Sunday, August 21, 2011

PASHMINA

Pashmina

Pashmina.... ya pashmina..
Benda ini belakangan merupakan benda favorite.. dan masuk dalam list “wajib bawa”
Kenapa ???? begini ceritanya...

Suatu hari di sebuah kota kecil di area jakarta selatan, terdapatlah sebuah bangunan yang (banyak) orang gak menyangka bahwa bangunan itu adalah sebuat tempat dimana dihuni wanita-wanita cantik “ehem-ehem”....
Tempatnya memang misterius, terbukti banyaknya orang yang masuk dan menyangka bahwa itu adalah tempat keramat bagi orang-orang pinter mencari ilmu.... bahkan terkadang mereka hanya mampir untuk menghirup udara saja lalu berlalu pergi..
Padahal.... tempat itu adalah.....“jeeeeng...jeeengg ”
Bangunan tua yang artistik dan selalu dikunjungi oleh pelaku seni terutama adalah pelaku seni rupa....
Ya ... tempat itu adalah toko alat lukis “artists’ materials shop” dimana setiap item yang berhubungan dengan alat lukis tersedia dan bisa ditemukan (kadang-kadang)...
Dan ditempat itulah wanita-wanita cantik (yang gw sebut diatas) menghabiskan waktu siangnya untuk bergaul dengan warna-warni cat lukisan yang mempesona layaknya bunga-bunga yang bermekaran ditaman firdaus (eaaaaaa)...
Tidak hanya menemani cat-cat itu tapi juga melayani dengan sepenuh hati (daripada gak digaji)... dari mulai mandiin tempat cat-cat itu hingga menjadi pengarah gaya untuk ditempatkan di deretan-deretan etalase yang (sesekali berdebu) memenuhi ruangan tersebut (bersih-bersih maksudnya, rempong yak ?)...
Tersebutlah “ewa” (bukan nama sebenarnya)...
Yang hampir 4 tahun bergelut dengan mereka (cat-cat) itu...
Dari mulai menghapal nama warna (kalo gak hapal bisa ditendang deshe) dari naples hingga indigo dan mencampur mereka hingga menjadi oxide black “apa seh” (bikin binun dwueh) dia kerjakan demi bisa membeli pulsa untuk ke warnet Cuma biar bisa ngeposting blog... “mulai random nih”
Dan suatu hari... tanpa ada tanda-tanda berarti... tanda mimpi-mimpi yang menyelimuti dalam disebuah kesempatan yang amat sangat langka... tak terdeteksi oleh nafas bumi... tak tersentuh cahaya matahari...
Tiba-tiba terdengar bunyi yang samar tapi dipastikan sangat mengejutkan (menurut sumber yang terpercaya sih gitu) ...
“kraaaaaakkkkk.....”
“aouwwww.....!!!!”, pikir ewa dalam hening....
“suara apa itu ????”, dan tetap hening....
Ewa mulai mencoba untuk tenang dan mencari darimana sumber suara itu berasal...
Karena tidak adanya keganjilan yang terjadi disekitarnya, ewapun mulai berpikir bahwa suara itu bersumber dari tubuhnya sendiri... “ah tapi mana mungkin ??, kalo buang gas kan gak begitu....”, pikirnya dalam “?”
Dengan kondisi panas dingin.. meriang.. nervous... menggelinjang gak karuan, dan deg-degan ewa mulai meneliti sekujur tubuhnya...
Semua panca indra di kerahkan untuk menemukan jawaban dari “?”
Hingga pada suatu titik, dimana jemari lembutnya menemukan keanehan dan...
“ASTAGAAAAAAA.......!!!!”, Benar...ini benar... dan benar-benar gila....
Bagaimanapun juga ini sangat tidak mungkin terjadi.... dunia benar-benar sudah GILAAAAAAAA......
“CELANAAAA...... SOBEEEKKKKKK....!!”, jeritnya dalam diam...
Ewa mencoba bersikap setenang mungkin... seolah-olah dia tidak sadar terjadi sesuatu (tapi bo’ong) dan dia terlihat bodoh... “maksudnya apa sih ni ???”
Ewa mencari akal... dengan membaca do’a berkali-kali dan disertai wara-wiri berkali-kali... akhirnya dia menemukan ide dan mencoba untuk menggunakan *taraaaaaaaa..... “peniti” sebagai alat bantu..
Ya.. peniti.. benda ini walaupun kadang tajam dan jahanam (kalo menusuk) tapi merupakan benda yang sangat ewa butuhkan waktu itu dan sangat membantu (setidaknya diawalnya)....
Akhirnya untuk sementara, ewapun memutuskan untuk menggunakan alat bantu itu menutupi bagian-bagian yang hampir saja berserakan kemana-mana “mirip toko buka masaaaaaa...”
Memang sih, selama berada di dalam ruangan semuanya aman-aman saja... tapi kemudian, tidak di luar ruangan... masalahpun timbul... muncul dan bergumul...
Ketika ewa pulang... (yang memang harus naik angkutan umum) ewa diwajibkan untuk duduk.. (kalo berdiri, jelas mentok).. disinilah masalah itu timbul...
Peniti itu berontak dan menusuknya dari belakang... (sangat tidak sopan)... tapi karena tidak ada hal lain yang lebih meringankan beban, maka terpaksa selama dalam perjalanan, ewa berakting ala robot a.k.a duduk diam tanpa bergerak...
Karena kalo dia bergerak sedikit maka peniti-peniti jahanam itu akan menghukumnya denagn sadis...
Bodoh.....!!! karena hari itu ewa tidak membawa pashmina yang biasa dia gunakan sebagai selimut dalam commuter line yang terkadang dingin terkadang tidak...
Sejak saat itu, tidak perduli kereta dingin atau tidak, pashmina wajib dibawa... ya... jaga-jaga apabila suatu saat nanti celananya sobek (lagi).. jadi bisa kugunakan untuk penutupnya...
Begitulah asal usulnya kenapa pashmina itu “wajib dibawa”...... penting... ????? gak sih...!!!! hahahahahha....

No comments:

ewafebri newsletter