Thursday, August 25, 2016

BULLET JOURNAL INDONESIA : MANFAAT JURNAL.

Hallo.. Hehe.. Jumpa lagi ya.. ? Ini adalah kali kedua postingan dalam minggu ini. Hmm.. Mumpung ide masih nyangkut, jadi mendingan di eksekusi di blog ini aja ya.. ?

Journal

Kalo mendengar kata jurnal, persepsi saya langsung pada jurnalistik, atau hal-hal yang bersangkutan dengan media cetak (tapi sekarang banyak media digital ya ?, hehe). Tapi jika melihat artinya jurnal yang terjemahan bahasa Inggris, tidak melulu tentang jurnalistik.

Jurnal sendiri menurut wikipedia Indonesia adalah merupakan suatu kutipan dari laporan di dalam jurnal terdapat point-point penting dari laporan tersebut.

Sementara dalam bahasa Inggris, definisi journal adalah :

noun
1.a newspaper or magazine that deals with a particular subject or professional activity.
2.a daily record of news and events of a personal nature; a diary.
3.the part of a shaft or axle that rests on bearings.




Nah, disini saya akan membahas tentang journal tapi versi bahasa Inggris yang poiny nomor 2.
Yaitu peranan jurnal sebagai media untuk merekam jejak kegiatan yang dilakukan sehari-hari atau semacam diary. Begitulah kira-kira. Hihi..

Pertama kali mengenal jurnal, justru yang menjadi perhatian saya adalah art journal. Saat itu saya berfikir. Seseorang yang membuat art journal tidak harus seorang pelukis/seniman (meskipun didepannya ada kata-kata art-nya ya.. ? Hihi). Siapapun bisa menciptakannya, asal berani coba. Soal hasilnya, jangan ditanya. Hahaha..



Dampak dari artjournal ini memang saya jadi banyak melakukakan eksperimen tentang bagaimana membuat suatu karya diatas medium kertas. Bagaimana efek akrilik pada kertas, berapa lama akrilik bisa kering diatas kertas. Apa saja bahan yang bisa dimix and match diatas kertas , dsb. Yess.. Dari artjournal ini saya jadi belajar metode learning by doing. Seperti saat belajar teknik tranfer media menggunakan gell medium. Saya tidak akan pernah tahu hasilnya tanpa mencobanya, iya kan.. ?

dan berikut adalah hasil dari belajar transfer gambar pake gell medium.


 

setelah penasaran sama artjournal terobati , saya mencoba membuat jurnal dengan metode project life. masalahnya metode PL ini harus sering-sering ngeprint gambar buat materinya. berasa boros banget ya.. hihi..





setelah mencoba model project life dan kurang begitu berhasil, saya mencoba membuat jurnal berdasarkan list prompt setiap hari. untuk metode prompt ini, menurutku metode yang sedikit lebih rumit, karena kita harus menggali lagi memori yang kadang sudah lama terpendam (sesuai tema promptnya), belum lagi saya harus menjawab pertanyaan yang jawabannya kadang bikin kita merasa malu untuk membacanya kembali. tapi itulah tantangannya. hehe.. 




setelah mencoba-coba metode prompt dan mulai sedikit bosan (karena suka bingung mau nulis apa), saya beralih ke journal yang sifatnya daily log, supaya tidak bosan saya menggunakan doodle untuk mempercantik halamannya. (walaupun hasilnya kadang malah terlihat berantakan) hihi.. tapi justru dari tahap ini saya bisa belajar banyak tentang bagaiman membuat doole beserta ekpresinya. makin lama makin ketagihan buat mendoodle di halaman yang kosong (tanpa garis), terlebih lagi kertasnya menggunakan moleskine yang menurut saya kertasnya luar biasa keren buat doodle.  





dan dari hari ke hari progress doodle juga makin kelihatan dan berkembang, tarikan gambar lebih luwes, serta makin berani mengeksplorasi warna serta detail gambar. misal dengan menambahkan elemen lain seperti flower wreath dll.




nah setelah itu saya menemukan bullet journal ini. awalnya saya menganggap bullet journal itu hanya berhubungan tentang to do list/task saja, tapi ternyata bisa lebih luas lagi. karena sifat bullet journal yang fleksibel dan modular, membuat bullet journal ini bisa ditambahkan/dikurangi jumlah modul/komponen sesuai dengan kebutuhan kita. kita bisa menambahkan note, project idea, mind mapping, collection, review, doodle page, memori keeper, hanya dalam satu naungan buku saja. jadi tidak perlu menggunakan beberapa buku untuk dibeda-bedakan (kecuali memang itu yang dipinginin). yess.. bullet journal bisa menjadi alat kita untuk menjadi lebih produktif.

dan bagi saya, bullet journal ini adalah metode paling simpel dan berhasil, karena dengan hanya satu buku saja,  kita bisa menggunakannya untuk kepentingan yang berbeda-beda, tetapi lebih teratur dan terorganisir. tidak hanya di dalam buku bullet journalnya saja yang teratur, jika kita konsisten dan disiplin dengan tugas yang kita buat di bullet journal sudah pasti hidup kitapun berbah lebih teratur dan terorganisir.





setelah 3 tahun berkecimpung di dunia journal dan mencoba metode jurnal yang berbeda-beda saya jadi bisa mengetahui manfaat journaling itu sendiri. selain memori keeper journal ini bisa kita gunakan sebagai medium refleksi kita di masa mendatang, terutama sangat penting untuk perosnal development kita.  kita bisa mereview rekam jejak kita selama ini, dan jika kita menyadari ada sesuatu yang salah dimasa lalu, kita bisa memperbaiki dimasa yang akan datang. 

walaupun journaling terlihat sebagai kegiatan yang gak penting, ternyata justru journaling merupakan terapi yang baik untuk dilakukan. hehe.. 
beberapa kali browsing tentang artikel yang  berhubungan dengan kesehatan mental, journaling selalu menjadi salah satu solusi penting yang bisa digunakan. 

karena itu saya sekarang mulai gemar journaling. karena terjebak manfaatnya. kamu kapan... ? hehehe..

No comments:

ewafebri newsletter