Thursday, April 23, 2015

KARTINI VS KARTONO... ???







R.A. KARTINI ... Siapakah beliau... ?

Ada baiknya membaca informasi berikut ini KARTINI . hihi.. males ngejelasinnya. trus kenapa juga musti ngeposting blog tentang kartini..?
alasan pertama : karena sudah lama gak pernah update blog gw yang cantik ini.
alasan kedua : momentnya pas aja.
alasan ketiga : karena pingin ngeluarin unek-unek yang ada dikepala.

Setiap kali ada peringatan Kartini selalu ada perdebatan tentang emansipasi wanita, kepahlawanannya, kesetaraan derajat, atau apalah itu.
terutama cibiran-cibiran dari kaum Adam, yang seolah-olah tak pernah rela akan adanya atribut "kesetaraannya" terambil.

Banyak pendapat yang menurutku sedikit menggelitik tentang kesetaraan derajat ini.

"mana bisa wanita ganti genteng kalo ada yang pecah.. ?"
"mana bisa wanita menggantikan kedudukan laki-laki..?"
"mana bisa wanita melakukan pekerjaan laki-laki.. ?"

dan.. "mana bisa ...?" yang lainnya.

entah kenapa menurut pengamatan gw, kalimat-kalimat itu adalah cibiran-cibiran yang diperuntukkan untuk kaum perempuan.  terdengar melecehkan.
dan memang benar bahwa perempuan itu tidak akan pernah bisa untuk menggantikan kedudukan seorang pria bagaimanapun caranya.
Seberapapun usaha besar wanita untuk bisa menyamai laki-laki akan selalu ada batas yang memang sudah digariskan sebagai kodrat dari wanita.
meskipun begitu, bukankah setidaknya perempuan diberi kesempatan untuk mendapatkan hak-hak politik dan pendidikan seperti yang diperoleh kaum laki-laki.

dan bukankah sejatinya kata emansipasi itu berarti pembebasan dari perbudakan, dan / atau persamaan hak diberbagai aspek kehidupan bermasyarakat. seperti juga hak yang dimiliki manusia sejak lahir. hak beragama, hak menyatakan pendapat, hak berpolitik, hak mendapatkan pendidikan. yang mana pada masa kartini tumbuh menjadi wanita dewasa, hak-hak tersebut tak dapat dirasakan oleh wanita pada umumnya.

oleh karena itu, kartini membantu perempuan-perempuan Indonesia untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan caranya sendiri. meskipun begitu kartini bukanlah satu-satunya tokoh wanita yang berjuang untuk membantu perempuan-perempuan Indonesia menjadi lebih baik.

konteks emansipasi sendiri tetap memiliki batas pada kesempatan dan hak-hak yang (hampir) sama bukan sebagai hal yang menggantikan peran dan tugas laki-laki. meskipun ada beberapa aspek dimana wanita juga bisa menggantikan peran laki-laki.
yang perlu diingat adalah, ada juga beberapa hal yang mutlak hanya laki-laki saja yang mampu melakukannya.

jadi alangkah baiknya, jika pria dan wanita bekerja sama dan menghormati satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat untuk hidup yang lebih baik dan berkualitas tentunya.

no more war about the gender issue.. don't you think.. ?

entahlah.. selama kalimat-kalimat "mana bisa perempuan bla..bla.." dengan konotosi negatif masih ada, maka, akan selalu ada pula semangat kartini-kartini lain untuk berjuang membuktikannya..


No comments:

ewafebri newsletter