Monday, September 19, 2016

D.I.Y CASH ENVELOPE SYSTEM (PART 2)

Helloo.. Hihi.. I am back.. By the way, amplopnya udah siap semuanya kan ya.. ? Mari kita mulai proses pem-binding-annya. Tapi kalo yang belum punya amplop dan ingin membuatnya, boleh klik disini.

STEP 2 Proses Binding


1. Ingat sisa potongan kertas (penutup amplopnya).. ? Tambahkan sisi-sisinya dengan double tape. Apply ke semua sisa kertas. (kedua sisinya ya..)
Seperti gambar dibawah ini



2. Jika sudah semua, rekatkan satu amplop dengan amplop yang lainnya dengan bantuan kertas tadi. Lihat gambar dibawah ini :



Lalu sisi selanjutnya juga sama dan ulang ke semua amplop yang ada..



3. Tahap terakhir, lihat contoh diatas.. Amplop pertama dan terakhir kita rekatkan satu sama lain, jika sudah maka hasilnya akan terlihat seperti gambar berikut



Usahakan pada saat menempel amplop satu sama lain posisinya benar biar hasilnya rapi, karena punya saya rada acak adul. Hahhaa..

4. Setelah itu, pada bagian yang ada sisa potongan tutup amplopnya, kita tambahkan double tape, usahakan double tapenya diletakkan di bagian rada tengah ya.. , jangan terlalu ke atas, biar saat dibuka bisa terbuka lebar. Hasilnya seperti gambar di bawah ini..






Gambar diatas adalah nampak depan, kalo tampak samping seperti contoh gambar berikut ini..



Yeay.. Selamat.. Kamu baru saja melewati tahap kedua, tahap selanjutnya nanti saya akan posting di bagian ketiga ya.. ?

Kenapa gak sekalian aja, sekarang ?

Hmm.. Karena aplikasinya takut ngambek lagi kalo kepanjangan. Haha..

Sambil menunggu postingan selanjutnya, boleh beli dan pilih-pilih patternnya loh.. Hihi disiapin dulu aja ya..

See ya next post.,

To be continued.

Saturday, September 17, 2016

D.I.Y CASH ENVELOPE SYSTEM (PART 1)

Hello there.. Hihi.. Ketemu lagi ya.. Hmm.. Sebelum saya posting panjang lebar, saya mau curhat sedikit, kenapa postingan ini ada beberapa bagian.
Setelah mencoba beberapa kali untuk dijadikan dalam 1 postingan, ternyata aplikasi tercinta saya ini force close terus. Hik..hik..
Jadi, ya udah diakalin aja, semoga dengan saya pisah beberapa bagian, aplikasinya lancar jaya ya.. Hoho..

Setelah kemarin saya posting tentang cara menggunakan envelope system , kali ini saya mau posting tentang tutorial membuat cash envelope systemnya.

Apa saja bahan-bahan yang kita butuhkan untuk project ini ? .
Berikut perinciannya :

1. Cardstock atau kertas minimal tebal kertas 120 gsm (saya memakai merk concorde dengan warna hitam dan coklat) ukuran A4 @ 6 lembar / lebih tergantung banyaknya kategori yang kita buat.

2. Cardstock ukuran A4 minimal tebal 200 gsm digunakan sebagai sampul depan. (saya menggunakan kertas daur ulang).

3. Double tape

4. Gunting, penggaris, pensil, penghapus.

5. Tali elastis dan charm (optional).

Dan.. mari kita membuatnya..

STEP 1 Membuat Amplop.

Sebenernya step ini bisa diskip, terutama buat yang pingin pake amplop yang sudah ada atau sudah siap pakai, tapi jika ingin buat amplop sesuai keinginan (warna dan patternnya), step ini justru yang paling penting. Hehehe..

By the way, banyak sebenarnya tutorial membuat amplop yang bertebaran di youtube dan pinterest. Tapi buat yang males bolak-balik nyari tutorialnya, saya akan buat juga disini. Menurutku ini cara paling gampang membuat amplop sendiri. Hihi..
1. Bagi kertas cardstock ukuran A4 (120 gsm) menjadi 3 bagian. Bisa sama lebar (ketiga-tiganya) atau dengan cara diukur (saya menggunakan lebar 9 cm). Seperti contoh gambar dibawah ini.






2. Lipat kertas menjadi tiga bagian, dan ukur bagian bawah dan atas kerta kurang lebih 1,5 cm, lalu potong bagian ujung-ujungnya dengan posisi potongan menyerong.



3. Buka lipatan kertas (kayak bikin origami ya..? Hihi.. ), lalu tekuk ke dalam sisi (1.5 cm) , menyerupai gambar di bawah ini.


4. Pada salah satu sisi terluar kertas, lipat kertas menjadi 2 bagian, lalu potong. Eitss.. Tapi jangan dibuang ya, karena nanti sisa kertas, kita bisa pake buat bindingnya. Untuk sisa kertas yang masih menempel adalah tutup amplopnya.






5. Dengan bantuan double tape, kita rekatkan badan amplop satu sama lain. Lalu lipat tutup amplop ke arah luar (posisi justru tidak menutup amplop), lalu kita potong bagian 1,5 cm pada tutup amplop dengan cara menyerong, seperti step sebelumnya tadi. then.. Kita bisa rehat sejenak, karena selamat.. Kamu sudah bisa bikin amplop.





Eitss.. Tapi jangan senang dulu, hihi.. Karena masih ada kertas-kertas yang lain yang harus diselesaikan kan ya..? Hahaha.. Baiklah.. Sambil menunggu kertas-kertas lain selesai, saya istirahat dulu ya. Nanti kita sambung di part 2 (supaya aplikasinya gak ngambek) , dan semoga bisa update secepatnya.





Selamat berjuang..

to be continued.

Thursday, September 15, 2016

KTP-el di Bojong Gede, Bogor.

Kali ini postingannya random ya, gak seperti yang biasa saya posting (tapi kan emang blognya isinya random, sampai google highlight aja bingung, hahaha..).

Kenapa postingannya tentang KTP-el ?

Karena kemarin saya agak susah nyari panduan buat KTP-el di daerah bogor.

Baiklah, mari kita mulai bahasannya.

Tahun 2014 lalu saya sudah pernah melakukan perekaman data KTP-el di kecamatan Bojong Gede, Bogor. Tapi entah kenapa KTP-el (resminya) belum jadi juga. Pada saat pembuatan saat itu, saya tidak mendapatkan Resi seperti sekarang, saya hanya memegang KTP (kertas) model terdahulu, sebagai KTP sementara sampai KTP-el saya jadi.
Saat itu petugas hanya memberikan keterangan bahwa KTP-el akan jadi sekitar 6 bulan setelah perekaman data (lama juga ya ?), dan bisa diambil di kecamatan, kelurahan atau di drop di Ketua RT masing-masing.

Selang 6 bulan, KTP-el saya belum di antar ke RT juga, akhirnya saya berinisiatif mengambil langsung ke kecamatan. Dan ternyata belum jadi juga. Lalu beberapa bulan berikutnya tanya lagi ke kecamatan dan kali ini diminta resinya (Resi yang manaaaaa... ?).
Dan.. Kemudian.. Saya pasrah.. !

Di awal Tahun 2016 , KTP-el mulai marak diperbincangkan lagi, dan sampailah pada berita mengenai batas waktu perekaman data KTP-el di akhir September tahun ini. Terapi shock sodara... !.
Hoaaaa.. Bikin deg-degan.

Yang jadi masalah saya adalah..

Apakah perekaman data saya yang dulu itu sudah terekam di Dinas Kependudukan atau tidak ?

Saya mencoba melakukan cek nik di website resmi Dinas Kependudukan dan hasilnya nihil (karena webnya gak bisa alias error. Mulai paniklah, takut gak diakui jadi warga negara, hihi..

Singkat cerita, minggu ini saya meluangkan waktu untuk mengurus KTP-el (lagi pula KTP saya yang terdahulu masa aktifnya akan habis bulan Feb 2017), mau ngurus sekarang apa nanti sama aja kan ya, mumpung bisa ijin sekarang, mendingan saya urus sekarang.

Tanggal 13 September 2016 lalu saya akhirnya pergi ke kantor kecamatan, dan woilaaa.. Penuh banget ternyata.. Huhu..
Saya lanjut mencari meja informasi tapi tidak menemukannya, untung ada bapak yang baik hati yang mau menjelaskan kepada saya bahwa hari itu saya perlu mendapatkan nomor antrian terlebih dahulu untuk perekaman data KTP-el. Lalu dia menunjuk area dalam yang ada petugasnya dan sedang membagikan nomor antrian.
Saya bergegas menuju tempat yang ditunjuk oleh bapak tadi, tapi saya mendapati informasi bahwa perekaman data KTP-el untuk hari itu sudah habis, yang sedang dibagikan adalah nomor antrian untuk besok Rabu, 14 September 2016, tanpa pikir panjang, saya terima nomornya antrian itu. Walaupun di urutan yang seluar biasa ini.




Gak apa-apalah buat besok, hihi.. Daripada entah kapan lagi saya ngurusin, padahal hari itu saya datang jam setengah delapan, nomor antrian yang saya dapatkan seperti gambar yang diatas, itupun untuk hari selanjutnya. Luar biasa antuisme masyarakat ya. Hihi...

Persyaratan KTP-el sebenarnya tidak rumit seperti dulu, cukup membawa :

1. Fotokopi KK
2. Pas Foto uk. 4 x 6 @ 1 (fungsinya nanti akan ditempel di Resi kita),
3. Surat pengantar RT/RW (yang ini tidak wajib sepertinya, karena saya ada ya saya lampirkan saja, hehe, toh sampe sana tidak ditanya juga sih sebenarnya, cuma Fotokopi KK dan pas foto saja yang penting).

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya nomor urut saya dipanggil juga, haha.. (by the way saya datang jam 08.00 dan baru dipanggil jam 11.30) hihi..






Setelah menunjukan nomor urut pada petugas, saya diarahkan ke dalam ruangan dimana perekaman data tersebut dilakukan. Yupp.. Saya melakukannya lagi dari awal. (daripada saya gak yakin kalo data saya dulu sudah direkam apa belim, terlebih lagi saya gak memiliki resi sebagai bukti saya sudah melakukan perekaman data.).
Perekaman data tidak lama , kurang dari 15 menit malah, lebih lama waktu ngantrinya, hahaa..

Dan berikut ini gambaran yang saya lakukan saat perekaman data.

1. Masuk ke dalam ruangan yang diarahkan petugas.
2. Menyerahkan berkas (fotokopi KK dan surat pengantar, saya sarankan pas foto diserahkan pada saat pengambilan resinya saja, karena foto saya menghilang saat saya lampirkan bersamaan dengan fotokopi KK)
3. Kita akan diminta mengecek informasi di dalam komputer, benar atau salah.
4. Petugas akan mengarahkan kita untuk melihat kamera (di foto).
5. Perekaman sidik jari.
6. Tanda tangan.
7. Perekaman retina mata.
8. Tanda tangan lagi.
9. Selesai.

(kurang lebih begitu tahapannya) hehe..

Ooopss.. Tapi tidak berhenti ditahap itu saja, hehe.. Karena masih ada tahapan menunggu Resi ( KTP-el sementara ). Setelah menunggu 1,5 jam (1 jam karena waktu istirahat petugas, 30 menit adalah jeda waktu proses pembuatan resi dibuat), akhirnya jadi juga haha..

Eitss.. Masih ada tahapan satu lagi nih, yupp.. Saya lagi menunggu KTP-el saya jadi beneran , artinya benar-benar dicetak. Semoga gak lama ya, nanti kalo sudah saya terima akan saya update lagi infonya. Haha..

Nah buat pembaca blog saya yang bermukim di kecamatan Bojong Gede dan ingin melakukan perekaman data seperti saya tapi belum dapet nomor urut antrian, sebaiknya datang lagi minggu depan (hari senin), karena nomor antrian minggu ini sudah habis.

Sekian dulu Informasi Yang lagi ngehit kali ini, semoga membantu buat yang inhin membuat perekaman data KTP-el.

Selamat berjuang... !!

Friday, September 09, 2016

CARA MENGGUNAKAN ENVELOPE SYSTEM

Hello there..
Ketemu lagi, di channel yang sama..
Kali ini saya ingin membahas tentang envelope system.
Buat yang follow instagram saya pasti udah pernah lihat videonya kan ya.. ? Hehe.. Kalo belum, bisa meluncur ke sini

Nah.. Untuk lebih jelasnya, mari kita mulai.


Buat pembaca yang sudah pintar dan smart mengelola uang, mungkin sistem ini tidak diperlukan lagi, tapi buat tipikal orang boros dan tidak bisa mengelola uang seperti saya, sistem ini sangat diperlukan.

Setelah menggunakan sistem budgetting, saya merasa ada perubahan dalam kebiasaan saya menggunakan uang untuk hal yang tidak jelas. Sifat konsumeris ini yang harus saya perbaiki.
Setelah saya tahu, dimana saya harus mem-pos-kan uang dengan sistem budget, saya perlu sistem lain sebagai pendukung untuk bisa lebih disiplin lagi dalam mengelola uang. Dan jawabannya adalah envelope system.

Envelope system ini sebenarnya cara tradisional dalam mengelola keuangan. Dan dipopulerkan oleh dave ramsey.

Bagaimana cara kerjanya.. ?

Mudah sekali, yang sulit adalah komitmen menjalankannya, bagi orang yang konsumtif seperti saya, ini berasa seperti medan perang (hahhaa, lebay..)
Yang perlu kita lakukan adalah

1. Membuat sistem budget.

Ini wajib, supaya kita tahu, berapa banyak jumlah uang yang akan kita poskan dalam envelope sistem ini.

2. Amplop (tempat penyimpanan uang)

Setelah kita tahu berapa jumlah uang yang akan kita gunakan dalam budget, kita membutuhkan tempat (dalam hal ini amplop) ataupun tempat penyimpanan uang lainnya, yang kita gunakan sebagai media pos uang untuk setiap kategori. Jika dalam budget kita ada 10 kategori, berarti kita harus menyiapkan 10 amplop sesuai dengan kategori.

3. Beri nama amplopmu sesuai kategori dan isi dengan sejumlah uang sesuai dengan budget yang sudah kita tetapkan tadi.

4. Now you have it... !

Tips dan trick.

Dalam sistem budget ini kita memang mengunakan sistem cash payment, inj membantu kita untuk mengurangi penggunaan kartu kredit. Dan itu artinya, akan mengurangi beban hutang bulan depan. Hehe..

Kelemahan sistem ini adalah ketika amplop kita hilang, hilanglah semua uang kita, oleh karena itu, bawalah amplop yang akan digunakan saja, misal, jika kita mau belanja ke supermarket berarti kita hanya perlu membawa amplop untuk kategori belanja.

Atau jangan bawa semua uang yang ada dalam amplop sekaligus, trik ini menghindari kita menghabiskan uang sekaligus di hari yang sama. Yang perlu diingat adalah uang dalam amplop itu kita gunakan untuk 1 bulan. Hehe..

Jika kita menggunakan sistem amplop yang harfiah amplop, maka setiap bulan kita akan menghabiskan banyak amplop, hahha.. Dan karena saya tidak punya banyak dompet atau dompet model banyak kantong, akhirnya saya membuat envelope sistem sendiri model seperti dibawah ini.




DIY cash envelope ini saya buat dari beberapa amplop yang saya jadikan satu, dan saya tempel menggunakan washitape.



Saya menggunakan beberapa warna yang berbeda untuk membedakan kategorinya. Hehe.. Selain itu biar menarik juga.

Dan supaya dompet buatan ini gak terbuka dan uangnya terlempar kemana-mana, saya tambahkan tali dibagian belakangnya.







Hehe.. Begitulah kira-kira tentang sistem amplop ini.

Dan satu hal lagi yang harus diperhatikan, supaya sistem ini sukses dan kita belajar disiplin.

Jangan pernah menambahkan uang jika uang didalam amplop sudah habis ! , pinjamlah di kategori yang lainnya, dengan catatan kita harus menggantinya di bulan depan. Jika tidak mau, berarti kita harus disiplin menghabiskan uang yang hanya diamplop saja !

Selamat mencoba.

ewafebri newsletter