Skip to main content

D.I.Y CASH ENVELOPE SYSTEM (PART 1)

Hello there.. Hihi.. Ketemu lagi ya.. Hmm.. Sebelum saya posting panjang lebar, saya mau curhat sedikit, kenapa postingan ini ada beberapa bagian.
Setelah mencoba beberapa kali untuk dijadikan dalam 1 postingan, ternyata aplikasi tercinta saya ini force close terus. Hik..hik..
Jadi, ya udah diakalin aja, semoga dengan saya pisah beberapa bagian, aplikasinya lancar jaya ya.. Hoho..

Setelah kemarin saya posting tentang cara menggunakan envelope system , kali ini saya mau posting tentang tutorial membuat cash envelope systemnya.

Apa saja bahan-bahan yang kita butuhkan untuk project ini ? .
Berikut perinciannya :

1. Cardstock atau kertas minimal tebal kertas 120 gsm (saya memakai merk concorde dengan warna hitam dan coklat) ukuran A4 @ 6 lembar / lebih tergantung banyaknya kategori yang kita buat.

2. Cardstock ukuran A4 minimal tebal 200 gsm digunakan sebagai sampul depan. (saya menggunakan kertas daur ulang).

3. Double tape

4. Gunting, penggaris, pensil, penghapus.

5. Tali elastis dan charm (optional).

Dan.. mari kita membuatnya..

STEP 1 Membuat Amplop.

Sebenernya step ini bisa diskip, terutama buat yang pingin pake amplop yang sudah ada atau sudah siap pakai, tapi jika ingin buat amplop sesuai keinginan (warna dan patternnya), step ini justru yang paling penting. Hehehe..

By the way, banyak sebenarnya tutorial membuat amplop yang bertebaran di youtube dan pinterest. Tapi buat yang males bolak-balik nyari tutorialnya, saya akan buat juga disini. Menurutku ini cara paling gampang membuat amplop sendiri. Hihi..
1. Bagi kertas cardstock ukuran A4 (120 gsm) menjadi 3 bagian. Bisa sama lebar (ketiga-tiganya) atau dengan cara diukur (saya menggunakan lebar 9 cm). Seperti contoh gambar dibawah ini.






2. Lipat kertas menjadi tiga bagian, dan ukur bagian bawah dan atas kerta kurang lebih 1,5 cm, lalu potong bagian ujung-ujungnya dengan posisi potongan menyerong.



3. Buka lipatan kertas (kayak bikin origami ya..? Hihi.. ), lalu tekuk ke dalam sisi (1.5 cm) , menyerupai gambar di bawah ini.


4. Pada salah satu sisi terluar kertas, lipat kertas menjadi 2 bagian, lalu potong. Eitss.. Tapi jangan dibuang ya, karena nanti sisa kertas, kita bisa pake buat bindingnya. Untuk sisa kertas yang masih menempel adalah tutup amplopnya.






5. Dengan bantuan double tape, kita rekatkan badan amplop satu sama lain. Lalu lipat tutup amplop ke arah luar (posisi justru tidak menutup amplop), lalu kita potong bagian 1,5 cm pada tutup amplop dengan cara menyerong, seperti step sebelumnya tadi. then.. Kita bisa rehat sejenak, karena selamat.. Kamu sudah bisa bikin amplop.





Eitss.. Tapi jangan senang dulu, hihi.. Karena masih ada kertas-kertas yang lain yang harus diselesaikan kan ya..? Hahaha.. Baiklah.. Sambil menunggu kertas-kertas lain selesai, saya istirahat dulu ya. Nanti kita sambung di part 2 (supaya aplikasinya gak ngambek) , dan semoga bisa update secepatnya.





Selamat berjuang..

to be continued.

Comments

Popular Post

How To Plan - Bullet Journal (Indonesia)

Setelah beberapa kali mengedit buat pengantar di postingan kali ini, saya menyerah dan mencoba menggunakan bahasa ala kadarnya saya aja, hihi. awalnya pingin memulai postingan ini dengan kata-kata dan pengantar yang sedikit beda seperti biasanya, tapi susah. hahaha.. daripada malah nggak dipublish dan anteng di draft aja, mendingan saya mulai postingan ini dengan gaya dan cara saya yang seperti biasanya aja ya. (menjadi seorang pemulispun ternyata susah ya... ? huhu..  baiklah.. hari ini saya ingin berbagi cara saya dan apa saja yang biasanya saya jadikan rapid log di dalam bullet journal saya. sebelumnya saya pernah ditanya bagaimana saya mengisi bullet journal dan apa saja yang harus saya tuliskan dalam rapid lognya.  mari kita mulai. 

BULLET JOURNAL INDONESIA : REVIEW MAY 2016

Wohoooo..,
Udah akhir bulan mei, cepet sekali ya..? Dan hidupku.... Ah sudahlah.. Mendingan lanjut dengan postingan yang seru-seru. Yang baper-baper udah gak jaman ya.. ? Hehee..

Okay.. Kali ini saya pingin share tentang bullet journal review may , 2016  hehe..

Dibandingan bulan-bulan kemarin , bulan mei mungkin lebih lengkap komponen dan to do list yang udah saya kerjakan haha..

First , let's take a look future log (montly log)


6 CARA MUDAH MEMULAI BULLET JOURNAL

Merdekaa.. Merdekaa..

Dirgahayu ke 72 Indonesia..
Terima kasih kepada Para Pahlawan yang sudah memperjuangkan Kemerdekaan NKRI.
By the way, apa makna 17 Agustus buat teman-teman.. ?
Buat saya pribadi, 17 Agustus itu moment kita mengingat jasa pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan, moment mengingat sejarah bangsa Indonesia, moment mensyukuri nikmat kemerdekaan, moment mengingat Kebhinekaan kita, moment menikmati hiburan dan berburu hadiah, dan tentu moment berburu diskon dan gratisan. Hihi.. Lengkap deh.

Postingan saya kali ini masih berhubungan dengan kemerdekaan. Yup.. Merdeka dari tumpukan pekerjaan dan pikiran kita,  dengan bantuan Bullet Journal.
Loh, emang bisa.. ? Bisa banget.. !

Postingan ini juga sekaligus menjawab beberapa pertanyaan teman-teman tentang bagaimana memulai bullet journal.

Mau tahu caranya.. ? Hihi.

BULLET JOURNAL

hello.. I am back. Hahaha..
Gw adalah tipikal orang yang kalo lagi seneng mengerjakan sesuatu semangat banget mengerjakannya dan berulang-ulang sampai jenuh. Dan kemudian mencari hal baru untuk dipelajari dan di coba, dan terus menerus sampai jenuh, dan kembali ke kebiasaan yang lama. Begitu terus, entah sampai kapan. Apa ada yang punya kelemahan begitu.. ? hihi.. Gak bisa menyukai 1 hal saja, bawaanya semuanya pingin dicoba dan dipelajari. Kalo kamu salah satunya, selamat.. ! You're not alone..!! Hihi..
Pernah dengar istilah tentang Bullet Journal ?  Nah, Hari ini gw pingin ngebahas tentang Bullet journal.
Apa itu bullet journal ? (coba click linknya.)
Gw coba jelasin dengan bahasa yg gw mengerti ya.. ? Hihi..