Friday, November 18, 2011

TOLAK PENGHAPUSAN ABUNEMEN/KTB (tolong dishare)

Dear.. PT KAI..

Dengan rasa hormat yang mendalam saya ingin menyampaikan keluhan-keluhan yang dirasakan (hampir) semua pengguna kereta listrik yang ada di Indonesia terutama di daerah JABODETABEK...
Hampir 5 tahun ini, saya menjadi pengguna KRL..
Tidak banyak kemudahan-kemudahan dan hal positif yang saya dapatkan kecuali perubahan dari KRL EXPRESS MENJADI COMMUTER LINE semua...
 

Dulu ketika perubahan itu terjadi, saya sempat senang karena dengan adanya perubahan tersebut mampu menanggulangi penumpukan penumpang, karena pemberangkatan yang berkala dalam jeda waktu yang lebih berdekatan,
 
Tapi sekali lagi saya dibuat kecewa kembali, karena kemudahan itu tak berlangsung lama..
Session berikutnya terjadi lagi pengurangan KRL yang juga berdampak pada penumpukan kembali distasiun-stasiun yang ada...
 
Penjadwalan pemberangkatan yang terkesan asal juga berdampak signifikan terhadap lonjakan penumpang...

Seperti contoh, pemberangkatan kereta shortline yang didahulukan itu lebih mengurangi kepadatan penumpang dalam kereta, seperti kereta pemberangkatan dari Depok lama menuju jakarta kota akan lebih baik diberangkatkan sebelum kereta dengan tujuan yang sama tapi pemberangkatan dari bogor.
 
Dengan begitu calon penumpang yang berada di stasiun depok baru - jakarta kota lebih bisa dibawa terlebih dahulu, sehingga kereta pemberangkatan dari bogor tidak penuh sesak.. (Maaf, seperti tidak manusiawi)

Dan baru-baru ini terdengar kabar akan ada penghapusan KTB/Abunemen...
Pertanyaan saya :

1. Tidak adakah kebijakan lain yang bisa menguntungkan kedua belah pihak ?
Rugi waktu adalah salah satu konsekuensi saya sebagai pengguna tranportasi ini dengan *SERING*nya terjadi keterlambatan..

2. Dengan adanya penghapusan abunemen KTB, apakah pernah juga mempertimbangkan hal-hal seperti dibawah ini :

A. Daftar antrian yang lebih panjang,

B. Efisiensi waktu (dalam hal ini bisa terjadi apabila calon penumpang yang masih berada dalam antrian pembelian tiket, harus menunggu pemberangkatan selanjutnya karena tertinggal kereta)

C. Kalo alasannya tentang biaya operasional, lalu kenapa harus terpasang alat2 SWIPE yang kemudian tidak dpergunakan semaksimal mungkin atau bahkan tidak tersentuh sama sekali, buang2 anggaran bukan ? *useless*, ga mungkin penggunaannya menunggu mesinnya rusak terlebih dahulu bukan ?

D. Efisiensi waktu juga alasan calon penumpang untuk naik ke KRL tanpa bertiket, karena antrian panjang yang (akan) terjadi bila tidak ada KTB, bisa menjadi salah satu alasan kenapa penumpang memilih tak bertiket... (Takut ketinggalan kereta)

KTB itu selain meringankan pengeluaran calon penumpang juga bisa mengurangi masalah antrian yang berkepanjangan...

Bukankah pegawai-pegawai PT. KAI juga orang-orang yang cerdas ? Gunakan SDM itu untuk mencari solusi yang lebih baik dan tidak memberatkan salah satu pihak..
Kenaikan tarif KTB bisa dimaklumi asalkan terjangkau juga...

Jangan hanya karena KTB (SCANNED) PALSU, KEMUDIAN MEMBERIKAN SOLUSI DENGAN PENGHAPUSAN KTB..
seperti juga adanya UANG PALSU TIDAK LANTAS *UANG* ITU DIHAPUS bukan ?

CariLah cara bagaimana menciptakan security pada KTB sehingga sulit dipalsukan...
Saya yakin SDM yang dimiliki PT. KAI dan mampu menduduki jabatan-jabatan (tinggi) dalam setiap divisi itu cerdas..
 
Lebih Berkreatiflah dalam memberikan solusi yang tepat dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi terhadap masyarakat..
 
Yang menjadi catatan adalah tidak semua calon penumpang itu berkehidupan (sangat) mapan, dan bahwa KTB juga membantu meminimalisasi pengeluaran itu juga benar..
Jadi tolong bagi para pengurus PT. KAI untuk mempertimbangkan kembali kebijakan-kebijakan yang anda buat....
Banyaknya SDM memungkinkan untuk memberikan lebih banyak option tentang solusi yang lebih kreatif ,lebih baik dan bijaksana bukan ?

Maksimalkan itu... !

Terima kasih...

Hormat saya,
Eva.

No comments:

ewafebri newsletter