Monday, July 07, 2014

AKHIR DARI KEBISUAN


 
Sebentar lagi tanggal 9 juli..


Saatnya pesta demokrasi (katanya).
 
 
Setelah sekian lama dalam kebisuan, aku memutuskan untuk bersuara. Menggunakan (yang katanya) hakku yang sudah diberikan semenjak lahir selain beragama tentunya. Cukup lama juga aku  menimang-nimang, mempertimbangkan untuk menyuarakan "suara" ku ini, Benar... walaupun hanya menyoblos sebuah gambar dan simbol dalam bilik, saat ini, aku merasa perlu melakukannya. Bukan karena kanan dan kiri tapi karena aku ingin melakukan apa yang ingin kulakukan.
 
pernah baca tentang postinganku yang berjudul GONJANG-GANJING POLITIK INDONESIA ? ,


 
kalo sudah, pasti tau donk harapanku apa.. ? . gak muluk-muluk.
cuma berharap mendapatkan hidayah untuk bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan presiden nanti. semenjak pertama kali aku mendapatkan kartu tanda pengenal, belum pernah sekalipun aku menggunakan hak suaraku sebagai warga negara. dan belum pernah tertarik untuk menggunakannya.
 
Apatis... ? mungkin saja.. 

Tetapi, kemudian, semenjak bulan Mei, ketika postingan tentang gonjang-ganjing politik itu aku publikasikan, aku punya pandangan baru tentang carut marut politik, ada aroma pengharapan disana. Setidaknya aku sudah berpikir untuk ikut berpartisipasi meskipun ragu-ragu.
 
Kemudian huru-hara politik mulai menguap ke udara dengan santer, banyak berita negatif dari kedua belah pihak bertebaran dan saling menjatuhkan, dalam keragu-raguan itu aku masih berharap untuk mendapatkan "undangan" pencoblosan dalam pemilihan presiden.

Dan dalam postingan ini "PEMANFAATAN LIMBAH 1 " aku sudah menyelipkan keputusanku tentang pilihanku itu. Dari awal aku sudah tau mana yang harus aku pilih (jika harus memilih). Samar-samar memang tapi saat itu aku tahu pasti mana yang akan aku pilih, itupun kalo aku mendapatkan undangan pencoblosan.
 
setelah menyimak berbagai berita politik yang rawa - riwi di timeline, melihat debat para kandidat, aku jadi berpikir lagi, dan lagi. dari keingananku yang awalnya kurang dari 50 % untuk ikut berpartisipasi, mendadak bertambah menjadi 60 % keinginanku untuk ikut andil. bertahap, iya.. karena aku ingin tahu, apa aku harus ikut atau tidak.
 
lalu... hari sabtupun tiba.
hari dimana debat capres cawapres terakhir dilakukan, sebelumnya aku masih berpikir untuk " ah, mending golput lagi aja deh, toh gak akan ngaruh ini ", tapi kemudian aku melihat scene debat capres cawapres dimana calon RI 1 dari salah satu kubu mencoba untuk memaksakan pendapatnya ke kubu yang lain .
 
 "... bapak setuju kan tentang pendapat saya ini.. ? setuju kan... ? iya kan.. ?"
 
pertanyaan sesimple itu yang membuatku merasa yakin 85% ingin ikut pemilihan di 9 juli nanti.
 
IYAAAA... pertanyaan yang menurut orang lain mungkin itu biasa, tapi buatku, itu luar biasa. Dengan kalimat itu aku sudah bisa menggambarkan bagaimana kelak orang yang seperti ini akan memimpin.
aku besar dengan tekanan dan situasi yang untuk mengatakan "TIDAK" itu harus berbesar hati untuk merelakan bagian pipiku kena tamparan.
menjawab "IYA" dengan rasa ketakutan, padahal aku ingin sekali menjerit "TIDAK".

Debat capres - cawapres sebenarnya tidak terlalu berpengaruh besar pada capres pilihanku, Karena dari awal aku sudah tahu mana yang harus kupilih, tapi efek debat itu cukup membuatku yakin bahwa kali ini , aku ingin berpartisipasi. 
 
Disisi lain aku melihat siapa-siapa saja orang yang mendukungnya untuk mendapatkan kekuasaannya, menurutku salah satu diantaranya dipenuhi orang-orang yang selama ini menebar kemarahan dan kebencian. Tidak.. aku tidak ingin orang-orang itu makin berkuasa lagi lebih dan lebih lagi, saat ini mereka sudah sangat meresahkan, dan jika kelak yang didukungnya itu lebih berkuasa, mereka bisa lebih semena-mena. aku ingin menjadi bagian yang meminimalisir itu.
 
Dan sekalipun nanti suaraku untuk pilihanku itu tak bermakna apa-apa, aku tidak akan menyesalinya, aku sudah cukup lega bisa bersuara.
Bisa jadi di kemudian hari nanti, aku terintimidasi untuk sekedar menyuarakan isi hati. sebelum aku menyesalinya, aku ingin mengatakannya. tanpa paksaan dari orang lain, tanpa tekanan dari orang lain, kecuali pikiran, paksaan dan tekanan dari diri sendiri.
aku juga tidak berniat untuk mempengaruhi keputusan orang lain tentang pilihan mereka. aku cuma ingin menyuarakan keingananku, pilihanku, dan nuraniku. itu saja.
aku juga ga berniat ngajak orang untuk tidak golput ..! NO.. !!! i've been there.. !.. its a movement for me.. !

"do i care about your choice...? hell NO... !!"
 
Dan jika kelak pilihanku itu melakukan sesuatu yang aku tidak suka, aku tidak ragu-ragu untuk bersuara.
benar, kesalahan orang lain itu lebih mudah terbaca, dibandingkan kesalahan kita. karena sekalipun kita sadar dan tau kita bersalah, jarang kita berani mengakuinya.
 
jika hari rabu nanti aku mendapatkan kartu suara genap sudah 100% keinginanku untuk bersuara terpenuhi.
kenapa...? karena sampai detik ini aku "TIDAK MENDAPATKAN UNDANGAN PENCOBLOSAN".
yaa.. mungkin namaku memang tak terdata, karena aku baru saja pindah kartu tanda pengenal. tapi untuk kali ini aku ingin memperjuangkannya.. !! semoga aku tetap kebagian surat suara.. !!!

apakah postingan ini untuk kampanye.. ? TIDAK.. !

postingan ini untuk menuangkan pikiran saja, bahwa suatu hari nanti ketika aku membaca postingan ini, akan mengingatkanku bahwa aku pernah berniat untuk menyuarakan dan mempergunakan hak suaraku meskipun mungkin hanya sekali seumur hidup.
bahwa jika hari rabu nanti aku gak kebagian surat suara, setidaknya postingan ini mengingatkanku bahwa aku pernah ingin sekali merasakan apa itu pesta demokrasi, dan berdiri dibalik bilik suara.
 
 
aku merasa HARUS memperjuangkannya... !!
 
  
 
 
 
 


No comments:

ewafebri newsletter