ewafebri said...

Hi.. Salam kenal juga. Iya.. Yg dotted kyknya emang gak ada hardcovernya mbak.. Punya saya saya tambahin ( diy ) cover semacam hobonichi biar rada kaku kalo dipake..

ewafebri newsletter